Best Profit Futures Banjarmasin

William Tanuwijaya Fans yang Coba-coba Saingi Jack Ma

PT. BESTPROFIT FUTURES

fafe1488-c5c7-401b-80b6-4f1c27d166ed_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Pendiri sekaligus CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengaku sebagai penggemar berat alias fans Jack Ma. Dalam berbagai kesempatan, ia sering menyebut nama pendiri Alibaba Group Holding itu sebagai panutan. Belakangan Tokopedia sempat gencar diberitakan akibat kebobolan 91 juta data pengguna. Data tersebut dijual peretas dengan nama pengguna ShinnyHunters di dark web.  Kemarin, William mengungkap langkah yang telah dilakukan Tokopedia untuk mengatasi permasalahan itu. Ia pun memberikan sejumlah saran bagi pengguna serta mengucapkan terima kasih atas dukungan para pengguna Tokopedia di masa sulit perusahaan itu. BESTPROFIT


William mengaku mengidolakan Ma karena sukses membangun kerajaan e-commerce di daratan China dan mengusir raksasa ecommerce Amerika Serikat, eBay dari negara itu. Melalui Taobao di China, Ma mengibarkan “bendera perang” dengan eBay dalam segala hal. Ma sering memberi pukulan kepada eBay, walaupun Taobao memiliki sumber daya jauh lebih sedikit dari eBay. Ma bahkan menolak tawaran kerja sama dengan eBay yang waktu itu dipimpin Meg Whitman sebagai CEO. Sampai pada akhir 2006, eBay memutuskan menutup situsnya di China dan hal ini sering diartikan sebagai kemenangan Alibaba atas eBay.

Meski mengaku sebagai fans berat, namun bukan berarti William segan untuk bersaing dengan raksasa ecommerce China itu. Ia malah bertekad untuk menyaingi perusahaan itu jika ia masuk ke teritorial Indonesia. PT. BESTPROFIT

“Seandainya Alibaba memutuskan untuk masuk ke Indonesia, Tokopedia bertekad untuk mampu mengalahkan mereka, menjadi tuan di rumah sendiri, seperti apa yang Alibaba berhasil lakukan di China dalam mengalahkan eBay,” tulis William beberapa waktu lalu ketika perusahaan itu baru mendapat pendanaan dari Softbank Ventures Korea 2013 lalu (6/11). Dari seorang idola, kini William dan Jack Ma bersaing. Pasalnya, pada 12 April 2016, Alibaba membeli mayoritas saham Lazada Group. Alibaba membeli US$1 miliar dari total valuasi perusahaan Lazada US$1,5 miliar.

Langkah tersebut menandai cengkraman Alibaba di pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia. Sehingga otomatis Lazada menjadi milik Jack Ma. Salah satu perusahaan ecommerce Jack Ma itu pun menjadi salah satu pesaing berat Tokopedia. Ketika ditanya apakah ia masih mengidolakan Ma sampai hari ini? William menjawab, “Masih.” Sebab menurutnya, pesaing tetap bisa menjadi contoh, “pesaing itu bisa jadi role model,” tuturnya. Pendiri Alibaba Jack Ma menjadi pembicara di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF – World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10). Forum diskusi tersebut membahas Disrupting Development: How digital platforms and innovation are changing the future of developing nations. ANTARA FOTO/ ICom/AM IMF-WBG/M Agung Rajasa/hp/2018. PT. BEST PROFIT

Ia optimis Tokopedia bisa mengatasi persaingan dengan raksasa ecommerce China itu. Ia mencontoh bagaimana keuletan Alibaba berhasil mendepak Ebay, raksasa ecommerce AS, dari China. “Jack Ma pernah berkata kepada eBay bahwa eBay adalah hiu di laut, dan Alibaba adalah buaya di sungai Yangtze. Jika hiu berkelahi dengan buaya di lautan, buaya akan kalah, tetapi jika mereka berperang di sungai, buaya akan menang.” “Saya katakan hari ini, bahwa Tokopedia adalah Komodo di negara kepulauan 17.000 pulau. Pertempuran di sungai, komodo akan kehilangan, tetapi pertempuran di hutan di salah satu pulau kita, komodo memiliki kesempatan yang cukup baik untuk menang.”

Alibaba bahkan kemudian mengungguli gabungan Amazon dan Ebay pada 2012. Keduanya adalah layanan ecommerce terpopuler di Amerika Serikat. “Di tahun 2012, Alibaba telah berhasil menjadi perusahaan e-commerce nomor 1 di dunia (melampaui eBay digabung dengan Amazon),” tulisnya. Ia yakin pemenang dalam bisnis e-commerce adalah mereka yang memberi layanan dan produk terbaik bagi orang Indonesia. William berkata ia bangga karena “akhirnya berhasil head-to-head (berhadapan) dengan Alibaba di Indonesia. Pastinya sangat bangga, bekerja sampai idola Anda menjadi rival Anda,” katanya dalam wawancara dengan CNNIndonesia.com. William percaya bahwa generasi masa kini adalah generasi paling beruntung di dunia. Di era Internet, semua orang, bahkan underdog, memiliki kesempatan untuk menantang status quo, melawan segala rintangan. Entah bagaimana caranya bertahan hidup, untuk mencapai menang.  BEST PROFIT

Sumber : cnnindonesia