Best Profit Futures Banjarmasin

HP China Lomba Percepat Charge Baterai, Samsung Santai

PT. BESTPROFIT FUTURES

ilustrasi-vaksin-corona-3_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Samsung beralasan tetap menggunakan pengisi daya cepat (fast charging) 25 watt demi menjaga umur baterai. Padahal saat ini, vendor-vendor ponsel China sudah berlomba untuk memberikan pengisi daya cepat hingga 100 watt. Belakangan Realme juga tengah mengembangkan pengisi daya cepat 125 Watt. Perusahaan di bawah sayap Oppo itu bahkan sudah mendemonstrasikan teknologi ini pada Juli lalu. Dengan pengisi daya cepat 125 watt, baterai 4.000 mAh bisa terisi penuh hanya dalam 20 menit. BESTPROFIT


Meski demikian, teknologi pengisi daya cepat sepertinya tak menjadi fokus Samsung. Perusahaan Korea Selatan itu cukup puas dengan teknologi pengisi daya cepat 25 Watt. Teknologi pengisi daya cepat dengan 25 Watt ini bahkan dipakai juga untuk ponsel flagship mereka Samsung Galaxy 20 Ultra. Padahal sebelumnya Galaxy Note 10 sudah menggunakan pengisi daya cepat 45 Watt. Dengan pengisi daya 25 watt Samsung menyebut bisa mengisi 50 persen baterai dalam 30 menit. Butuh sekitar 1 jam untuk mengisi penuh baterai. Menurut M. Taufiqul Furqan, Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, fast charging menimbulkan panas yang bisa memperpendek umur baterai.

“Semakin cepat di charge, itu panasnya semakin tinggi dan mengurangi masa pakai baterai,” tuturnya dalam acara konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/9). Meski demikian, pengurangan masa pakai baterai menurut Taufik hanya kurang dari 10 persen dalam setahun. PT. BESTPROFIT

“Misal biasanya handphone biasa dipakai ampe jam 6, dalam beberapa lama turun jadi jam 5 uda harus diisi lagi.” Taufiq pun berkilah meski hanya menawarkan baterai dengan pengisi cepat 25 watt, Samsung juga meningkatkan kemampuan manajemen penggunaan baterai di perangkat. Fungsinya untuk menghemat penggunaan baterai oleh pengguna. Sehingga, baterai bisa dipakai lebih lama dalam sehari.

Lebih lanjut, pengisi daya cepat Samsung memang mengikuti standar yang ditetapkan prosesor Qualcomm Snapdragon. Sementara ponsel China seperti Realme, Oppo, dan Xiaomi mengembangkan pengisi daya cepat mereka sendiri. Mengutip Android Authority, teknologi pengisi daya cepat Qualcomm ini lantas diberi label baru oleh vendor ponsel. Oleh Samsung teknologi itu dinamakan Adaptive Charging dan dinamakan Turbo Charging oleh Motorola. PT. BEST PROFIT

Meski demikian pada Agustus 2019 lalu, Samsung sempat disebut tengah mengembangkan teknologi baterai yang bisa terisi penuh dalam 30 menit saja. Teknologi baterai ini disebut graphene. Hal ini dibocoran oleh Evan Blass, yang dikenal kerap memberikan bocoran fitur gadget. Sebelumnya, Samsung memang sempat mengumumkan soal teknologi baterai ini pada 2017. Secara teoritis baterai akan terisi penuh dalam 12 menit. Isunya, baterai ini akan digunakan pada ponsel yang meluncur pada 2020 atau 2021.

Mengutip Business Insider, selama ini, teknologi baterai ponsel menggunakan baterai lithium ion. Dengan kecepatan pengisi daya konvensional, baterai ini bisa terisi penuh dalam 1,5 jam.  Baterai graphene menggunakan lapisan atom karbon dari grafit. Material ni disebut 100 kali lebih efektif menghantarkan listrik ketimbang tembaga. Selain itu, grafene juga 140 kali lebih cepat mentransfer energi ketimbang silikon. Silikon sendiri banyak digunakan pada teknologi baterai lithium ion yang sada saat ini. Namun, Samsung belum menyebut apakah teknologi ini bakal menambah daya tahan pemakaian baterai atau tidak. Misal untuk satu kali pengisian daya bisa dipakai hingga dua hari. BEST PROFIT

Sumber : cnnindonesia