Best Profit Futures Banjarmasin

Heboh Lagu Lelaki Kardus l PT BESTPROFIT FUTURES

025523_265748_kardus

PT BESTPROFIT FUTURES – Lagu berjudul “Lelaki Kardus” mendadak viral di media sosial. Pelantun lagunya, masih bocah berumur belasan tahun.

Suaranya, juga terdengar merdu dalam iringan musik qasidah. Namun, netizen buru-buru mengecam.
Lantaran, lirik lagu yang dibawakan bocah ini terlalu fulgar dan mengandung cacian.

Lelaki kardus, lelaki kampret

lelaki mencret, lelaki bangkrut

Itulah penggalan lirik Lelaki Kardus. Di media sosial Youtube, video ini sudah dilihat 118,256 kali. Diunggah akun Nova Rizqi Romadhon – Lelaki Kerdus.

Video ini juga menjadi trending #12 di Indonesia. Lagu ini bercerita tentang, sakit hati, perceraian hingga kekerasan dalam rumah tangga.

Lantas, siapa sebenarnya Lelaki Kardus ini?

Penyanyinya Trauma

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah mencari tahu asal-usul lagu “Lelaki Kerdus”.
Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh menyebutkan, lirik lagu tersebut diciptakan berdasarkan kisah nyata.

Mereka adalah seorang ibu dan anak di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
“Lirik lagunya terinspirasi dari sana. Ketika kami cari tahu, si ibu dan anaknya trauma sampai tak bisa bicara,” kata Niam seperti dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas.com.

“Dari sana, kami telah meminta Pemda Bangkalan untuk rehabilitasi kepada anak tersebut,” imbuhnya. – PT Bestprofit Futures

Ia mengatakan, kondisi sang anak masih mengalami trauma psikis akibat ayahnya yang dinilai tidak bertanggung jawab.

Ini pria yang dimaksud

Dari informasi sementara yang dihimpun, ayah dari anak tersebut sudah pergi dan saat ini masih menetap di Bali bersama keluarga barunya.

Terkait dengan lirik lagu “Lelaki Kerdus”, Niam menegaskan, seharusnya ada tanggung jawab moral dari pegiat seni untuk lebih memperhatikan aspek perlindungan anak.

Dia menilai, kasus seperti ini diperparah dengan syair dewasa berikut cacian yang dinyanyikan oleh anak kecil.

“Kebebasan berekspresi tidak serta merta memperbolehkan perbuatan yang melanggar etika, kesopanan, dan hukum,” tutur Niam.

Selain itu, KPAI juga menganggap pencipta lagu, produser, dan pihak terkait yang turut serta dalam proses pembuatan lagu, telah mengeksploitasi anak.

Mereka juga dinilai telah memperlakukan anak dengan salah, tidak memiliki sensitifitas, dan komitmen terhadap upaya perlindungan anak.

Tak hanya itu, KPAI juga meminta kepada masyarakat untuk tidak menyebar luaskan video lagu tersebut.

Bahkan Kominfo juga akan meminta pihak Google untuk menghapus video tersebut di Youtube.

(Mr-Pt Bestprofit Futures)