Best Profit Futures Banjarmasin

Tiga Hari Jadi Raja, Kini Rupiah Terlemah di Asia

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta,Setelah 3 hari perkasa, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah. Dolar AS pun kembali ke kisaran Rp 14.600.

Pada Jumat, US$ 1 sama dengan Rp 14.600 kala pembukaan pasar spot. Rupiah melemah 0,45% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Pelemahan rupiah sudah dapat diduga, karena mata uang Tanah Air terdepresiasi di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) sebelum pasar spot dibuka. Kurs di NDF kerap kali menjadi penentu arah di pasar spot. – PT BEST PROFIT

Seiring perjalanan pasar, depresiasi rupiah semakin dalam. Pada pukul 08:15 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.620 di mana rupiah melemah 0,58%.

Pada 3 hari perdagangan terakhir, rupiah terus menguat. Bukan sembarang menguat, tetapi penguatan rupiah menjadi yang terbaik di Asia.

Namun pagi ini dolar AS memang sulit dibendung. Greenback menguat terhadap mayoritas mata uang utama Benua Kuning.  – PT BESTPROFIT

Dengan depresiasi 0,58%, rupiah bahkan menjadi mata uang terlemah di Asia. Roda berputar, rupiah berubah dari raja menjadi hamba sahaya di Benua Kuning.

Berikut perkembangan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama Asia pada pukul 08:12 WIB:

Hasil Rapat The Fed Lambungkan Dolar AS

Dolar AS mendapat kekuatan dari hasil rapat The Federal Reserve/The Fed. Jerome ‘Jay’ Powell dan kolega memang mempertahankan suku bunga acuan di 2-2,25%. Bahkan The Fed menyebut ada risiko perlambatan investasi di Negeri Paman Sam.  – BEST PROFIT

Namun risiko tersebut tidak menyurutkan niat bank sentral AS untuk tetap dalam mode pengetatan kebijakan moneter. Dalam pernyataan tertulisnya, The Fed menyebut siklus kenaikan suku bunga acuan secara gradual masih akan ditempuh.

“Komite menilai bahwa kenaikan suku bunga acuan secara bertahap adalah kebijakan yang konsisten dengan ekspansi ekonomi yang berkelanjutan, pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi di kisaran 2% dalam jangka menengah. Risiko dalam perekonomian masih seimbang,” tulis pernyataan The Fed.  – BESTPROFIT

Pelaku pasar pun mendapatkan petunjuk yang lebih jelas mengenai potensi kenaikan suku bunga acuan pada rapat Desember. Mengutip CME Fedwatch, probabilitas kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada rapat 19 Desember adalah 75,8%. Naik dibandingkan posisi kemarin yaitu 74,6% dan seminggu yang lalu sebesar 68,8%.

Kenaikan suku bunga acuan akan ikut menaikkan imbalan investasi di AS, khususnya di instrumen berpendapatan tetap. Akibatnya, permintaan terhadap dolar AS akan meningkat dan nilainya semakin kuat.

Sumber : CNBC Indonesia

One Response to Tiga Hari Jadi Raja, Kini Rupiah Terlemah di Asia

  1. […] PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta, Bursa saham utama kawasan Asia dibuka melemah pada perdagangan hari ini: indeks Nikkei turun 0,07%, indeks Strait Times turun 0,48%, indeks Shanghai turun 0,55%, dan indeks Hang Seng turun 1,15%. – BEST PROFIT […]

Tinggalkan Balasan