Fakta Ikan Buntal, Buat Warga Sikka NTT Keracunan

INFO DAN KEGIATAN news Post Tekno

PT. BESTPROFIT FUTURES

ilustrasi-mural-corona_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Sejumlah warga Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga keracunan usai mengonsumsi ikan buntal. Terdapat beberapa fakta ikan buntal yang kerap disebut beracun. Ikan buntal merupakan ikan survivalist yang tumbuh subur di hampir setiap lingkungan perairan tropis. Dari ikan buntal air tawar hingga yang hidup di air asin Takifugu. Ikan ini menggunakan berbagai adaptasi untuk menjaga diri mereka agar aman dari pemangsa dan manusia. BESTPROFIT


Selain teknik mengembangkan badannya, ikan buntal juga dapat menyerang dengan gigi atau meracuni musuh dengan racun yang mereka rahasiakan. Meskipun buntal dengan baik bertahan hidup di alam, ikan ini masih menderita di bawah industri perburuan hewan eksotis.

Ikan buntal air asin sering diburu sebagai makanan lezat, dan ikan buntal air tawar dijual sebagai hewan peliharaan. Beberapa spesies ikan buntal terancam, akibat dari kegiatan pemangsaan. Namun, secara keseluruhan spesies ini dianggap tidak terlalu diperhatikan. Buntal disebut ikan agresif yang siap menyerang siapa pun yang mereka anggap ancaman. Buntal biasanya hidup sendiri dan tidak berbagi wilayah dengan ikan lain. PT. BESTPROFIT

Salah satu adaptasi yang membantu ikan buntal bertahan hidup adalah kemampuan untuk menghasilkan racun yang dikenal sebagai tetraodotoxin. Racun ini disekresikan ke seluruh tubuh mereka, membuat buntal berbahaya untuk disentuh dan bahkan lebih berbahaya untuk dikonsumsi.

Sepintas Ikan ini terlihat menggemaskan ketika sedang mengembung, tetapi kenyataannya cara itu adalah mekanisme bertahan hidup untuk mengintimidasi. Beberapa predator akan bertahan untuk memakan ikan yang tiba-tiba berlipat ganda dalam ukuran visual. Terlepas dari sikap kerasnya mereka terhadap manusia dan pemangsa, ikan buntal cukup terikat dengan pasangannya. Pada jenis jantan biasanya membantu betina bertelur dengan membimbingnya melalui air dan menggosok sisi tubuhnya saat dia melahirkan.

Dikutip National Geographic, nama ilmiah dari keluarga ikan buntal adalah Tetraodontidae. Nama ini diterjemahkan menjadi “bergigi empat,” mewakili empat gigi yang biasanya menonjol keluar dari mulut ikan. Gigi ini sebenarnya menyatu dengan rahang ikan, menciptakan ketahanan yang dibutuhkan untuk menembus cangkang keras. Setidaknya terdapat 200 spesies ikan buntal yang ada di dunia, yang diklasifikasikan ke dalam 29 genera. Karena ini adalah ikan yang tangguh, mudah bagi mereka untuk beradaptasi dengan bebas di lingkungan apa pun. PT. BEST PROFIT

ikan buntal memiliki berbagai ukuran, warna, dan adaptasi. Beberapa buntal berukuran kecil memiliki berat hingga 30 pon. Beberapa dari ikan ini memiliki duri yang halus, sementara yang lain ditutupi dengan duri yang keras. Namun, hampir seluruh spesies memiliki fitur yang sama, yakni kantung udara yang dapat mengembang saat ikan merasa terancam. Ikan buntal menggunakan paruh dan giginya untuk memecahkan kerang. Mereka juga menggunakannya untuk menyerang ikan lain dan berbagai jenis predator.

Ikan ini dapat ditemukan di semua daerah hangat di dunia. Yakni pada perairan asin atau air tawar, sebagian besar spesies suka tinggal di daerah terpencil dengan banyak penutup. Hal ini seperti terumbu karang, rawa-rawa yang tertutup buluh, dan di tempat lain di mana air dan vegetasi berhimpitan. Ratusanikan buntal bermata jahat (evil-eyed) juga sempat ditemukan di pantai Afrika Selatan. Ikan tersebut diklaim memiliki racun lebih mematikan dari sianida.

Berdasarkan informasi dari organisasi lokal Africa Oceans Conservation Alliance, seekor anjing telah terbunuh usai ditemukannya ratusan ikan buntal mata jahat terdampar di pantai. Departemen Lingkungan, Kehutanan, dan Perikanan Afrika Selatan mengatakan spesies itu membawa racun saraf pembunuh yang disebut tetrodotoxin.Tetrodotoxin merupakan jenis racun yang lebih mematikan daripada sianida dan menyebabkan kematian akibat gagal napas. BEST PROFIT

Dikutip AZ Animal, meskipun ikan buntal beracun dan tidak dianggap sebagai makanan, mereka juga masih menjadi sasaran penangkapan ikan dan perburuan liar untuk industri ikan hias. Ikan buntal sering dicari sebagai hewan peliharaan akuarium. Tidak jarang ikan buntal liar ditarik keluar dari lingkungannya dan dijual sebagai hewan peliharaan di seluruh dunia. Ikan buntal air tawar sangat rentan terhadap hal ini karena mereka dapat bertahan hidup di lingkungan akuarium yang normal.

Sumber : cnnindonesia