Best Profit Futures Banjarmasin

Lilipaly Solusi Tepat Kebuntuan Timnas Indonesia U-23

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta, Keputusan Luis Milla memasukkan nama Stefano Lilipaly di menit-menit akhir penetapan skuat Timnas Indonesia U-23 terbilang tepat. Buktinya, pemain berdarah Belanda itu jadi bintang kemenangan skuat Garuda di laga perdana Asian Games 2018.

Lilipaly pernah ambil bagian dalam skuat arahan Luis Milla jelang lawan Kamboja dan Puerto Rico pada Mei 2017. Namun, gelandang serang milik Bali United itu dicoret pada rangkain laga uji coba di sepanjang November 2017. – PT BEST PROFIT

Milla lebih memaksimalkan potensi pemain muda seperti Septian David Maulana yang punya karakter bermain mirip Lilipaly. Tetapi, pelatih asal Spanyol itu kembali terpincut memanggil gelandang serang paling produktif di Liga 1 2018: Lilipaly.

Lilipaly dipanggil untuk menjadi opsi lini depan Indonesia yang minim cetak gol di laga uji coba. Mulai dari Ilija Spasojevic, Lerby Eliandry, dan Boaz Solossa pernah diseleksi namun belum memuaskan Milla. – PT BESTPROFIT

Lilipaly akhirnya gabung skuat Garuda Muda pada pemusatan latihan terakhir di Bali. Kerja keras pemain jebolan FC Utrecht tersebut berhasil mencuri perhatian Milla.

Mantan pemain Almere City tersebut tak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan Milla di laga perdana Timnas Indonesia U-23. Lilipaly tampil memesona dengan mencetak sepasang gol sekaligus memberikan satu assist saat Timnas U-23 melumat Taiwan 4-0 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu – BEST PROFIT


Pergerakan liar pemain berdarah Belanda ini praktis membuat alur serangan skuat Garuda lebih bergairah. Lilipaly kerap muncul tiba-tiba untuk menyambut umpan-umpan silang di kotak penalti.

Pemain yang pernah memperkuat Persija Jakarta ini sebenarnya bisa mencetak gol lebih banyak andai sukses memanfaatkan sederet peluang yang dimiliki pada babak pertama. Namun, kerja keras Lilipaly baru berbuah manis di babak kedua. – BESTPROFIT

Lilipaly berhasil mencetak gol pertamanya di menit ke-67. Umpan tendangan bebas Febri Hariyadi dari sisi kiri pertahanan lawan berhasil ditanduk sempurna oleh Lilipaly sekaligus membuka kran gol Indonesia.

Tiga menit berselang, Lilipaly menyumbang assist kepada Beto Goncalves untuk menggandakan keunggulan Indonesia menjadi 2-0. Umpan cerdik Lilipaly di kotak penalti memanjakan Beto yang dengan mudah mengirimkan bola ke tiang jauh.

Penyerang 28 tahun tersebut kembali menunjukkan kualitasnya di menit ke-76. Umpan silang Rezaldi Hehanusa dituntaskan dengan gol akrobatik Lilipaly dan membuat kiper lawan tak berdaya.

Tembakan keras Muhammad Hargianto dari luar kotak penalti di masa injury time menutup kemenangan telak Indonesia atas Taiwan. Namun, kredit pantas diberikan kepada Lilipaly yang tampil impresif di sepanjang laga.

Lilipaly jadi kunci dari formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Luis Milla. Bermain di belakang Beto Goncalves yang diplot sebagai ujung tombak, Lilipaly justru mampu memanfaatkan celah untuk mencetak gol.

Milla memberikan keleluasaan pada Lilipaly untuk membantu serangan seaktif mungkin ditopang dua poros tengah yang dihuni Zulfiandi dan Evan Dimas Darmono. Maka, jangan heran bila Lilipaly kerap muncul tiba-tiba di kotak penalti ataupun ikut membantu serangan dari sayap.

Peran Trequartista

Peran Lilipaly bisa dibilang pemain istimewa yang berada di antara penyerang dan gelandang atau lebih dikenal sebagai trequartista. Biasanya pemain ini dibebaskan menjelajah di 3/4 area pertahanan lawan seperti halnya Francesco Totti dan Del Piero.

Meski bermain di posisi gelandang, seorang trequartista mendapatkan tugas khusus untuk menciptakan peluang mencetak gol sendiri atau bagi rekan setimnya.

Fungsi trequartista berbeda dengan playmaker yang biasanya cenderung jadi pelayan murni bagi para penyerang. Itu mengapa trequartista juga dilabeli sebagai second striker seperti fungsi yang dilakukan Lilipaly di skuat arahan Luis Milla.

Memang terlalu jauh membandingkan Lilipaly dengan dua legenda timnas Italia macam Totti atau Del Piero. Tapi, tak ada salahnya menempatkan Lilipaly di posisi yang sama mengingat karakter bermainnya sesuai dengan syarat seorang trequartista.

Terlebih lagi Lilipaly pun bersedia jadi apapun untuk kemenangan Indonesia. “Posisi bermain bukan masalah untuk saya. Saya suka bermain sebagai gelandang, striker, sayap, terserah pelatih,” kata Lilipaly usai pertandingan.

Jangan Cepat Puas

Indonesia memang tampil apik di laga perdana. Namun, perjuangan Lilipaly dan kawan-kawan masih panjang. Pelatih Luis Milla harus mempertahankan mental kemenangan sekaligus mengikis kepercayaan diri yang berlebihan.

“Lilipaly jadi aktor utama hari ini. Tapi, tim bermain baik setiap waktu dan berhasil menunjukkan profesionalismenya. Meski demikian, tim ini masih perlu berbenah,” kata Luis Milla usai pertandingan.

Lihat juga: Klasemen Sementara Grup A di Asian Games 2018
“Kami harus tetap rendah hati dan memikirkan pertandingan selanjutnya. Yang terpenting saya selain berhasil mencetak gol kami mampu menciptakan banyak peluang,” sambungnya.

Selanjutnya, Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Palestina yang merupakan pemuncak klasemen Grup A di Stadion Patriot, Rabu (15/8). Sementara Taiwan akan melawan Hong Kong di hari yang sama.

Sumber : cnnindonesia

Tinggalkan Balasan