Best Profit Futures Banjarmasin

Startup RI Ungkap Kelemahan Teknologi RS Rujukan Covid-19

PT. BESTPROFIT FUTURES

3ec4646d-e1ee-4dc9-bc96-be24b693a8f7_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Perusahaan rintisan (startup) dalam negeri, Neurabot menggunakan teknologi kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) untuk data mining platform terpusat bagi data citra pasien virus corona Covid-19 yang telah teridentifikasi di Indonesia. Neurabot menjadi bagian dari gugus tugas kecerdasan buatan dan teknologi informasi (Task Force AI & TI) dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. BESTPROFIT

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan Neurabot bertugas untuk mengembangkan penerapan teknologi deep learning pada pemeriksaan CT-Scan paru-paru serta foto polos dada (x-ray). Ia mengklaim Neurabot bisa mendeteksi cepat kasus Covid-19 dengan sensitivitas dan tinggi, sehingga dapat membantu pengambilan keputusan klinis dalam pandemi corona saat ini. PT. BESTPROFIT

Pendiri Neurabot Indarto menjelaskan salah satu kelemahan yang dihadapi dalam penggunaan teknologi yang dikembangkan adalah mayoritas rumah sakit rujukan Covid-19 masih menggunakan pemeriksaan foto polos dada (x-ray) yang sensitivitasnya rendah. Menurut Indarto, sensitivitas x-ray lebih rendah dibanding CT-scan paru dosis rendah (LDCT) dalam mendeteksi gambaran perubahan struktur paru pasien.

“Meski demikian Neurabot bersama pakar AI yang tergabung dalam gugus tugas ini akan tetap berupaya mengolah seluruh sumber data yang ada, termasuk data foto polos dada dan data klinis sebagai penguat untuk menghasilkan solusi identifikasi dini berbasis AI dengan tepat dan cepat,” tutur Indarto mengutip Antara, Senin (8/6).

Solusi pertama Neurabot adalah My Lab, yakni platform laboratorium pemrosesan citra digital pertama di Indonesia di bidang kesehatan dan bioteknologi. Melalui platform ini, Neurabot menghadirkan laboratorium digital berbasis citra mikroskopis maupun citra radiologi, yang memungkinkan penggunanya melakukan kolaborasi penelitian, olah data citra digital, digitalisasi serta penyimpanan data. PT. BEST PROFIT

Solusi kedua Neurabot adalah AI Lab, yang mampu mengolah data citra medik maupun bioteknologi yang telah terkumpul dengan bantuan kecerdasan buatan. Hasilnya adalah informasi dalam bentuk prediksi, kalkulasi, identifikasi dan segmentasi suatu objek atau kondisi, yang berguna secara langsung saat pengambilan keputusan (decision support system) dalam proses diagnosis suatu penyakit, termasuk saat pandemi Covid-19.

Indarto menyampaikan Neurabot bertujuan membangun ekosistem dalam bidang ilmu pengetahuan yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dengan kecerdasan manusia, namun tanpa menggantikan manusia.

“Teknologi ini tidak bermaksud menggantikan seorang ahli, tetapi membantu dalam penegakan diagnosis dengan cepat dan tepat. Keputusan akhir dalam diagnosis merupakan tanggung jawab para ahli maupun profesional,” paparnya Neurabot merupakan startup yang mendapatkan hak cipta di bidang ‘Platform Laboratorium Pemrosesan Citra Digital dengan Teknologi Artificial Intelligence’. BEST PROFIT

Neurabot juga telah menyabet penghargaan saat mewakili Indonesia dalam beberapa kompetisi internasional, antara lain Asia Hardware Battle 2018, Best AI/Machine Learning dan HealthTech Startup pada ajang Rice Bowl StartUp Awards 2018, Indonesia.

Sumber : cnnindonesia