Best Profit Futures Banjarmasin

Pakar: Hewan Selain Komodo Juga Terancam Pemanasan Global

PT. BESTPROFIT FUTURES

398001e0-c89e-4993-8805-9f55e2a83b26_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Sejumlah hewan di Indonesia, selain komodo, yang hidup di dataran rendah diperkirakan bakal punah jika terjadi kenaikan permukaan air laut akibat dampak pemanasan global. Menurut pakar komodo dari satuan kerja Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Evy Ayu Arida, hewan lain yang habitatnya di pesisir juga ikut terancam akibat dampak pemanasan global, terutama hewan-hewan kecil. BESTPROFIT


“Karena komodo merupakan hewan langka yang hidup di Indonesia maka yang menjadi sorotan adalah komodo. Sebenarnya hewan-hewan lain pun juga akan terdampak, apalagi hewan-hewan yang lebih kecil yang habitatnya sama dengan komodo saya pikir akan lebih terdampak,” kata Evy kepada CNNINdonesia.com melalui sambungan telepon, Selasa (7/9). Evy menyatakan prediksi populasi komodo akan terancam akibat pemanasan global memang sudah diwacanakan. PT. BESTPROFIT

“Saya pikir ini bisa terjadi artinya kepunahan dan ancaman perubahan iklim global ini sudah banyak di diwacanakan, entah itu terjadinya bagaimana tetapi prediksinya sudah ada,” ujar Evy. Meski demikian, menurut Evy komodo merupakan hewan yang adaptif, artinya bisa menyesuaikan dengan lingkungannya baik secara habitat maupun mencari mangsa. Maka jika terjadi kenaikan muka air laut masih terdapat kemungkinan komodo akan menyelamatkan diri dengan cara berpindah ke dataran yang lebih tinggi.

“Saya pikir bisa saja terjadi hal itu, fosil biawak Komodo yang ada di Australia ditemukannya di Gunung Isa. Kemudian ada juga fosil di Flores, itu daerah yang letaknya di sekitar center (tengah) Pulau Flores, bukan di pesisir atau mendekati pesisir. Jadi mungkin pada awalnya Komodo ini hidupnya di daerah yang lebih ke pusat pulau,” ucap Evy. PT. BEST PROFIT

Selain itu, meski jarang, Evy mengatakan beberapa ekor komodo pernah ditemukan berada di tempat yang lebih tinggi sampai ketinggian 600 meter di atas permukaan laut. Evy mengatakan pemanasan global yang mengakibatkan kenaikan muka air laut dikhawatirkan akan mengurangi sampai 30 persen dari populasi komodo saat ini. Selain karena pemanasan global, faktor lain yang mengancam populasi komodo kegiatan pembukaan lahan oleh manusia. Manusia mengubah habitat Komodo yakni savana menjadi ladang atau tempat tinggal.

“Ada konflik antara komodo dan manusia dan biasanya komodo yang kalah. Penyebab kepunahan saya melihatnya dari sisi manusianya, bukan dari sisi alamnya,” kata Evy. Untuk menanggulangi kepunahan dari komodo, Evy mengimbau agar masyarakat maupun pemerintah yang berwenang menjaga habitat hewan itu. Selain itu pengawasan rutin juga sangat diperlukan.

“Caranya dengan melakukan monitoring populasi secara rutin. Jadi setidaknya jika ada hewan yang cacat atau penurunan populasi dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti,” kata Evy. Lembaga Union for Conservation of Nature (IUCN) mengumumkan status spesies hewan yang terancam punah pada kongres konservasi dunia di Prancis pekan ini. Menurut mereka kenaikan permukaan air laut akan berdampak terhadap 30 persen habitat komodo dalam 45 tahun mendatang. BEST PROFIT

IUCN bahkan memindahkan komodo dari daftar spesies rentan menjadi spesies yang terancam punah di dunia. Perubahan status tersebut pertama kali terjadi dalam lebih dari dua dekade terakhir.

Sumber : cnnindonesia

Tinggalkan Balasan