Musim Hujan Tiba, Waspada Ular Kobra Bersarang di Rumah

INFO DAN KEGIATAN news Post Tekno

PT. BESTPROFIT FUTURES

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Sejumlah wilayah di Indonesia mulai memasuki musim hujan. Selain curah hujan yang meningkat, masyarakat juga harus waspada karena musim hujan jadi fase ular kobra bertelur. Ahli Herpetologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy menjelaskan telur ular kobra menetas di musim hujan sudah menjadi siklus normal dalam kehidupan ular. Telur ular kobra menetas di musim penghujan periode bulan September-Oktober dan puncaknya di Desember. BESTPROFIT

“Jadi jika kita lihat menjelang musim hujan, itu adalah musim di mana telur-telur anakan kobra itu menetas,” kata Amir saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

“Otomatis di situ ada kenaikan populasi anakkan. Mungkin nanti puncaknya Oktober Desember,” lanjutnya.

Amir mengatakan ular kobra memasuki musim kawin sekitar April kemudian bertelur pada sekitar Juni dan Juli. Telur diletakkan di tempat aman tiga sampai empat bulan sebelum musim penghujan, jadi periode penetasan atau inkubasinya itu pada tiga sampai empat bulan. PT. BESTPROFIT

Ketika musim penghujan, secara alami ular akan menyediakan pakan yang bagus bagi anakan-anakan ular sehingga ia dapat berkembang.

Sebaliknya, jika periode penetasan terjadi di musim kemarau, anakan ular tidak akan bertahan karena ketersediaan pakan yang minim.

“Kalau di musim penghujan atau di puncak musim penghujan itu ketersediaan pakan untuk anakannya juga bagus, ada cicak, katak, kemudian jenis mangsa yang lain yang dapat menjadi pakan alami bagian anakan itu. Makanya secara alami hampir semua jenis ular itu periode menetasnya itu di bulan-bulan musim penghujan,” papar Amir.

Penyebab ular kobra bertelur di area rumah

Lebih lanjut, Amir juga menyebut bahwa ular kobra kerap bersarang atau bertelur di area yang gelap dan lembap termasuk di daerah rumah penduduk.

Menurutnya terdapat beberapa faktor yang menyebabkan ular kobra bersarang dan bertelur di area rumah, salah satunya karena lingkungan rumah menyediakan ruang yang menguntungkan bagi ular seperti ketersediaan pakan.

“Kobra ini kan mencari tikus, jadi semakin banyak tikus di rumah kita itu kemungkinan ular akan datang,” kata Amir.

Menemukan sarang ular di dalam rumah

Selain itu, Amir juga mengatakan ular kobra akan tertarik dengan tempat yang gelap dan lembap di dalam rumah. Tempat yang kerap dipakai oleh ular bersarang dan bertelur yaitu lubang-lubang yang biasanya berada di antara pondasi dan tembok. PT. BEST PROFIT

“Kobra itu meletakkan telur di lubang, semua telur ular tidak ada yang terekspos keluar. Jadi telur ular itu harus ada di dalam lubang yang gelap dan lembab. Kalau terlalu kering dia tidak menetas,” imbuh Amir.

Menurut Amir, lubang-lubang tersebut mungkin juga tercipta dari tumpukan genting, bebatuan, kardus dan barang bekas lainnya. Kondisi area seperti itu sangat berpotensi dijadikan sarang oleh ular kobra karena menyediakan kelembapan yang ideal.

Cara cegah ular kobra bertelur di rumah

Amir memberikan kiat bagi masyarakat mencegah ular kobra menetaskan telur di area rumah.

Masyarakat diminta untuk waspada karena pada musim hujan yang puncaknya biasanya terjadi antara Oktober hingga Desember, ular kobra akan mencari tempat yang ideal untuk menetaskan telurnya.

“Pada musim-musim itu harus sering membersihkan rumah dan memberi wangi-wangian yang menyengat. Tidak usah menabur garam karena garam tidak efektif,” kata Amir.

selain itu, sistem sirkulasi dan sinar matahari yang masuk ke dalam rumah juga harus diperhatikan agar tidak ada area lembap dan gelap di dalam rumah.

“Sinar matahari masuk ke rumah, ventilasi bagus, sirkulasi ada sehingga tidak ada kelembapan,” imbuhnya.

Amir juga menyarankan supaya penduduk tidak menumpuk barang-barang bekas sehingga tidak menciptakan lubang atau ruang yang dapat digunakan ular untuk bertelur.

Selanjutnya, Amir meminta agar masyarakat rutin membuang sampah setiap hari.

“Membuang sampah dengan disiplin, setiap hari sampah harus dibuang, jangan dibiarkan lama disimpan di dalam rumah karena itu akan mengundang tikus. Itu akhirnya men-trigger bahwa ular itu mencari mangsa karena dia mengikuti bau si tikus,” ucap Amir. Jika ternyata di rumah ditemukan sarang ular kobra, Amir meminta penduduk tidak panik dan tetap waspada. Amir juga menyarankan masyarakat mengetahui letak rumah sakit terdekat yang menyediakan anti-bisa ular jika mereka digigit. BEST PROFIT

“Jadi kemungkinan terburuk nya jika ada orang tergigit ular dapat ditangani dengan baik,” ucap Amir.

Sumber : cnnindonesia