Best Profit Futures Banjarmasin

The Fed Pertahankan Kebijakan, Indeks Dolar Melemah

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN
BEST PROFIT BANJARMASIN
BEST PROFIT BANJARMASIN – JAKARTA, Dolar Amerika Serikat bergerak melemah di awal perdagangan Kamis setelah rilis pernyataan kebijakan Federal Reserve.

Indeks Dolar AS, yang melacak kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terpantau melemah 0,24% atau 0,226 ke level 93.446 pada pukul 7.18 WIB setelah dibuka turun 0,18% di 93,503.

Pada sesi sebelumnya, indeks dolar ditutup melemah 0,41% atau 0,382 poin ke level 93,672.

Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga dan kebijakan moneternya. The Fed juga menyatakan akan segera memulai mengurangi kepemilikan obligasinya ‘relatif segera’.

“Dalam pikiran kita, ‘relatif segera’ ini konsisten (dengan pengurangan kepemilikan obligasi pada September), tapi mungkin ada harapan akan adanya sinyal yang lebih jelas di bulan September,” kata Vassili Serebriakov, analis valas Credit Agricole, seperti dikutip Reuters.

“Mungkin pasar menerka-nerka apa yang akan terjadi di bulan September, tapi kami tidak. Kata ‘relatif segera’ dapat berujung pada beberapa interpretasi,” lanjutnya. – BEST PROFIT BANJARMASIN

Walaupun pernyataan tersebut tampaknya berarti the Fed akan mulai mengurangi neracanya pada pertemuan berikutnya di bulan September, tidak adanya kejutan yang terjadi membuat pelaku pasar kembali ke tren pelemahan dolar yang terjadi sebelum rilis pernyataan tersebut.

“Ada banyak momentum aksi jual dolar secara umum. Begitu pernyataan the Fed muncul dan tidak ada alasan untuk membeli dolar, pasar mencoba mendorong kenaikan pada beberapa mata uang lainnya,” kata Serebriakov.

Bank Dunia (World Bank) menyebutkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tiga tahun ke depan masih cukup menjanjikan. Hal itu tak lepas dari fundamental perekonomian yang kuat.

Dalam laporan East Asia-Pacific Outlook April 2017, Bank Dunia memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi hingga 2019 akan terus naik. Pada 2017, produk domestik bruto (PDB) Indonesia diprediksi tumbuh 5,2% atau naik dari tahun lalu sebesar 5,0%.

Adapun untuk 2018, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi mencapai 5,3%. Proyeksi tersebut terbilang lebih pesimistis dibanding proyeksi Pemerintah Indonesia yakni 5,6%. Sementara itu untuk 2019, PDB Tanah Air diprediksi kembali naik sebesar 5,4%.

“Fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat. Kita lihat, pertumbuhan ekonomi negara ini memliki prospek yang jauh lebih baik dari negara lain yang cenderung melambat,” kata Hans Anand Beck, Ekonom Senior Bank Dunia untuk Indonesia, Kamis

sumber : bisnis

BEST PROFIT BANJARMASIN