Best Profit Futures Banjarmasin

Selasa Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 13.151/USD

2016-rupiah-mata-uang-terbaik-kelima-di-asia

PT.BEST PROFIT FUTURES – Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka variatif setelah kemarin terapresiasi hingga penutupan.  Mata uang nasional mengalami tekanan saat USD menguat mendekati posisi terbaik dalam satu pekan terhadap yen Jepang.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi dibuka pada level Rp 13.151/USD, dan bertahan hingga siang hari ini. Posisi ini tercatat melemah dari posisi sebelumnya di level Rp 13.112/USD.  Menurut data Bloomberg, rupiah berada pada posisi Rp 13.096/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp 13.096-Rp 13.165/USD. Posisi ini memperlihatkan perbaikan rupiah dibandingkan awal pekan kemarin Rp 13.107/USD dengan kenaikan sebesar 11 poin.

Menurut  data  dari Limas, rupiah mengawali hari justru melemah di level Rp 13.138/USD dengan penyusutan sebesar 36 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp 13.102/USD.  Namun posisi rupiah memperlihatkan tren positif terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance dengan dibuka pada level Rp 13.080/USD dengan kisaran harian Rp 13.080-Rp 13.140/USD. Rupiah tercatat menguat sebesar 20 poin dibandingkan kemarin Rp 13.100/USD.

Seperti dilansir Reuters, yen medekati posisi terburuk dalam satu pekan terhadap USD, setelah pemilihan parlemen Jepang menghadirkan harapan akan adanya stimulus terhadap pelonggaran moneter.  Dolar tercatat berubah sedikit 0,3% menjadi 102.53 terhadap yen, usai awal pekan menanjak ke level tertinggi pada posisi 102.895 sejak Juli.  Dolar  menguat hampir 2,2% kemarin untuk mencetak kenaikan terbesar dalam satu hari melawan yen sejak Oktober 2014. Kebangkitan USD dinilai akan bertahan jika kedepannya data ekonomi AS masih membaik dan pernyataan petinggi The Fed mendukung kenaikan suku bunga acuan atau Fed rate pada September, mendatang.

Meski data pekerjaan AS jauh lebih kuat dari yang diprediksi, para pelaku pasar masih ragu The Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini saat Inggris bulan lalu mengejutkan dunia karena memilih meninggalkan Uni Eropa (UE). Poundsterling mulai pulih 0,1% menjadi USD1.2990, masih lebih baik dari awal pekan kemarin di posisi 1.2851.  Tercatat, pounds yang sempat ambruk ke posisi terburuk dalam 31 tahun setelah referendum Brexit, Juni lalu perlahan mulai membaik. Euro sendiri tercatat stabil terhadap USD di level 1.1058.

Bank Indonesia (BI) melaporkan dana asing yang masuk sejak awal tahun hingga 24 Juni 2016 mencapai Rp 97 triliun, atau naik 70,1% dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp57 triliun.

Sementara itu, Gubernur BI Agus Martowardojo di Kantor Pusat BI, Jakarta, Senin, mengatakan dana asing yang masuk tersebut telah menopang penguatan rupiah yang terus bertengger di level psikologis Rp 13.100, dalam beberapa pekan terakhir.  Penguatan rupiah hingga saat ini masih belum menemui level stabilitas baru. Dia melihat, penguatan rupiah lebih karena sentimen eksternal dan internal yang sementara.

Dari sisi internal, disetujuinya Undang-Undang Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) telah meningkatkan kepercayaan pelaku pasar dan investor.  Saat penerapan Tax Amnesty hingga 1 April 2017, Agus meyakini limpahan dana asing akan menopang penguatan rupiah.  Namun, BI akan menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak terlalu lemah, dan tidak terlalu kuat, dan berada pada nilai fundamentalnya.

Lolosnya UU pengampunan pajak di parlemen juga, menurut Agus, telah berhasil meredam dampak eksternal dari hasil refrendum rakyat Inggris untuk kleuar dari Uni Eropa (Britain Exit).  Faktor internal lainnya yang memicu penguatan kurs adalah terjaganya laju inflasi di momentum konsumsi tinggi, Ramadhan dan Lebaran 1437 Hijriah.

Bank Indonesia (BI) mencatat tren penurunan suku bunga kredit dan simpanan perbankan seiring adanya pelonggaran kebijakan moneter. Rata-rata suku bunga kredit turun 33 basis poin (bps) pada periode Mei 2016 dibandingkan tahun lalu, sedangkan suku bunga simpanan berjangka turun 57-81 bps.

Berdasarkan Data Uang Beredar yang dirilis BI, Kamis, rata-rata suku bunga kredit periode Mei 2016 sebesar 12,50%, turun 10 bps dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 12,60%. Jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu yang sebesar 12,83%, suku bunga kredit tersebut turun 33 bps.

Sementara itu, suku bunga simpanan berjangka untuk tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan pada Mei masing-masing sebesar 6,79%, 7,21%, 7,96%, dan 7,90%. Bunga tersebut turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 6,95%, 7,27%, 8,13%, dan 8,02%. Adapun pada akhir tahun lalu, suku bunga simpanan berjangka untuk tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan masing-masing 7,6%, 7,99%, 8,54%, dan 8,47%.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, faktor utama penentu suka bunga adalah inflasi dan suku bunga luar negeri. Dengan inflasi yang cukup rendah saat ini, pihaknya optimistis dapat mempertahankan rezim suku bunga rendah yang mulai berjalan.

Direktur Wholesale Banking PT Bank Permata Tbk Anita Siswadi menjelaskan, perseroan secara bertahap telah menurunkan suku bunga dana dan kredit hampir di seluruh segmen. Dia pun menilai, suku bunga dana maupun kredit masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penurunan.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menuturkan, perseroan sudah menurunkan suku bunga kredit di seluruh segmen, dan melihat masih terdapat ruang penurunan suku bunga kredit lebih lanjut.

Saat ini, rata-rata suku bunga kredit yang diberikan BCA pada segmen korporasi di kisaran 10,25%. Bahkan, untuk sejumlah korporasi, BCA memberikan bunga kredit di kisaran 9%.  Perseroan, menurut Jahja, juga sudah menurunkan suku bunga pada kredit segmen pemilikan rumah (KPR) antara lain memberikan suku bunga KPR dengan bunga tetap sebesar 7,9% hingga tahun ketiga dan 8,9% untuk tahun 4-6. – PT.BEST PROFIT

sumber : financeroll.co.id