Best Profit Futures Banjarmasin

Category Archives: Tekno

Ini Jajaran Aplikasi yang Bikin Baterai Boros

BEST PROFIT

PT BESTPROFIT FUTURES – Aplikasi menjadi salah satu layanan yang di desain untuk mempermudah para pengguna smartphone. Dengan adanya apalikasi pengguna smartphone cukup menggunakan fitur – fitur yang disediakan sesuai kebutuhan.

Meski begitu, tidak dapat dipungkiri bila ada beberapa aplikasi yang ternyata menguras daya. Sebagaimana dilansir dari Gadgets Now, Senin, berikut beberapa aplikasi yang ternyata banyak menguras daya baterai. – PT BESTPROFIT

Dari berbagai aplikasi yang ada, aplikasi games ternyata menjadi aplikasi yang membiat baterai samrtphone cepat habis. Games tersebut diantaranya, Candy Crush Saga. Aplikasi satu ini menjadi salah satu game yang banyak diunduh pengguna smartphone. Namun perlu diketahui aplikasi yang satu ini ternyata cukup banyak menguras baterai.

Aplikasi games lainnya adalah Pets Rescue Saga, selain banyak menguras energi baterai aplikasi ini ternyata juga banyak memakan ruang penyimpanan. Terakhir Clas of Clans juga masuk sebagai daftar aplikasi games yang menguras baterai. – BEST PROFIT

Sedangkan untuk deratan aplikasi sosial media, nama Facebook dan WhatsApp masuk sebagai aplikasi yang banyak menguras baterai. Saat ini kedua aplikasi tersebut memang yang paling banyak digunakan tapi sayangnya cukup menguras baterai smartphone. – BESTPROFIT

Aplikasi mungkin saja menjadi salah satu penyebab baterai samrtphone menjadi cepat habis. Namun biar bagaimanapun bila digunakan dengan sewajarnya tentu dapat membantu perangkat menjadi lebih hemat daya.

Kereta Super Cepat Dicap Ketinggalan Zaman

PT BESTPROFIT FUTURES – Disaat Indonesia baru saja ingin menghadirkan kereta cepat,  Amerika Serikat tengan menguji teknologi transportasi modern di abad ini. Teknologi ini adalah Hyperloop One, sebuah kereta cepat futuristik yang dapat menempuh jarak sejauh 600 kilometer hanya dalam waktu 50 menit.

Laporan Bloomberg, menyebutkan Bos besar Tesla Inc, Elon Musk mengatakan siap memproduksi Hyperloop dan akan beroperasi, dengan rute New York ke Washington D.C.  – PT BESTPROFIT

” Musk’s Boring Company, mengatakan bahwa pihaknya ingin “mempercepat pengembangan teknologi ini secepat mungkin.” tulis Tesla seperti dilansir dari Autoblog, Senin, (7/8/2018).

Kereta Super Cepat Dicap Ketinggalan Zaman, Tesla Produksi Hyperloop

Kereta berbentuk tabung vakum itu diprediksi mampu melaju hingga 800 kilometer per jam. “Simbol XR-1 awal era baru transportasi,” demikian pernyataan pihak perusahaan pengembang Hyperloop One. Dalam sebuah tes yang baru dilakukan, tabung tersebut meluncur dalam lintasan magnetis sepanjang 270 meter. – BEST PROFIT

Tabung itu melayang di atas lintasan di dalam sebuah di sebuah terowongan yang tekanannya seperti pada kedalaman 60 kilometer di bawah permukaan laut. Sistem ini menggunakan teknologi “mag-lev” yang sama seperti dipakai kereta berkecepatan tinggi di Jepang.

Kereta Super Cepat Dicap Ketinggalan Zaman, Tesla Produksi Hyperloop

Di mana, levitasi elektromagnetik kereta api mengartikan tidak adanya traksi (gesekan) antara kereta dan rel. Hal ini berbeda dengan kereta tradisional yang berjalan di atas jalurnya. “Ini adalah awal, dan awal era baru transportasi,” kata Ketua Eksekutif Hyperloop One, Shervin Pishevar.

Hyperloop One hanyalah salah satu dari sejumlah perusahaan yang berlomba untuk menciptakan “Hyperloop” pertama. –BESTPROFIT

Hyperloop adalah visi yang digagas pengusaha Elon Musk, pendiri Tesla Motors, PayPal, dan perusahaan eksplorasi ruang angkasa SpaceX. Musk, yang pertama kali meluncurkan konsep Hyperloop pada 2013, kemudian membuka sumber teknologi, dan tidak lagi terlibat langsung dalam pengembangannya.

Pakar yang Akhiri Serangan Ransomware Dibebaskan FBI

BEST PROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta, Pakar keamanan siber yang berhasil menghentikan serangan ransomware WannaCry akhirnya dibebaskan FBI. Sebelumnya, Marcus Hutchins–pakar keamanan siber yang menghentikan serangan WannaCry ini ditangkap Biro Federal Investigasi (FBI) di Nevada..

