Best Profit Futures Banjarmasin

Terusan Suez, Isu Lingkungan dan Kehidupan Ikan yang Terancam

PT. BESTPROFIT FUTURES

bd3d0f99-e063-4878-86e2-bdcf06bd50d5_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Terusan Suez yang dibuka sejak November 1869 itu ternyata menyebabkan banyak spesies hewan terancam dan menimbulkan masalah baru bagi lingkungan. Terusan yang menghubungkan antara Laut Merah ke Laut Mediterania ini merevolusi perjalanan maritim dengan menciptakan rute pengiriman langsung antara Timur dan Barat. Namun selama bertahun-tahun, spesies invasif telah mendorong kehidupan laut asli menuju kepunahan dan mengubah ekosistem Mediterania yang berpotensi menghancurkan habitat asli. BESTPROFIT


Pada abad ke-19 beberapa industri dunia tengah fokus merancang bagaimana kapal dapat menghindari pengiriman logistik yang berkepanjangan. Tetapi saat itu tidak memiliki fokus dalam meneliti bagaimana masalah lingkungan yang muncul. Sebagian orang pada umumnya tidak memikirkan dampak pada hewan dan lingkungan pada saat menemukan sesuatu. Itulah sebabnya banyak hewan yang berpindah tempat karena konsekuensi pembangunan. PT. BESTPROFIT

“Globalisasi perdagangan dan transportasi telah menciptakan jalur global transfer spesies,” ujar ahli geologi akuatik Institut Ilmu Kelautan Kanada, Josephine Iacarella. Mengutip Atlasobscura, spesies invasif merupakan spesies yang berpindah dari wilayah asalnya dan dibawa ke lokasi baru ke belahan dunia lain Jika kondisinya sama maka akan bertahan hidup dan berkembang biak, namun jika sebaliknya maka terancam punah. Terusan Suez yang dibangun di sepanjang tanah gersang yang memisahkan Afrika dari timur ke tengah, merupakan salah satu kanal lintas akuatik paling terkenal di dunia. Selama 151 tahun terakhir menjadi perlintasan bagi spesies untuk masuk dan mengubah Laut Mediterania.

Dalam beberapa tahun, kanal tersebut menjadi masalah bagi lingkungan karena pemerintah Mesir dituding tidak fokus dalam menghentikan atau memperlambat migrasi ini hewan. Ahli biologi kelautan Israel, Bella Galil. Ia mengatakan banyak kerusakan ekologis yang tidak dapat diperbaiki lagi oleh pemerintah setempat. PT. BEST PROFIT

“Ini tidak seperti menambahkan nilai [ekonomi ke Mediterania]. Mereka menggantikan spesies asli, dan banyak spesies asli memiliki nilai lebih tinggi. Para nelayan akhirnya menderita,” ujarnya. Begitu banyak yang melakukan migrasi di sini sehingga fenomena tersebut mendapatkan namanya sendiri, yaitu migrasi Lessepsian. Galil mengatakan jumlah spesies invasif saat ini mencapai total sekitar 400 spesies. Jumlah itu telah berlipat ganda pada 30 tahun terakhir. Hal ini disebutnya sebagai fenomena bersejarah yang tidak diinginkan.

Israel sudah menghadapi gelombang ubur-ubur beracun yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini telah merusak pembangkit listrik pesisir dan membuat pengunjung pantai takut. Beberapa spesies berbisa lainnya termasuk ikan agresif lionfish yang telah membentuk koloni permanen, yang menciptakan potensi bahaya kesehatan ketika mereka berakhir di piring restoran tepi pantai. Yang paling mengkhawatirkan adalah kedatangan Lagocephalus Sceleratus, ikan bertulang sangat beracun yang biasa dikenal sebagai ikan toadfish pipi perak. Ia mengatakan spesies baru itu menyebabkan ‘restrukturisasi dramatis’ ekosistem yang membahayakan bagi spesies lokal, dan dapat memusnahkan kerang, udang dan mullet merah asli, seperti dikutip Timesofisrael. BEST PROFIT

Sumber : cnnindonesia