Best Profit Futures Banjarmasin

Jokowi Ingin RI Jadi Raja Baterai hingga Mobil Listrik Dunia

PT. BESTPROFIT FUTURES

02dd9485-10e9-4915-9425-0212396c80bb_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia tak boleh berhenti hanya memiliki tambang nikel, salah satu bahan baku pembuat baterai yang banyak terdapat di dalam negeri. Dia mengatakan pengembangan juga mesti dilakukan di industri hilir seperti baterai lithium sampai produksi mobil listrik. BESTPROFIT


Hal ini diungkap Jokowi saat acara Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-26 yang disiarkan melalui Youtube, Selasa (10/8). Jokowi bilang pemerintah sedang fokus menangani pandemi Covid-19, namun Indonesia perlu melakukan reformasi struktural untuk masa depan. Kata dia Indonesia tak boleh hanya memanfaatkan sumber daya yang berlimpah, tetapi juga mesti menambah nilai kerja melalui pengembangan industri hilir. PT. BESTPROFIT

“Sebagai contoh, pertambangan nikel, kita punya tambang nikel, tapi tidak boleh berhenti di situ saja. Kita harus mengembangkan industri hilir seperti industri litium baterai sampai produksi mobil listrik,” ucap Jokowi.

“Semakin banyak rantai pasok yang diproduksi di dalam negeri, semakin besar pula nilai tambahnya untuk masyarakat bangsa dan negara, tetapi semua itu kuncinya adalah teknologi,” katanya lagi. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada bulan lalu menjelaskan Indonesia adalah negara yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Berdasarkan data Kemenperin pada Juli, sudah ada lima pemasok bahan baku baterai di dalam negeri, yaitu:

Huayue Nickel Cobalt
– Pure Ni: 60 ribu ton per tahun
– Pure Co: 7.800 ton per tahun

QMB New Energy Material
– Pure Ni 50 ribu ton per tahun
– Pur Co 4 ribu ton per tahun

Weda Bay Nickel
– NiCo Hydroxide 60 ribu ton per tahun
– FeNi 120 ribu ton per tahun
– FeCr 300 ribu ton per tahun

Halmahera Persada Lygend
– MHP (Mixed Hydroxide Precipitate)
– Pure Ni 37 ribu ton per tahun
– Pur Co 4 ribu ton per tahun

Smelter Nikel Indonesia
– MHP (Mixed Hydroxide Precipitate) 76.500 ton per tahun

Sementara itu Indonesia juga telah punya empat produsen baterai, yakni:
1. ABC Everbright
2. International Chemical Industry
3. Panasonic Gobel
4. Energizer

Pada Juli Hyundai juga telah mengumumkan bakal mendirikan pabrik baterai lithium-ion NCMA berkapasitas maksimal 10 GWh per tahun di Karawang, Jawa Barat mulai tahun ini. Pabrik disebut akan siap memproduksi massal baterai mulai 2024. Pabrik itu merupakan hasil joint venture antara Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution dengan investasi US$1,1 miliar. Namun baterai di pabrik Hyundai utamanya ditujukan untuk mobil Hyundai dan Kia. PT. BEST PROFIT

Kemenperin juga telah menetapkan peta jalan pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri. Salah satu isinya menetapkan target produksi 600 ribu unit mobil listrik dan 2,45 juta unit sepeda motor listrik pada 2030. Pemerintah bakal membantu target itu dengan membeli bertahap lebih dari 531 ribu unit (mobil dan motor listrik) sebagai kendaraan dinas hingga 2030.

Pada tahun ini Kemenperin mengungkap pemerintah akan membeli 13 ribu unit mobil listrik dan nyaris 40 ribu motor listrik sebagai kendaraan dinas. Sejauh ini baru satu produsen otomotif yang menyatakan bakal memproduksi mobil listrik murni mulai 2022 di Indonesia, yaitu Hyundai. Selain itu berbagai produsen juga telah berkomitmen memproduksi mobil hybrid mulai tahun depan dan mulai menanamkan investasi triliunan rupiah. Toyota berjanji memproduksi 10 model hybrid hingga 2024, dimulai dari Innova Hybrid pada 2022. BEST PROFIT

Suzuki akan memproduksi Ertiga Mild Hybrid pada 2022 dan XL7 Mild Hybrid pada 2023, sementara Mitsubishi ingin memproduksi Xpander Hybrid pada 2023.

“Arahnya menuju green economy sudah sangat jelas. pasar dunia akan mengarah pada green product terutama yang low carbon, resources efficient, dan socially inclusive. Demikian dengan halnya digital economy, sekali lagi, kuncinya adalah teknologi,” ujar Jokowi.

Sumber : cnnindonesia