FBI mencurigai atas tuduhan membuat kode berbahaya (malware) yang dapat mencuri data perbankan korban. Malware ini kemudian ditengarai dijual ke pasar gelap online. – BESTPROFIT

Pada Senin (7/8), Hutchins yang merupakan pakar keamanan siber Kryptos Logic ini telah. Ia dijadwalkan menghadiri pengadilan di Milwaukee kemarin, Selasa (8/8). Hal ini diperkuat dengan pernyataan Juru Bicara Penjara Kayla Gieni. – PT BESTPROFIT

Berdasarkan keterangan seorang jaksa, Hutchins mengaku kepada penyidik bahwa ia menulis kode berbahaya tersebut dan memberikan isyarat bahwa ia memang menjualnya. Kondisi tersebut membuat pria berusia 23 tahun ini terikat pada tuntutan yang berat, sehingga ia diminta menyerahkan paspor dan pergerakannya dipantu oleh GPS. Demikian diberitakan The Telegraph.

Pengacaranya Adrian Lobo menyatakan bahwa pihak Hutchins berkeras untuk melawan kasus ini dan tidak akan mengajukan permohonan bersalah atas seluruh tuduhan.

Diberitakan Techcrunch, Pendukung Hutchins juga tetap berkumpul untuk menyumbang dan menutupi biaya hukumnya. Pendanaan tersebut dipimpin oleh Symantec Cybersecurity Czar Tara Wheeler dan firma hukum teknologi Tor Ekeland. Penggalanan dana tersebut berhasil mengumpulkan US$30,000 (setara dengan Rp390 juta). – BEST PROFIT

“Meskipun kita sebagai sebuah komunitas tidak mengetahui semua rincian tentang tuduhan terhadap Marcus Hutchins, kami mengetahui bahwa semua orang memiliki hak untuk mendapatkan pembelaan dan pembelaan hukum di Amerika Serikat ketika dituduh melakukan kejahatan,” tulis Wheeler dalam sebuah pesan yang menyertai halaman sumbangan tersebut.

Menghentikan WannaCry

Sebelumnya, Hutchins sempat dipuji karena menemukan tombol pembunuh yang menahan ransomware jenis WannaCry. Ransomware ini telah menyerang dan mengganggu komputer pabrik mobil, rumah sakit, toko-toko, dan sekolah di lebih dari 150 negara. Lebih dari 300 ribu komputer terkinfeksi ransomware ini di awal tahun ini.

Ransomware sendiri adalah sejenis malware yang mengunci laptop atau komputer korban dengan kode tertentu (enkripsi). Begitu terkunci, PC korban tak bisa diakses kembali. Penyebar ransomware ini lantas akan meminta tebusan (ransom) untuk membuka PC.

Itulah mengapa malware ini disebut ransomware. Namun, begitu tebusan diberikan, tidak menjadi jaminan PC pengguna akan dibuka oleh mereka.

“Saya jelas bukan pahlawan, saya hanya seseorang yang melakukan sedikit untuk menghentikan botnet,” ucap Hutchins.

NASA Cari Petugas Pelindung Bumi dari Alien, Gajinya Rp 2,5 M

PT BESTPROFIT FUTURES –  Washington DC – Badan Antariksa Amerika, NASA, sedang mencari petugas perlindungan Bumi dengan gaji hingga $ 187.000 (Rp 2,5 miliar) per tahun. Pekerjaan itu tercipta setelah penandatanganan Perjanjian Luar Angkasa 1967.

Petugas itu akan memastikan bahwa manusia tidak mengotori planet, bulan, dan benda-benda lainnya di luar angkasa. Mereka juga harus membantu mencegah setiap mikroba asing menyebar ke Bumi. – BEST PROFIT

Ilmuwan pemerintah AS bekerja keras untuk melindungi masyarakat. Beberapa mempelajari penyakit menular dan pengobatan yang efektif. Lainnya memastikan bahwa obat, makanan, kendaraan, atau produk konsumen sesuai yang diklaim dan tidak merugikan siapa pun.

Tapi kepedulian di kantor pusat NASA adalah luar angkasa, yang menjadi alasan mengapa badan antariksa itu kini membuka lowongan pekerjaan untuk petugas perlindungan planet.

PT BESTPROFIT – Sri Mulyani Sebut Google Sudah Bayar Pajak

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

PT BESTPROFIT
PT BESTPROFIT BANJARMASIN – Jakarta -Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan perusahaan digital Google telah membayar kewajiban pajak dengan menyetorkan Surat Pelaporan Tahunan untuk tahun pajak 2016. “Kita sudah ada pembahasan dengan mereka dan ada suatu agreement berdasarkan SPT tahun 2016. Itu saja,” kata Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 13 Juni 2017.

Sri Mulyani tidak menyebutkan badan usaha yang melakukan pembayaran pajak atas transaksinya Indonesia, apakah induk usaha Google Asia Pasific Pte Ltd atau Google Indonesia. Sri Mulyani juga enggan menyebutkan jumlah pajak yang disetorkan perusahaan raksasa tersebut. “Karena sifatnya rahasia, kita tidak lakukan berapa suatu perusahaan atau wajib pajak membayar berapa.”

Hingga Maret lalu, Direktorat Jenderal Pajak menyatakan masih melakukan pemeriksaan laporan keuangan Google. Pemeriksaan dilakukan setelah langkah settlement mentok akhir tahun lalu. Belakangan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakart Khusus Muhammad Haniv mengatakan Google bersedia membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang ditekankan pemerintah.