Best Profit Futures Banjarmasin

Detik Tegang Misi Apollo 11, 50 Tahun Jejak Manusia di Bulan

PT. BESTPROFIT FUTURES

eb0b57cf-27a2-4b61-876b-df53a61e4d98_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Jakarta, CNN Indonesia — Pada 21 Juli 1969 waktu Amerika Serikat bagian timur, umat manusia untuk pertama kalinya telah menjejakkan kaki di tanah yang sama sekali berbeda, Bulan. Sejarah misi Apollo 11 yang dicetak 50 tahun lalu ini tak lekang oleh waktu. Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang melangkah di tanah asing itu. PT. BESTPROFITLangkah Armstrong lantas diikuti oleh “Buzz” Aldrin. Sementara Michael Collin rekan mereka, menunggu di orbit Bulan. Ia mengawasi pendaratan itu dari modul komando Columbia, bekal satu-satunya untuk membawa ketiga pria ini kembali ke Bumi. Mereka berdua turun ke Bulan menggunakan pesawat antariksa yang diberi nama Eagle. Serupa dengan lambang negara Amerika Serikat.  Sabtu, 20 Juli malam Eagle mendarat pukul 20:17 UTC. Mereka mendarat di lokasi yang dinamakan Sea of Tranquility (lautan ketenangan). Meski demikian, pendaratan itu jauh dari kata tenang. BEST PROFIT

“Penerbangan itu sangat menegangkan dan (kami) khawatir apa yang akan terjadi selanjutnya,” jelas Collins, seperti dikutip AFP. Neil Armstrong memecah ketegangan dengan melapor ke Houston, “Houston, disini Markas Tranquility. Eagle telah mendarat.”

“Roger, Markas Tranquility,” jawab Charlie Duke, yang menjadi komunikator kapsul itu dari ruang kendali di Houston.

“Kami mendengar Anda di daratan. Ada sejumlah orang yang sudah membiru. Sekarang mereka sudah bisa bernafas lagi,” candanya. Butuh enam jam bagi Armstrong dan Aldrin sebelum akhirnya turun dari Eagle. Ketika mereka turun dan melakukan observasi, mereka mesti menyiapkan peralatan kamera televisi untuk mengabadikan momen itu sendiri. Mereka menyiapkan satu kamera televisi di seberang Eagle, empat kamera panorama. Mereka juga meletakkan peralatan eksperimen gempa di Bulan dan laser retroreflektor. Retroreflektor ini digunakan untuk mengukur secara presisi jarak Bumi dan Bulan hingga hitungan milimeter dengan cara menembakkan laser dari Bumi. PT. BEST PROFIT

Sebagai eksperimen pendaratan pertama, NASA pun merancang eksplorasi minimal. Penjelajahan para kru tak pernah jauh dari Eagle dan penjelajahan hanya berlangsung selama 2,5 jam. Jika diberi perbandingan, mereka menjelajah duapertiga dari panjang lapangan bola pada penjelajahan pertama ini. Hal ini dilakukan demi menjaga dari resiko yang tak diinginkan, seperti dilansir dari situs NASA. Misi Apollo 11 berhasil membuktikan mendarat di Bulan bisa dilakukan dengan cukup mudah. Sehingga, pada misi-misi Apollo berikutnya, NASA meningkatkan luas jelajah para astronautnya. Tidak lagi hanya sepanjang lapangan bola.

Setelah misi selama 2,5 jam itu usai. Armstrong dan Aldrin kembali ke Eagle sembari menunggu perintah dari Bumi. Sembari menunggu, mereka berdua tak bisa tidur nyaman.
Sebab, Eagle tida dirancang agar para astronaut ini bisa tertidur. Alih-alih mereka mesti memejamkan mata sembari duduk. Selain itu, penjaga suhu di dalam Eagle terlalu dingin agar mereka bisa tidur tenang. Para peneliti NASA pun menyadari hal ini. Maka ketika mereka telah selesai melakukan persiapan para astronaut kembali ke Bumi, mereka menyapa, “Markas Tranquility, Markas Tranquility, Houston, Ganti.”

Armstrong menjawab, “Selamat pagi, Houston. Markas Tranquility. Ganti.”
“Hari yang panjang sudah berakhir. Waktunya kembali pulang, ke Bumi, untuk tidur malam yang nyenyak,” seperti dikutip dari Orlando Sentinel.

NASA lantas memperbaiki masalah kenyamanan tidur para astronaut. Sehingga, pada misi Apollo 12 mereka telah merancang modul baru dimana para astronaut bisa tidur terlentang di tempat kecil menggunakan hammock.

Armstrong, Aldrin, dan Collin berhasil mendarat di Bumi dengan selamat pada 24 Juli 1969. Para astronaut ini lantas mesti dikarantina selama 21 hari untuk memastikan mereka tidak membawa virus dan bakteri luar angkasa. Enam misi Apollo ke Bulan (Apollo 11, 12, 14, 15, 16, 17) berhasil mengumpulkan 382 kilogram batuan Bulan. Batuan ini terdiri dari berbagai macam jenis, mulai dari basalt, batuan pegunungan kuno, hingga batu yang hancur akibat benturan yang disebut breksi. Pendaratan Apollo 12 bahkan berhasil membawa batuan meteorit pertama yang ditemukan selain di Bumi yang dinamakan krondrit berkarbonasi dari Kawah Bench. BESTPROFIT

 

Sumber : cnnindonesia