Best Profit Futures Banjarmasin

Terjang Bumi Kecepatan Tinggi, Beda Badai Matahari-Lidah Api

PT. BESTPROFIT FUTURES

thumbnail-video-9_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Badai Matahari disebut menerjang Bumi dengan kecepatan ratusan kilometer perjam pada 11 hingga 12 Juli 2021 kemarin, namun fenomena ini berbeda dengan juluran Lidah Matahari yang terjadi pekan lalu. Badai ini diperkirakan akan berdampak pada Bumi, disebut dapat memancarkan partikel Matahari ke atsomsfer yang menyebabkan dampak besar pada infrastruktur komunikasi. BESTPROFIT


Berdasarkan laporan Space Weather, badai itu berasal dari atmosfer Matahari, tetapi badai geomagnetik yang lengkap tidak mungkin terjadi. Namun, itu bisa memicu aurora ketinggian tinggi. “Badai Matahari datang hari ini, aliran angin Matahari berkecepatan tinggi diperkirakan akan menghantam medan magnet Bumi. Mengalir dari lubang khatulistiwa di atmosfer Matahari, kecepatan angin bisa mencapai 500 kilometer per detik,” seperti tertulis di situs web itu akhir pekan lalu.

Lembaga Antariksa Amerika Serikat, NASA telah mengatakan bahwa badai Matahari bergerak menuju bumi dengan kecepatan sekitar 1,6 juta kilometer per jam. Ada kemungkinan bahwa kecepatannya dapat meningkat lebih jauh. Semburan dahsyat itu diperkirakan dapat gangguan komunikasi dan pemadaman komunikasi radio HF (frekuensi tinggi) yang luas selama satu jam atau lebih. PT. BESTPROFIT

Sebelumnya, pada 3 Juli lalu suar (lidah api) Matahari meletus dan mengarah ke Bumi. Para peneliti mengatakan itu adalah letusan suar besar X1 pertama Matahari dalam beberapa tahun terakhir. Pusat Prediksi Luar Angkasa AS memantau letusannya diprediksi setara dengan ledakan jutaan bom hidrogen. Kejadian tersebut berlangsung di bintik Matahari AR2838 pada 10:29 ET. Terdapat perbedaan fenomena badai Matahari dan juluran lidah api.

Lidah Api
Lidah api (flare) Matahari adalah ledakan besar di atmosfer Matahari, yang disebabkan oleh reorganisasi garis medan magnet di dekat bintik Matahari. Fenomena ini juga disebut sebagai letusan radiasi elektromagnetik dari Matahari, yang berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam. Flare itu terkadang disertai dengan lontaran massa (coronal coronal mass ejection/ CMEs)

Saat ledakan bintik Matahari terjulur, ia akan mengirimkan energi cahaya dan partikel berkecepatan tinggi ke sekitar Matahari atau disebut Flare. Flare terbesar dikenal sebagai flare kelas X. Hal ini disebut berdasarkan sistem klasifikasi yang membagi flare Matahari berdasarkan kekuatannya. Sedangkan yang terkecil adalah kelas A, lalu diikuti oleh B, C, M dan X. Mirip dengan skala penghitungan gempa bumi, yakni skala sichter, setiap huruf mewakili peningkatan 10 kali lipat pada skala energi. PT. BEST PROFIT

Suar matahari biasanya terjadi di daerah aktif, yaitu daerah di Matahari yang ditandai dengan adanya medan magnet yang kuat, biasanya terkait dengan kelompok bintik Matahari. Saat medan magnet ini berkembang, mereka dapat mencapai titik ketidakstabilan dan melepaskan energi dalam berbagai bentuk. Hal ini termasuk radiasi elektromagnetik, yang diamati sebagai jilatan api Matahari.

Suar Matahari dianggap sebagai bagian dari “cuaca luar angkasa”, kondisi yang mempengaruhi ruang angkasa di sekitar Bumi yang biasanya disebabkan oleh Matahari. Jika energi itu masuk, itu dapat mempengaruhi komunikasi frekuensi tinggi seperti sistem penentuan posisi global (GPS) dan satelit.

Badai Matahari
Badai matahari adalah ledakan besar partikel bermuatan, yang dikeluarkan dari atmosfer Matahari ke luar angkasa. seperti dikutip Live Mint. Badai matahari terjadi akibat siklus 11 tahun ketika polaritas medan magnet Matahari bergeser. Gaya magnet yang bekerja pada matahari terjerat selama proses tersebut, dan meledak mengirimkan plasma matahari ke luar angkasa. BEST PROFIT

Ledakan ini dapat memancar keluar melintasi heliosfer dan mempengaruhi seluruh Tata Surya, termasuk Bumi. Mengutip Times Now News, badai geomagnetik ini dapat menyebabkan gangguan sementara pada magnetosfer bumi akibat gelombang kejut angin Matahari. Magnetosfer adalah wilayah ruang yang didominasi oleh medan magnet Bumi.

Selain infrastruktur komunikasi di Bumi, satelit di atmosfer atas juga dapat terpengaruh oleh semburan Matahari. Hal itu disebut dapat menyebabkan gangguan pada sinyal ponsel, TV satelit dan navigasi GPS. Para ahli juga mengatakan bahwa beberapa tempat mungkin melihat trafo yang meledak jika arus di saluran listrik tinggi.

Sumber : cnnindonesia