Best Profit Futures Banjarmasin

Virus Berkedok Aplikasi Android Menginfeksi 45 Ribu Ponsel

PT. BESTPROFIT FUTURES

0ad35b00-e35f-4f7b-a985-0062b396e1b3_169

Perusahaan antivirus Symantec mengungkap eksistensi virus berkedok aplikasi Android bernama Xhelper. Virus ini sudah menginfeksi lebih dari 45 ribu perangkat dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Malwarebytes Labs menemukan keberadaan virus ini pada Maret 2019 dan meyakini sebagai Trojan yang menginfeksi perangkat Android. Virus ini kebanakan menyasar pengguna di India, Amerika Serikat, dan Rusia. BESTPROFIT


“Dalam sebulan terakhir saja, rata-rata ada 131 perangkat terinfeksi setiap harinya dan rata-rata 2.400 perangkat yang terus menerus terinfeksi sepanjang bulan,” tulis tim peneliti. Hasil penggabungan tersebut menghasilkan sebuah gambar kualitas terbaik dengan sangat detail. Mengutip CNN, selain teknologi kamera, Apple juga menambahkan sejumlah emoji baru mulai dari ‘sosok’ orang berkursi roda, anjing pendamping (service dog), lengan dan kaki palsu, hingga orang yang menggunakan tongkat. PT. BESTPROFIT

Emojipedia mencatat total 398 desain emoji baru dengan 265 lainnya yang telah dimodifikasi. Sejak 2018 lalu Apple telah mengupayakan keberagaman pada emoji. Apple bahkan telah mengonsultasikan pembuatan emoji orang yang duduk di kursi roda ke berbagai organisasi disabilitas.

Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak ini telah meninjau emoji baru tersebut dan diuji cobakan pada iOS 13.2 versi beta. Selain gender perempuan dan laki-laki, Apple menambahkan gender ‘netral’ untuk koleksi emoji barunya.Mengutip 9to5Mac, iOS 13.2 disebut juga akan mendukung penggunaan AirPods Pro yang baru dipasarkan seharga US$249. Pembaruan ini juga termasuk pada sisi keamanan privasi Siri sehingga pengguna bisa memilih untuk membagikan interaksi Siri pada Apple atau tidak.

MalwareBytes memperkirakan ada 33 ribu perangkat yang akan terkena dampak dalam kurun waktu dua bulan. Berbeda dengan virus kebanyakan, Xhelper bisa menyembunyikan dirinya dari pengguna. Kendati pengguna sudah melepas (uninstall), namun Xhelper akan memasang kembali (reinstall) sendiri dan didesain untuk tetap tersembunyi dari sistem. PT. BEST PROFIT

“Kami menemukan unggahan pengguna soal Xhelper di forum daring yang mengeluhkan iklan yang muncul secara acak. Disamping itu juga soal bagaimana virus tetap muncul meski sudah dilepas (uninstall) secara manual,” tulis tim keamanan siber seperti dilansir dari blog resmi Symantec. Symantec mengungkapkan masih melakukan investigasi terkait misteri di balik kemunculan Xhelper. Virus ini diduga muncul setelah diunduh oleh pengguna dari sumber yang tidak diketahui melalui sistem aplikasi yang telah terinfeksi malicious.

Sebelumnya Android telah mendirikan Project Treble yang merupakan sebuah inisiatif untuk membantu produsen memperbarui perangkat ke versi Android yang baru dengan lebih cepat.  Dilansir dari Tech Radar, untuk dapat menggunakan Android 10 ini, tiap produsen harus mengembangkan versi pembaharuannya sendiri untuk tiap ponsel. Hal tersebut tentu dapat memakan waktu yang cukup lama. Sehingga, tak perlu heran apabila belum bisa mendapatkannya saat ini.

Beberapa kabar pembaruan pada Android 10 yang beredar saat ini salah satunya pada peningkatan keamanan data privasi pengguna. Sebuah penelitian menemukan lebih dari 1300 aplikasi yang ada di Google Play Store secara rutin telah mengambil data pengguna walau telah ditolak pengguna saat aplikasi tersebut mengajukan permintaan. BEST PROFIT

Sementara itu, riset MalwareByte meyakini virus ini disebar lewat situs shady game yang mengecoh pengguna untuk mengunduh aplikasi dari pihak ketiga. Selain tetap berjalan di latar (background), Xhelper mempelajari perilaku pengguna ponsel tanpa memunculkan ikon di menu utama.

 

Sumber : cnnindonesia

Tinggalkan Balasan