Best Profit Futures Banjarmasin

Fakta Jet Tempur F-35 yang AS Nilai Belum Bisa Dimiliki RI

PT.  BESTPROFIT FUTURES

advan-g9_169

PT.  BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Amerika Serikat (AS) menyatakan Indonesia belum bisa membeli jet tempur F-35. AS mengatakan Indonesia harus memiliki jet tempur generasi ke-4 dan 4.5 sebelum memiliki F-35 yang merupakan generasi ke-5. Keinginan Indonesia untuk memiliki F-35 terjadi setelah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berkunjung ke AS. Pembelian pesawat itu dilakukan lantaran Indonesia tak kunjung bisa membeli pesawat Sukhoi Su-35 buatan Rusia. Melansir laman resmi jet tempur F-35, F-35 adalah pesawat tempur Generasi ke-5 yang memiliki kemampuan terbang siluman karena didukung berbagai komponen terbaru. F-35 adalah pesawat tempur satu kursi, bermesin tunggal yang dirancang untuk banyak misi dengan sensor terintegrasi dan canggih. BESTPROFIT


F-35 memiliki panjang 15,7 meter; tinggi 4,38 m; dan rentang sayap 10,7 m. Berat kosong pesawat itu mencapai 14,5 ton dan bisa menampung bahan bakar hingga 8,278 liter. Sedangkan berat senjata yang bisa diangkut oleh F-35 adalah seberat 8,1 ton. Senjata standar yang terpasang pesawat itu adalah meriam empat laras 25mm GAU-22/ A; dua misil udara ke udara jarak menegah AIM-120C/D generasi terbaru buatan Raytheon; dan dua bom GBU-31 JDAM masing-masing seberat satu ton. Melansir laman resmi Angkatan Udara AS, F-35 menggunakan sebuah mesin turbofan Pratt & Whitney F135-PW-10. Dengan mesin tempur yang diklaim paling kuat di dunia itu, F-35 dapat terbang di atas ketinggian 15 kilometer atau 50 ribu kaki di atas permukaan. PT. BESTPROFIT

Pesawat itu dapat terbang sejauh 1.350 mil dan tak terbatas dengan pengisian bahan bakar udara. F-35 dapat melesat dengan kecepatan 1.900 km/ jam (Mach 1.6). Mesin F-35 menghasilkan daya dorong 43.000 lbs dan terdiri dari kipas tiga tahap, kompresor enam tahap, pembakar annular, turbin tekanan tinggi satu tahap, dan turbin tekanan rendah dua tahap.

Fakta F-35
F-35 merupakan pesawat siluman yang dirancang untuk menggantikan A-10, F-16, AV-8B, dan F/ A-18. F-35 atau Lightning II dibangun oleh Lockheed Martin yang bermitra dengan Northrop Grumman dan BAE System. F-35 memiliki fitur siluman canggih, avionik terintegrasi, fusi sensor, dan dukungan logistik yang unggul. F-35 juga menghadirkan fitur Generasi ke-5 tambahan, seperti sensor multi-spektral, interoperabilitas, dan avionik modern. PT. BEST PROFIT

F-35 dioptimalkan untuk menjadi pesawat tempur multiperan, dengan kemampuan untuk melakukan misi udara-ke-udara, udara-ke-darat, dan intelijen, pengawasan dan pengintaian (ISR). Pengembangan F-35 sudah dilakukan sejak tahun 1997 dan terbang perdana pada tahun 2006. Produksi pertama pesawat itu dilakukan pada tahun 2011 dan didistribusikan ke seluruh angkatan bersenjata AS pada tahun 2012. Selain AS, F-35 dimiliki oleh Inggris, Italia, Australia, Denmark, Belanda, Israel, Jepang, Korea Selatan, Belgia, Kanada, dan Singapura.

F-35 memiliki fitur lepas landas dan pendaratan konvensional (CTOL) dan memiliki sensor elektronik Electro-Optical Distributed Aperture System (DAS). Sistem itu diklaim memberi pilot kesadaran situasional di sekitar pesawat untuk meningkatkan peringatan rudal, peringatan pesawat, dan penglihatan pilot siang/ malam. Selain itu, F-35 dilengkapi dengan Sistem Penargetan Elektro-Optik. EOTS yang dipasang secara internal menyediakan deteksi jarak jauh dan penargetan presisi terhadap target darat, ditambah deteksi jarak jauh ancaman udara-ke-udara. Sistem tampilan yang dipasang di helm F-35 adalah sistem paling canggih dari jenisnya. Semua informasi intelijen dan penargetan yang dibutuhkan pilot F-35 untuk menyelesaikan misi ditampilkan di visor helm. BEST PROFIT

Sumber : cnnindonesia

Tinggalkan Balasan