Best Profit Futures Banjarmasin

Karyawan Yahudi Minta Google Kutuk Serangan Israel

PT. BESTPROFIT FUTURES

bill-gates-2_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Sekelompok karyawan Yahudi di Google meminta perusahaan meningkatkan dukungan terhadap warga Palestina di tengah serangan yang sedang gencar dilakukan Israel di Gaza. Konflik ekstrem antara Israel dan Palestina memang bukan kali pertama terjadi. Ketegangan terbaru dilaporkan usai insiden pengusiran warga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem Timur yang kemudian dibalas dengan serangan roket dari para militan Gaza. Israel lantas menanggapi dengan berbagai serangan udara. BESTPROFIT


Dalam surat internal yang dibuat para pekerja Yahudi, mereka meminta CEO Google Sundar Pichai mengeluarkan pernyataan yang mengutuk penyerangan, termasuk soal ‘pengakuan langsung atas kerugian terhadap warga Palestina oleh militer Israel’. Surat itu telah memiliki 250 tanda tangan. The Verge melaporkan permintaan ini datang dari kelompok karyawan yang baru dibentuk pada 2020 sebagai tanggapan atas sentimen pro-Zionis, ‘Jewglers’ (Jewish Googlers). Kelompok ini resmi dari berasal dari Employee Resource Groups (ERG) di Google. PT. BESTPROFIT

Disebutkan kendati Jewglers telah mencoba tidak bersifat politik, terdapat dua karyawan yang mengatakan mendukung pro Israel dan tidak ada ruang aman untuk mengekspresikan anti-Zionis. Arus karyawan Yahudi yang justru mendukung warga Palestina ini dikatakan membuat keretakan yang menyulut pembentukan Jewish Diaspora in Tech, grup Yahudi anti-nasionalis di Google.

“Kami terpaksa membentuk ruang kami sendiri karena terdapat fakta bahwa kami benar-benar tidak diizinkan untuk mengekspresikan sudut pandang kami di ERG,” kata seorang manajer pemasaran produk di grup tersebut. Kini anggota organisasi baru itu meminta Google mendukung kebebasan berekspresi secara internal, terutama di sekitar sudut pandang anti-Zionis. PT. BEST PROFIT

“Google adalah mesin telusur terbesar di dunia dan setiap penindasan atas kebebasan berekspresi yang terjadi di dalam perusahaan berbahaya tidak hanya bagi Google secara internal tetapi juga bagi semua orang di seluruh dunia,” tulis mereka dalam FAQ. Singkatnya radar akan membaca objek yang masuk, dalam hal ini adalah roket. Informasi kemudian diproses. Dari sana sistem mengetahui berbagai informasi mengenai objek, terutama soal kecepatan dan lintasan. Setelah itu rudal penangkal akan dikirim untuk mencegatnya dengan meledakkan muatan di dekat objek, sehingga menghancurkan rudal di udara.

Variabel lain, seperti kondisi atmosfer dan pola cuaca juga diperhitungkan sebelum rudal penangkal diluncurkan. Iron Dome mirip dengan sistem anti-rudal lain seperti sistem Patriot buatan AS dan S-400 buatan Rusia. Namun, Iron Dome berbeda dalam hal jangkauan dan jenis objek yang dapat mereka jatuhkan. Iron Dome hanya dapat mendeteksi ancaman yang masuk antara empat dan 70 km jauhnya, sedangkan S-400 memiliki jangkauan hingga 400 km tetapi jangkauan awalnya jauh lebih tinggi, yaitu 40 km. Oleh karena itu, Iron Dome milik Israel dikhususkan untuk ancaman jarak pendek di darat dan laut, menurut Middle East Eye.

Selain itu Iron Dome juga disebut punya kelemahan. Melansir Forbes, Iron Dome hanya mampu mengatasi roket dalam jumlah tertentu. Jika jumlah roket yang masuk terlampaui, roket yang lain akan lolos. Sebab itu sebagian wilayah Israel tetap mengalami kehancuran meski mempunyai Iron Dome. Sebagai contoh pada 2014, Iron Dome sempat kewalahan ketika Hamas membanjiri Iron Dome dengan peluncuran rudal terkoordinasi, dan meminta sekutu menembakkan roket dari Lebanon, Suriah, dan Sinai. Hal itu memaksa Iron Dome menutupi area lebih luas.

Mereka juga ingin Google menghentikan kontrak bisnis apa pun yang mendukung pelanggaran Israel atas hak asasi manusia Palestina. Anggota kelompok itu mengatakan mereka terinspirasi untuk menulis surat itu setelah Jewgler tak mengeluarkan pernyataan yang mengutuk kekerasan terhadap Palestina. Seorang pekerja memberi tahu The Verge bahwa orang-orang dalam kelompok tersebut mempromosikan peluang pendanaan pro-Israel. Google belum memberikan pernyataan terkait informasi ini. BEST PROFIT

Sumber : cnnindonesia