Best Profit Futures Banjarmasin

Parlemen Inggris Gagal Sepakati Brexit, Poundsterling Rontok

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta, Nilai tukar poundsterling anjlok lebih dari satu persen pada Senin, waktu London, karena rencana kepergian Inggris dari Uni Eropa (brexit) menemui jalan buntu. Sebab, parlemen setempat gagal menyepakati alternatif brexit.

Poundsterling diperkirakan semakin tenggelam karena buntunya kesepakatan alternatif brexit. “Poundsterling bisa berada di posisi 1,18-1,20 per dolar AS dan mendekati nilai tukar euro,” ujar Ekonom CME Grup Erik Norland, seperti dilansir Reuters, Selasa (2/4). – PT BESTPROFIT

Poundsterling sudah melorot 0,6 persen ke level terendahnya hari ini di posisi US$1,3036. Mata uang Inggris itu sempat diperdagangkan separuh lebih tinggi sebelum pemungutan suara brexit.

Tadinya Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret 2019. Namun, kebuntuan politik di London memaksa penundaan hingga 12 April 2019 nanti. – PT BESTPROFIT BANJARMASIN

Menurut Ahli Strategi ACLS Global Marshall Gittler, hingga kini belum ada alternatif yang lebih memungkinkan untuk kesepakatan brexit. Akibatnya tanda-tanda pelemahan pada aktivitas bisnis di Inggris semakin menguat. – BESTPROFIT

Meskipun, indeks manajer pembelian (PMI) Inggris menunjukkan kenaikan menjadi 55,1 pada Maret 2019, dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu 52,1, namun tampak bahwa industri manufaktur di Inggris tengah menahan diri menanti kesepakatan brexit. – BESTPROFIT BANJARMASIN

“Masalah politik tidak pernah baik untuk mata uang tapi dalam kasus Inggris, poundsterling bisa turun hingga 1,25 terhadap dolar AS jika tidak ada kesepakatan lanjutan setelah Inggris keluar,” ujar Direktur Strategi Mata Uang BK Asset Management Kathy Lien mengutip dari Reuters, Jumat

Pengunduran diri, termasuk keputusan Menteri Brexit Dominic Raab datang beberapa jam setelah May mengklaim mendukung perjanjian pemisahan Inggris dari Uni Eropa tersebut. Perdebatan antara pemerintah dan anggota parlemen opisisi menimbulkan risiko kesepakatan akan ditolak parlemen, dan Inggris akan meninggalkan Uni Eropa tanpa jaring pengaman.

Theresa May berencana untuk kompromi dan menjaga hubungan perdagangan dengan Uni Eropa di masa mendatang. Hal itu ditentang oleh beberapa pihak, termasuk para menteri yang mengundurkan diri. Hal itu membahayakan posisi pemimpin yang menggantikan David Cameron pada 2016 tersebut.

Sumber : CNN Indonesia

PT BESTPROFIT FUTURES, PT BEST PROFIT FUTURES, PT BESTPROFIT, PT BEST PROFIT, BESTPROFIT FUTURES, BEST PROFIT FUTURES, BESTPROFIT, BEST PROFIT, BESTPRO, BPF, PT.BPF, BPF BANJAR, BPF BANJARMASIN, PT BEST, PT BPF