Best Profit Futures Banjarmasin

Laptop Merah Putih Digarap 5 Kampus Besar RI

PT. BESTPROFIT FUTURES

ilustrasi-tv-digital-2_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Pemerintah membuat laptop Merah Putih yang akan diproduksi di dalam negeri. Laptop ini disebut menggunakan sumber daya manusia dalam negeri melalui kerja sama antar beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) di RI. Adapun PTN yang terlibat dalam produksi laptop merah putih tersebut adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Rektor ITB Reini Wirahadikusumah mengatakan keempat PTN tersebut bukan program perorangan, melainkan institusi. BESTPROFIT


“Sebagian besar dosen dan peneliti ITB yang memiliki kompetensi yang terkait akan dilibatkan, tentu tergantung dari dana yang tersedia dan aturan yang berlaku,” kata Reini dalam keterangan tertulis yang diterima I, Selasa (27/7).

Menurut Reini, program laptop Merah Putih yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan melibatkan dosen dan peneliti dari multi-disiplin. Tetapi yang paling banyak adalah dari bidang Teknik Elektro dan Informatika. Terdapat lima koordinator yang akan mengelola kegiatan pengembangan untuk bagian-bagian yang berbeda dari sistem laptop merah putih. PT. BESTPROFIT

“Jadi, andaikata setiap bidang ada lima anggota peneliti dan teknisi, maka paling tidak ada 25 orang peneliti dan teknisi di setiap PTN. Jika, terdapat mahasiswa yang nanti akan dilibatkan, maka jumlah yang terlibat lebih banyak lagi,” ucapnya.

Reini lebih jauh menjelaskan, terdapat lima kategori kegiatan dalam tim masing-masing di PTN anggota konsorsium, yaitu terkait dengan platform hardware atau perangkat keras, platform sistem operasi, software (perangkat lunak) aplikasi, perangkat peripherals, dan komponen. Masing-masing kategori kegiatan ini membentuk jadi sebuah sub tim yang memiliki koordinator tim ahli masing-masing yang akan memiliki anggota peneliti dan teknisi.

“Tim akan bekerjasama dengan mitra industri untuk sisi produksinya. Tim ahli lebih fokus kepada RDE (penelitian, pengembangan, dan kerekayasaan), sementara untuk produksinya akan bekerjasama dengan mitra industri, baik lokal maupun multi-nasional,” tutur Reini. Menurut Reini, anggaran program laptop Merah Putih akan disediakan oleh pemerintah dalam hal ini Kemendikbudristek, baik untuk kegiatan RDE maupun pengadaan laptopnya yang akan diproduksi oleh mitra industri konsorsium. PT. BEST PROFIT

“Keperluan dana sedang dipersiapkan. Jumlah dana persisnya sebaiknya ditanyakan ke pihak Kemendikbudristek,” ucap Reini. Sebelumnya Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan pihaknya membeli alat-alat TIK dengan total anggaran mencapai Rp17,42 triliun hingga 2024 untuk program digitalisasi sekolah.

Alat-alat TIK yang hendak dibeli Kemendikbudristek antara lain, laptop,access point, konektor, layar proyektor, dan speaker aktif, hingga internet router. Nadiem menyebut peralatan TIK yang hendak dibeli dan dikirim ke berbagai sekolah di Indonesia merupakan produk dalam negeri (PDN). Pada pengadaan program digitalisasi sekolah tahun 2021, pihaknya telah mengirimkan 190.000 laptop ke 12.000 sekolah dari berbagai jenjang, mulai PAUD, SD, SMP, hingga SMA.

Total anggaran yang dihabiskan untuk realisasi tersebut sebanyak Rp1,3 triliun. Nadiem juga menyatakan akan terus menggunakan produk dalam negeri pada pelaksanaan program berikutnya. Reini mengatakan spesifikasi laptop Merah Putih akan disesuaikan dengan kebutuhan dan level pendidikan yang dimiliki. Misalnya, kebutuhan laptop untuk siswa SD tentu berbeda dengan laptop untuk Dikti. Selain itu, situasi infrastruktur daerah siswa yang tidak memiliki infrastruktur internet, bahkan beberapa listrik juga sulit itu juga akan berbeda spesifikasinya. BEST PROFIT

“Menentukan spesifikasi ini bagian dari kegiatan yang akan dilakukan konsorsium ini, dan bisa jadi spesifikasi produknya bisa lebih dari satu. Sesuai dengan kebutuhan dan juga sesuai dengan inovasi PTN BH masing-masing,” kata dia. Diketahui, pembuatan laptop Merah Putih yang memiliki sertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di tahun 2021 memiliki anggaran sekitar 3,7 triliun untuk pengadaan unit laptop sebanyak 431.730 unit.

“TKDN akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kemampuan industri dalam negeri dalam memproduksi hasil RDE dari tim konsorsium,” ucap Reini. Reini menambahkan, program laptop Merah Putih ini diinisiasi dengan adanya keperluan perangkat digital untuk proses pembelajaran digital oleh Kemendikbudristek. Proyek ini sekaligus untuk menjawab kebutuhan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang selama ini menjadi satu-satunya cara untuk meneruskan proses pendidikan dalam kondisi pandemik Covid-19.

“Jadi, pengguna terbesar adalah pemerintah untuk kebutuhan pembelajaran digital dalam proses pendidikan,” ujarnya. Adapun efek dari program ini harapannya adalah, industri dalam negeri akan meningkat kompetensinya dalam memproduksi perangkat digital, TKDN naik, tumbuhnya ekosistem (supply chain) industri perangkat digital di Indonesia, serta inovasi perguruan tinggi terkait dengan pembelajaran digital akan dimanfaatkan oleh pemerintah pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

“Aktivitas ini juga diharapkan akan membuka lapangan kerja dalam bidang rekayasa (engineering) di produk digital, dan lulusan perguruan tinggi, politeknik, dan SMK di bidang teknologi elektronika dan informatika akan terserap oleh lapangan kerja ini,” kata Reini. Reini menambahkan industri dalam negeri ini bisa memproduksi perangkat digital untuk pasar nasional bahkan pasar internasional. Indonesia bisa menjadi pusat produksi perangkat digital ASEAN.

Sumber : cnnindonesia