Best Profit Futures Banjarmasin

Fakta Bom Canggih yang Diam-diam Dijual Biden ke Israel

PT. BESTPROFIT FUTURES

bill-gates-2_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Amerika Serikat (AS) di bawah rezim Joe Biden dilaporkan diam-diam hendak menjual senjata bom canggih Joint Direct Attack Munition (JDAM) buatan Boeing kepada Israel yang sedang berkonflik dengan Palestina. Nilai pembelian senjata itu diperkirakan mencapai US$735 juta (sekitar Rp10,5 triliun). BESTPROFIT


JDAM buatan Boeing adalah sebuah kit yang mengubah bom tak berpemandu menjadi amunisi ‘pintar’ yang akurat, meski dalam cuaca buruk. buruk. Dengan penambahan bagian ekor baru yang berisi sistem navigasi inersia dan unit kontrol sistem global positioning system, JDAM mampu meningkatkan akurasi sebuah bom. Melansir Military, JDAM adalah senjata udara-ke-permukaan berpemandu yang menggunakan hulu ledak bom BLU-109/ MK 84 seberat hampir 1.000 kilogram, BLU-110 / MK 83 seberat 500 kg, atau BLU-111/ MK 82 seberat 250 kg sebagai muatannya. PT. BESTPROFIT

JDAM memungkinkan penggunaan senjata udara-ke-permukaan yang akurat terhadap target tetap dan yang dapat direlokasi dengan prioritas tinggi dari pesawat tempur dan pembom. Pemandu difasilitasi melalui sistem kendali ekor dan INS yang didukung GPS. Sistem navigasi diinisialisasi dengan transfer alignment dari pesawat yang menyediakan vektor posisi dan kecepatan dari sistem pesawat. Setelah dilepaskan dari pesawat, JDAM mampu secara mandiri menavigasi ke koordinat target yang ditentukan.

Koordinat target dapat dimuat ke dalam pesawat sebelum lepas landas, diubah secara manual oleh awak udara sebelum melepaskan senjata, atau secara otomatis dimasukkan melalui penunjukan target dengan sensor yang ada di dalam pesawat. Dengan dukungan GPS, tingkat kesalahan akurasi JDAM kemungkinan hanya 5 meter atau kurang. Jika data GPS ditolak, hanya mencapai 30 meter atau kurang. JDAM dapat diluncurkan dari ketinggian sangat rendah hingga sangat tinggi. JDAM memungkinkan banyak senjata untuk diarahkan ke satu atau beberapa target dalam sekali operasi.

JDAM saat ini kompatibel dengan pesawat B-52H Stratofortress, B-1B Lancer, B-2A Spirit, A-10C Thunderbolt II, AV-8B Harrier II, F-22A Raptor, F-15E Strike Eagle; semua varian F-16 Fighting Falcon, F / A-18A + / C / D Hornet, dan F / A-18E / F Super Hornet. Melansir laman resmi Angkatan Laut AS, satu unit JDAM buatan Boeing sekitar US$20 ribu atau sekitar Rp285 juta (kurs Rp14.257). Daya jangkau senjata itu juga bisa sejauh 24 kilometer. PT. BEST PROFIT

Melansir Designation Systems, JDAM awalnya diberi label AWPGM (Adverse Weather Precision Guided Munition). JDAM mulai dikembangkan sejak akhir tahun 1991. Pengujian penerbangan JDAM dimulai pada tahun 1996. Pada bulan Desember 1998, JDAM secara resmi mencapai IOC (Kemampuan Operasional Awal). Bagian utama dari JDAM kit adalah bagian panduan dan kontrol, yang dipasang di bagian ekor badan bom. Bagian itu menampung unit INS, penerima GPS, elektronik kontrol, dan tailfins berbentuk salib (tiga bergerak, satu dipasang) untuk mengarahkan bom.

Selain itu, strakes dipasang pada badan bom untuk meningkatkan stabilitas dan kemampuan meluncurnya. Strakes dipasang ke badan tengah bom, kecuali untuk bom kelas MK 82, BLU-111/ B, di mana strakes berada di hidung karena persyaratan pemasangan rak bom. Puluhan ribu kit JDAM dari semua versi telah dibuat dan produksi skala penuh terus berlanjut. Total produksi diperkirakan dapat mencapai hingga 250.000 unit. BEST PROFIT

JDAM telah secara efektif menggantikan bom konvensional sebagai senjata udara-ke-darat. Dalam operasi di Irak pada tahun 2003, sebagian besar amunisi yang dijatuhkan menggunakan bom JDAM. Ukuran JDAM buatan Boeing bervariasi. Paling besar bisa sepanjang 3,8 meter dan yang terkecil bisa mencapai 2,3 meter. Diameter JDAM juga bervariasi tergantung jenisnya, mulai dari 27 cm hingga 46 cm.

Sumber : cnnindonesia