Best Profit Futures Banjarmasin

Produksi dan Penjualan Mobil China Terpukul Virus Corona

PT. BESTPROFIT FUTURES

907013cf-b8e1-4b17-befd-3b010870eca2_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – China Securities Journal menyatakan produksi dan penjualan mobil China mengalami pukulan telak pada kuartal pertama 2020 akibat virus Corona yang pertama kali mewabah di Kota Wuhan, Hubei, China. Akan tetapi, situasi tersebut diprediksi akan pulih secara perlahan pada kuartal kedua tahun ini. Melansir Xinhua, Selasa (11/2), penyebaran virus Corona di Wuhan membuat pabrikan menghentikan sementara produksi mobil dan suku cadang mobil di China. Salah satu daerah di China yang paling terdampak dari kemunculan virus Corona adalah Hubei. BESTPROFIT
Hubei merupakan rumah bagi banyak perusahaan join venture. Pada tahun 2019, Hubei disebut menyumbang 8,8 persen pendapatan China karena memproduksi 2,24 juta mobil.
Great Wall Securities membenarkan penghentian sementara produksi di China mengganggu pasokan mobil dan suku cadang secara global. Akan tetapi, kapasitas industri China diyakini akan secara singkat mengatasi kekurangan tersebut.

CITIC Securities menganalisis permintaan penjualan mobil penumpang akan turun dari 17 persen menjadi 20 persen pada kuartal pertama. Sedangkan pada kuartal kedua diprediksi rebond ke 15 persen. Setelah ekspansi yang cepat, tren penjualan mobil China mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Melansir Mark Lines, data dari Asosiasi Produsen Otomotif China membeberkan produksi dan penjualan kendaraan pada 2019 di China menurun. Keseluruhan produksi kendaraan di China pada 2019 berjumlah 25,721 juta unit atau turun 7,5 persen. Sedangkan penjualan mencapai 25,769 juta unit atau turun 8,2 persen. PT. BESTPROFIT

Penurunan disebabkan oleh perang dagang China-Amerika Serikat hingga adopsi standar emisi yang lebih ketat dan potongan subsidi NEV (kendaraan energi baru). Corona paksa produsen tutup pabrik Wabah virus corona tak hanya mengganggu kegiatan bisnis di China. Kegiatan industri di berbagai dunia juga bisa terkena dampak negatif dari wabah yang sudah menelan lebih dari 900 korban jiwa ini. China disebut pemasok utama suku cadang pabrik mobil di seluruh dunia yang dengan nilai impor pada 2018 mencapai US$35 miliar menurut data PBB dilansir dari CNN. Sekitar US$20 miliar komponen asal China ini dikirim ke Amerika Serikat pada 2018, menurut Administrasi Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan. Pabrikan banyak mengandalkan komponen otomotif dari China misalnya perangkat elektronik, baut, hingga onderdil permesinan. PT. BEST PROFIT

“Dampak global berjenjang pada akhir Februari jika produksi China tidak kembali (minggu ini). China sangat besar, tidak ada cara mereka tidak dapat terpengaruh,” kata wakil presiden Pusat Riset Otomotif Michigan Kristin Dziczek. Volkswagen sudah mengumumkan akan menutup pabrik mobilnya di China karena ada pembatasan perjalanan dan kekurangan suku cadang. Lalu General Motors tidak akan memulai kembali operasional pabrik di China sampai 15 Februari karena masalah kesiapan rantai pasok komponen. Hyundai juga telah menutup pabrik perakitannya di Korea Selatan. Ini bukan karena Corona menyebar ke negara tersebut, melainkan tidak dapat beroperasi karena kekurangan suplai komponen China.

Nissan pun mengatakan bila pabriknya di Kyushu, Jepang akan memiliki penyesuaian produksi karena kekurangan suku cadang China. Pabrikan Prancis, Renault juga menangguhkan produksi di pabriknya di Busan, Korea Selatan, karena gangguan pasokan suku cadang China. Sementara Fiat Chrysler pada pekan lalu mengatakan memiliki satu pabrik Eropa yang berisiko kekurangan suku cadang China dalam dua hingga empat minggu ke depan. BEST PROFIT

Sumber : cnnindonesia