Best Profit Futures Banjarmasin

Hampir Punah, Ini 5 Masalah Utama Konservasi Orangutan

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

PT BESTPROFIT FUTURES –  Samarinda – Menurut Yaya Rayadin, peneliti orangutan dari Universitas Mulawarman, Samarinda, kondisi orangutan di Kalimantan Timur dekat dengan kepunahan. “Dari beberapa Orangutan yang kita kaji, terlalu banyak jantan dewasa, sekitar 65 persen. Ini jalan terdekat kepunahan Orangutan,” kata Yaya di Samarinda, Selasa, 14 November 2017.
BEST PROFIT

Selain indikasi persentase populasi, faktor lain yang menjadi ancaman menurut Yaya ialah berkurangnya habitat dan pakan yang terindikasi dari ditemukannya orangutan yang menyebar diberbagai areal yang bukan habitatnya. “Kalau populasi, hampir seluruh pulau Kalimantan sama, berkurang. Kenapa? logikanya habitatnya berkurang. Manakala habitat berkutang, pakannya berkurang. Indikasinya, Orangutan bisa ditemukan di kebun kelapa sawit sampai di perkampungan warga,” kata Yaya. – BESTPROFIT

Selain itu, Yaya berpendapat, juga masih ada tantangan pertanggungjawaban atas konflik orangutan dan manusia. Ia mencontohkan ketika ada kasus konflik orangutan-manusia, persepsi pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kotamadya-kabupaten, tanggung jawab penyelesaiannya ada di Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem atau Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Padahal, menurut Yaya, konflik terjadi salah satunya lantaran keluarnya izin konversi kawasan hutan yang statusnya APL (Areal Penggunaan Lain) untuk konsesi perkebunan sawit, perkebunan, pertambangan maupun pengelolaan hutan. Hal paling penting, menurut dia, tidak dipisah-pisah antara urusan Pemkab, Pemprov dan Pemerintah pusat untuk soal konservasi. “Harusnya ini sudah jadi tanggung jawab bersama,” kata Yaya. – BEST PROFIT

Menurut Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, Sunandar Trigunajasa Nurochmadi, populasi orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) saat ini berkisar 54 ribu. Tempat pelepasliaran Orangutan diakui sangat kurang dan perlu dievaluasi dalam SRAK. “Dalam hal ini (ketersediaan tempat pelepasliaran) perlu kita evaluasi kembali,” kata Sunandar. – PT BESTPROFIT