Best Profit Futures Banjarmasin

Spesifikasi Pesawat Pengebom Xian H-6 China Provokasi Taiwan

PT. BESTPROFIT FUTURES

f3e6aaf6-6a42-41c3-9c4d-7e7f3878fca3_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Ketegangan antara China dan Taiwan semakin memanas. Pasalnya sejumlah jet tempur Tiongkok melakukan provokasi dengan menerobos zona pertahanan udara Taiwan pada Senin (22/6). Angkatan Udara Taiwan menyebut pesawat-pesawat China itu terdiri dari pesawat pengebom Xian H-6 dan jet tempur J-10. Serangan China itu terjadi di hari yang sama ketika Taiwan meluncurkan jet latih canggih yaitu Brave Eagle. Jet tersebut merupakan bagian dari strategi pertahanan Taiwan dalam menghadapi tekanan China yang makin kuat. BESTPROFIT


Xian H-6 sendiri merupakan pesawat lisensi dari Tupolev Tu-16, bomber bermesin ganda Uni Soviet (sekarang Rusia) ini khusus dibuat untuk Angkatan Udara China dan pengiriman pesawat dimulai pada 1958. Pesawat ini bukanlah pesawat baru, sebab sudah ada sejak tahun 1959 dan hanya diproduksi sebanyak 175 unit. Awalnya, H-6 diklasifikasikan sebagai pesawat pengebom strategis yang berfungsi sebagai pencegah bom nuklir. Peran pesawat ini telah dimainkan sejak jaman Perang Dunia I.

Berkat kemajuan teknologi, hadirnya H-6 ini kemudian memberi jalan kepada peran pesawat pengebom yang lebih konvensional, terutama dari rudal balistik yang diluncurkan dari darat atau dengan kapal selam. Dari sisi tampilan, Xian H-6 memiliki kokpit stepping yang mengkilap. Posisi ekor yang berjendela dapat menurunkan meriam trailing untuk mencegat musuh-musuhnya. Xian H-6 dilengkapi persenjataan 2 x 23 mm Nudelman-Rikhter NR-23 meriam di menara punggung terpencil, 2 x NR-23 meriam di menara ventral, 2 x NR-23 meriam di menara belakang pesawat, dan senjata opsional 1 x NR-23 meriam di hidung pesawat, seperti dilansir Military Factory. PT. BESTPROFIT

Pesawat juga disematkan 6 atau 7 rudal KD-88, rudal antikapal C-601, rudal antikapal YJ-62 (C-602), rudal antikapal C-301, rudal antikapal C-101, dan eudal jelajah CJ-10A serta bom tak berpandu yang memiliki berat 9.000 kilogram. Badan pesawat memiliki panjang 34,8 meter, dengan lebar sayap 33,0 meter, dan tinggi 10,36 meter seperti dikutip Armed Forces. Selain itu, pesawat dapat terbang dengan kecepatan maksimum 1,050 kilometer per jam sampai jarak 6,000 kilometer. Sebelumnya, Taiwan tak menjelaskan berapa jumlah pesawat China yang menerobos wilayahnya itu. Penerobosan ini merupakan yang ke delapan kali dalam dua minggu terakhir.

Militer Taiwan bisa segera mengusir pesawat-pesawat China tersebut dari wilayahnya setelah mengirim peringatan lisan melalui radio. Melalui pernyataan, militer Taiwan juga mengatakan telah mengerahkan jet-jet tempurnya untuk berpatroli dan secara proaktif “mengusir” pesawat-pesawat asing yang memasuki wilayahnya. Taiwan selama ini berada di bawah ancaman invasi terus-menerus oleh China. Beijing menganggap Taiwan sebagai wilayah mereka dan bersumpah akan merebut, meski dengan kekerasan, terutama jika negara itu mendeklarasikan kemerdekaan. PT. BEST PROFIT

Jika menghitung kekuatan, pasukan Taiwan kalah jumlah dengan Tentara Pembebasan Rakyat China yang sangat besar. Kondisi itu diperparah ketika negara-negara barat semakin waspada menjual sistem senjata canggih ke Taiwan karena takut menimbulkan kemarahan Beijing. Taiwan saat ini memiliki sekitar 300 jet tempur, seluruhnya beroperasi sejak 1990-an, termasuk F-16 buatan Amerika Serikat, Mirage 2000-5 buatan Prancis, dan Indigenous Defensive Fighters (IDF) yang dikembangkan secara lokal.

Sejauh ini Amerika Serikat menjadi pemasok utama bagi angkatan bersenjata Taiwan, terlebih sejak Donald Trump menjabat. Tahun lalu pemerintah Trump mengumumkan akan menjual 66 jet F-16 generasi terbaru ke Taiwan tak lama setelah penjualan peralatan militer lainnya termasuk rudal dan kendaraan lapis baja. Rencana itu membuat marah China. Mereka bersumpah untuk memberikan sanksi kepada perusahaan yang terlibat dalam penjualan jika itu terealisasi. BEST PROFIT

Sumber : cnnindonesia