Best Profit Futures Banjarmasin

Mengenal Emergency Use Authorization 3 Vaksin Corona untuk RI

PT. BESTPROFIT FUTURES

86db136f-f786-4ddc-8e27-04c67d0387ef_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Kementerian Kesehatan menyatakan akan melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 9,1 juta orang pada akhir tahun, dimulai pada November dengan menggunakan tiga kandidat vaksin asal China, yakni Sinovac, Sinopharm (G24), dan Cansino. Dikutip dari situs Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi ketiga kandidat vaksin itu telah memperoleh emergency use authorization (EUA) atau otorisasi penggunaan darurat dari Pemerintah China pada Juli 2020. Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) ikut memberikan emergency use authorization kepada G42/Sinopharm. BESTPROFIT


Dilansir dari situs Food and Drug Administration (FDA),  EUA adalah izin penggunaan produk medis yang tidak disetujui atau penggunaan yang tidak disetujui dari produk medis yang disetujui selama keadaan darurat. Keadaan darurat ini dinyatakan melibatkan peningkatan risiko serangan terhadap publik atau pasukan militer AS, atau potensi signifikan yang bisa mempengaruhi keamanan nasional. Metode ini disetujui untuk digunakan dalam keadaan darurat untuk mendiagnosis, merawat, atau mencegah penyakit serius atau penyakit seumur hidup, penyakit atau kondisi yang mengancam akibat radiasi nuklir (CBRN)  jika tidak ada alternatif yang memadai, disetujui, dan tersedia.

Dilansir dari situs National Center for Biotechnology Information (NCBI), EUA adalah alat penting bagi pejabat kesehatan masyarakat dan dokter yang terlibat dalam tanggap darurat. Sebab EUA karena dapat memungkinkan mereka menggunakan tindakan pencegahan terbaik yang tersedia untuk mendeteksi, mencegah, atau mengobati penyakit atau cedera pada populasi tertentu. EUA bisa dilakukan jika tindakan tersebut tidak disetujui oleh FDA atau tidak disetujui untuk penggunaan khusus itu. PT. BESTPROFIT

EUA dikeluarkan karena mencerminkan misi FDA, yakni untuk melindungi kesehatan masyarakat dengan memastikan keselamatan, kemanjuran, dan keamanan obat-obatan manusia dan hewan, produk biologi, perangkat medis, pasokan makanan negara, kosmetik, dan produk yang memancarkan radiasi. Secara khusus, EUA juga dapat digunakan untuk menangani persyaratan pelabelan dan tantangan lain yang muncul karena kendala yang melekat dalam respons kesehatan masyarakat.

“Dari perspektif hukum, ada banyak situasi di mana EUA membantu melewati semua persyaratan tersebut,” kata Sherman dari HHS.  Sebelumnya, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Dirjen P2P Kemenkes) Achmad Yurianto aksin rencananya akan diberikan setelah mendapat izin emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia, dan sudah dipastikan halal oleh Majelis Fatwa MUI. PT. BEST PROFIT

Kedua izin tersebut hingga kini masih dalam proses finalisasi. Namun jika berjalan sesuai rencana, maka kepastian izin EUA dan kehalalan vaksin sudah bisa didapat pada November. Dengan demikian, menurut Yuri, vaksin Covid-19 sudah bisa mulai disuntikkan secara bertahap pada akhir November 2021 ini. Rinciannya, Sinovac akan mengirimkan 3 juta dosis vaksin yang terbagi 1,5 juta pada November, dan 1,5 juta dosis pada Desember; Sinopharm (G24) sebanyak 15 juta dosis vaksin; dan CanSino 100 ribu dosis. Totalnya berjumlah 18,1 juta dosis vaksin yang akan diberikan dua kali kepada setiap orang. Khusus untuk CanSino, hanya dibutuhkan satu kali penyuntikan untuk satu orang. BEST PROFIT

Sumber : cnnindonesia