Best Profit Futures Banjarmasin

Vaksin Bisa Rusak Otak Manusia, Hoaks

PT. BESTPROFIT FUTURES

ilustrasi-babi-4_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Beredar pesan berantai bahwa vaksin Covid-19 asal Sinovac yang dipakai Indonesia dan sudah disuntikkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbahaya karena bisa merusak otak. Walau tak menyebut spesifik kasus Sinovas, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebelumnya sudah pernah menegaskan bahwa unggahan di media sosial yang berisi klaim vaksin berbahaya bagi manusia karena mengandung aluminium yang bisa merusak otak adalah hoaks. Adapun narasi pada unggahan yang disebut hoaks itu “Bahayanya vaksin dgn kandungan virus yang dibantu alumunium langsung menuju otak (buku teks kedokteran mengakui hal ini.)” BESTPROFIT
“Klaim bahwa vaksin mengandung aluminium bisa merusak otak adalah tidak benar,” tulis Kominfo di laman resmi, Selasa (26/1). Kominfo juga menyertakan informasi bahwa Bimo A. Tejo, Associate Professor dan Peneliti Kimia Farmasi Universiti Putra Malaysia mengatakan bahwa virus yang menyerang otak memang ada. Namun, bukan karena vaksin atau kandungan aluminium. Semua vaksin yang sudah mendapat izin edar berarti sudah lolos uji klinis. Kandungan garam aluminium dalam vaksin kecil sekali. Tidak ada bukti juga vaksin yang mengandung aluminium bisa menyerang otak. Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan video tentang puluhan santri di Jember, pingsan setelah menerima vaksin Covid-19 buatan Sinovac adalah konten yang menyesatkan. Satgas menyatakan narasi dalam video itu tidak sesuai dengan video yang diunggah. PT. BESTPROFIT

“Faktanya, dalam video dinyatakan puluhan santri pondok pesantren di Kecamatan Jenggawah Jember pingsan karena dehidrasi usai disuntik vaksin difteri pada 27 Febuari 2018,” kutip Satgas dalam laman resmi, Rabu (20/1). Berdasarkan hasil pemeriksaan, Satgas menemukan video itu beredar di Facebook. Postingan yang diunggah pada 13 Januari 2021 ini telah mendapatkan sejumlah komentar dan telah dibagikan oleh pengguna Facebook lain. Setelah ditelusuri, Satgas menyebut peristiwa dalam video tersebut terjadi jauh sebelum munculnya Covid-19. Video ditemukan di kanal Youtube Jember 1Tv pada 28 Februari 2018, dengan judul ‘Puluhan Santri Pingsan Usai Imunisasi Difteri’. PT. BEST PROFIT

“Dalam keterangannya, disebutkan bahwa puluhan santri di pondok pesantren Pondok Pesantren Madinatul Ulum berada di Kecamatan Jenggawah itu pingsan karena dehidrasi usai disuntik vaksin difteri,” kata Satgas. Pihak Pondok Pesantren Madinatul Ulum diketahui telah mengeluarkan surat edaran mengenai video tersebut. Mereka menegaskan video tersebut merupakan vaksinasi difteri yang dilakukan oleh Puskesmas Jenggawah, pada tanggal 28 Februari 2018. BEST PROFIT

“Tidak benar jika video tersebut dihubungkan dengan vaksinasi COVID-19 yang marak akhir-akhir ini,” kata pihak ponpes dalam surat edaran.

Sumber : cnnindonesia