Best Profit Futures Banjarmasin

China dan Taiwan Lakukan Cyber Crime di Indonesia? PT BESTPROFIT

PT BESTPROFIT FUTURES

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya menangkap 31 warga negara China dan Taiwan di perumahan elite Green Garden dan Apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat. Para WNA tersebut diduga melakukan praktik cyber crime dengan memeras para pejabat di China dan Taiwan.

Kejadian tersebut bukan baru kali ini terjadi, sudah sering terdengar polisi mengungkap jaringan cyber crime di Indonesia. Pelakunya pun hampir sama, yakni WN China dan Taiwan.

Lalu, mengapa Indonesia menjadi lokasi pilihan para penjahat cyber itu beroperasi?

“Memang akhir-akhir ini kasusnya meningkat ya, bisa juga karena adanya kemudahan masuk ke Indonesia. China dan Taiwan kan termasuk negara yang dibebaskan untuk visa kunjungan, jadi mereka menyalahgunakan visa itu,” kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Heru Santoso Ananta Yudha, Jumat.

Heru menjelaskan, pihak imigrasi sebenarnya sudah memiliki tim khusus untuk pengawasan orang asing, bekerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan. Namun, para WN China dan Taiwan yang melakukan kejahatan cyber ini rata-rata memanfaatkan rumah mewah yang lebih sulit diakses karena memiliki pengamanan yang cukup ketat.

“Kita sudah berupaya mencegah, sebenarnya tidak ada kesulitan bila tenaga pengawasan kami memadai. Bahkan di bandara pun kami sudah ada tim pengawasan,” jelas Heru. – PT Bestprofit Futures

Imbas dari pembebasan visa memang akhirnya pihak imigrasi harus bekerja ekstra keras untuk mengawasi para WNA yang datang ke Indonesia. Apalagi, pasca pemberlakuan bebas visa, lebih dari 5 juta WNA datang ke Indonesia. Sayangnya, sebagian WNA menyalahgunakan fasilitas bebas visa itu untuk melakukan tindak kejahatan di Indonesia.

“Oleh karena itu kami sangat berharap partisipasi masyarakat untuk aktif melaporkan. Masyarakat juga harus peduli, bila ada warga negara asing yang tinggal di daerah sekitar rumahnya tolong dilaporkan. Siapapun bisa melaporkan kepada kami,” tutur Heru.

Sementara itu, untuk proses hukum 31 WNA yang ditangkap semalam, pihak Ditjen Imigrasi menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Namun, bila dilihat kasusnya, ke-31 warga negara China dan Taiwan itu sudah bisa dijerat dengan pidana keimigrasian dan bisa langsung dideportasi.

Di beberapa kasus sebelumnya, polisi menggandeng pihak imigrasi untuk mendeportasi para WNA yang melakukan tindak pidana cyber crime di Indonesia. Proses hukumnya kemudian diserahkan ke penegak hukum di negara asal para WNA. – detik.com

(Mr-Pt Bestprofit Futures)