Best Profit Futures Banjarmasin

‘Neymar Termakan Janji Bisa Seperti Ronaldo dan Messi’

PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta,  Kelakuan Neymar yang kekanak-kanakan di lapangan, menjadi sorotan tajam banyak kalangan. Ia menjadi buah bibir setelah terlibat perselisihan dengan rekan setimnya di Paris Saint Germain (PSG) Edinson Cavani.
BEST PROFIT
Kedua pemain itu dua kali tertangkap kamera berebut menjadi eksekutor bola mati tendangan bebas dan penalti saat PSG mengalahkan Olympique Lyon 2-0, Minggu.

Manajer Atletico Goianiense, Simoes mengatakan, Neymar tampaknya terlalu termakan janji bisa menjadi seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, sebagai pemain top dunia. – PT BESTPROFIT

“Saya yakin seseorang menjanjikan dirinya bisa menjadi yang terbaik di dunia (jika bersama PSG). Manjadi pemain terbaik dunia itu sama artinya seperti Cristiano Ronaldo: jago sepak pojok, penalti, tendangan bebas, dan semuanya.”

“Kemampuan yang sama pula dengan Messi. Saya yakin mereka yang sudah telanjur meyakinkan harus bertanggung jawab,” terang Simoes dikutip dari Goal. – BESTPROFIT

Neymar terlibat perselisihan dengan rekan setimnya, Edinson Cavani, di lapangan.
Simoes punya hubungan erat dengan cerita Neymar ketika pemain itu masih merumput di Liga Brasil Serie A, Santos. Saat itu, Goianiense, klub yang dimanajerinya pernah menghadapi Santos pada 2010 saat heboh cerita Neymar merajuk di lapangan.

Neymar pernah ingin sekali mengeksekusi tendangan penalti saat timnya mendapatkan hadiah eksekusi titik putih itu. Namun sang pelatih Santos kala itu, Dorival Junior, meminta pemain lain yang melakukan tendangan penalti karena dinilai lebih berpengalaman. – BEST PROFIT

Neymar tampak marah dan membanting bola ke lapangan dan pergi brgitu saja. Meski timnya mencetak gol dari tendangan penalti, wajahnya masih menunjukkan ekspresi kesal dan tampak mula bicara kasar terhadap pelatih.

Usai pertandingan itu pula, Simoes mengatakan bahwa Brasil baru saja menciptakan sosok monster di lapangan macam Neymar.

Namun pada kasus kali ini ia mencoba membela Neymar dan yakin ada pihak yang harus bertanggung jawab atas perangainya yang terlalu kekanak-kanakan.

“Manajer tim yang sejak awal seharusnya memutuskan. Jika memang Cavani yang diberikan tugas (menendang penalti), Neymar yang harusnya salah. Tapi jika sebaliknya, Cavani yang salah.”

“Tapi jika ia (Unai Emery) memang tidak memutuskan, yang salah adalah pelatihnya. Contohnya saat (Neymar) masih di Santos, pelatihnya dulu (Dorival Junior) yang sudah memutuskan untuk tidak menendang penalti,” pungkasnya.