Best Profit Futures Banjarmasin

Siapa sangka, 6 komoditas ini dulu lebih berharga daripada emas

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Bagi kita barang-barang seperti garam, pewarna pakaian, dan aluminium mungkin tak tergolong barang mewah. Masih bisa dijangkau kantong pegawai dengan upah minimum. Tetapi ketiga benda yang disebutkan tadi justru dijual dengan harga selangit di masa lalu.

Berabad-abad lalu, satu ons garam biasa ditukar dengan beberapa ons emas. Sementara umbi tulip setara dengan rumah mewah atau biaya hidup keluarga kelas menengah selama puluhan tahun. Namun perkembangan teknologi dan kemudahan transaksi membuat komoditas-komoditas penting ini ‘turun kasta’. – PT BEST PROFIT

Benda-benda apa saja yang di masa lalu dianggap lebih berharga daripada emas? Berikut ini kami tampilkan beberapa di antaranya.

1. Garam

Saat ini kita bisa mendapatkan garam dengan harga yang sangat murah. Bahkan garam khusus diet atau garam pink yang konon bagus untuk diet itu pun harganya masih lebih murah daripada 1 gram emas. Tetapi lain ceritanya di zaman kuno.

Nyaris seluruh peradaban besar di dunia, mulai dari China, India, Mesir, sampai Yunani menganggap garam sebagai komoditas yang nyaris tak ternilai. Ada dua alasan yang menjadikan butiran kristal asin itu begitu berharga. Pertama, karena garam sangat penting untuk kesehatan dan kelangsungan hidup manusia. Alasan lainnya adalah karena benda ini bisa mengawetkan makanan. Perlu diingat, teknologi penyimpanan dan pengawetan bahan makanan saat itu memang belum semaju sekarang. – PT BESTPROFIT

2. Umbi tulip

Sampai abad 17, Belanda pernah dilanda Tulip Mania. Pada masa itu harga umbi tulip benar-benar fantastis. Di tahun 1637, harga beberapa spesies tulip bahkan lebih tinggi daripada gaji tahunan buruh. Umbi tulip diperlakukan seperti barang mewah dan diperjualbelikan dengan kontrak future trading layaknya saham. Tak sedikit spekulan yang mendadak kaya atau kehilangan harta dalam semalam gara-gara tulip.

Umbi tulip yang terkena virus dijual lebih mahal lagi, karena bisa menghasilkan bunga dengan motif lurik yang langka. Semper Agustus, umbi tulip termahal yang dijual pada masa itu bernilai 10.000 gulden. Pada masa itu, jumlah tersebut setara dengan rumah mewah di kanal paling eksklusif di Amsterdam dan biaya hidup satu keluarga ekonomi menengah selama puluhan tahun. – BESTPROFIT

3. Pewarna ungu imperial

Di masa kejayaan Romawi, pewarna ungu merupakan komoditi yang luar biasa eksklusif. Terutama jenis pewarna yang disebut ungu Tyrian atau ungu imperial. Setiap satu ons pewarna diperdagangkan dengan sekitar 1 kilogram emas.

Warna ungu Tyrian didapat dari kerang murex yang dihasilkan. Jika kualitasnya sangat bagus, warnanya tidak akan pudar sampai 190 tahun. Saat berada di Persia, Alexander Agung (Iskandar Zulkarnain) menemukan berton-ton pewarna biru Tyrian di dalam koleksi harta kerajaan Susa. – BEST PROFIT

4. Indigo cake

Sama seperti ungu Tyrian, biru sempat menjadi warna paling bernilai di dunia. Pewarna biru yang dikenal sebagai indigo cake dianggap sebagai barang berharga, bahkan bisa digunakan sebagai pengganti mata uang.

Warna biru adalah komoditas ekspor yang dimonopoli oleh orang Eropa, karena bahannya sulit dibudidayakan. Warna ini didapatkan dari tanaman indigofera yang dibudidayakan di Peru, India, Asia Timur dan Mesir pada zaman purba.

“Indigo lebih kuat dari senjata,” kata Catherine E. McKinley, penulis Indigo: In Search of the Color that Seduced the World. “Indigo digunakan sebagai mata uang secara harfiah. Mereka menukarkan selembar kain biru dengan satu budak.”

5. Cengkih

Rempah-rempah merupakan salah satu komoditas paling berharga di dunia hingga saat ini. Sampai abad 18, cengkih bahkan dianggap lebih berharga daripada emas.

Ketika Konstantinopel runtuh pada tahun 1453, jalur perdagangan rempah dari Asia Selatan terputus. Akibatnya harga cengkih semakin meroket. Ekspedisi untuk mendapatkan rempah pada abad 16 bahkan bisa mendatangkan keuntungan hingga 400 persen.

6. Aluminium

Sebelum teknologi pemurnian yang efisien ditemukan, aluminium dinilai lebih berharga daripada emas. Pada suatu masa Napoleon IIII biasa menjamu tamu-tamunya yang paling terhormat dengan peralatan makan yang terbuat dari aluminium. Sementara mereka yang posisinya dianggap lebih rendah akan disuguhi makanan di peralatan dari emas.

 

Sumber: merdeka