Best Profit Futures Banjarmasin

Category Archives: Post

Hari Ini Tilang CCTV Mulai Berlaku, Lokasinya di Dua Titik

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta, Penerapan tilang melalui kamera pengintai atau CCTV mulai berlaku hari ini. Patung Kuda yang berada di Jalan Medan Merdeka dan kawasan Sarinah di Thamrin menjadi dua titik dipasangnya kamera pengintai yang dikenal dengan Electronic Traffic Law Enforcement atau E-TLE.

“Iya betul (hari ini mulai berlaku),” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf, Kamis. – BEST PROFIT

Yusuf menjelaskan setidaknya ada tiga alasan kenapa kedua titik itu menjadi yang pertama dilakukan penerapan tilang dengan CCTV. Alasan pertama, kedua titik tersebut masuk sebagai jalan protokol.

Alasan kedua, pengguna kendaraan yang melaju di jalur tersebut memang dituntut untuk tertib. Alasan ketiga, jalan tersebut sering dilewati oleh Presiden RI dan tamu negara sehingga dengan diterapkannya E-TLE dapat mengesankan bahwa Jakarta tertib dan sudah maju dengan penggunaan kamera tilang.  – BESTPROFIT

Meski demikian, Yusuf mengatakan kepolisian juga akan tetap melakukan evaluasi selama penerapan tilang itu berlaku. Jika lancar, tidak hanya dua titik tersebut yang diterapkan E-TLE. Rencananya, pengadaan kamera CCTV akan diperbanyak tahun 2019.

“Nanti kan pasti kita evaluasi, tapi tentunya akan berlaku terus,” tuturnya.

Minim Sentimen Positif, Rupiah Terburuk Ketiga di Asia

BESTPROFIT

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta, CNBC Indonesia- Kurs rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini. Berbagai sentimen negatif dari global ditambah minimnya sokongan dari domestik menyebabkan rupiah tidak berdaya.  – PT BESTPROFIT

Pada Selasa (30/10/2018) pukul 08:00 WIB, US$ 1 dibuka pada level Rp 15.220 di pasar spot. Rupiah melemah 0,03% dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin. Seiring berjalannya waktu, pelemahan rupiah terus berlanjut. Pada pukul 08:19 WIB, kurs rupiah berada di level Rp 15.225/US$ atau melemah 0,07%.  – PT BEST PROFIT

Sementara itu, pergerakan mata uang di negara kawasan terhadap dolar AS bergerak variatif. Terhitung hanya yuan China, Yen Jepang, Dolar Singapura dan Baht Thailand yang mengalami depresiasi.  Berikut data perdagangan sejumlah mata uang Asia hingga pukul 08:26 WIB :  – BEST PROFIT

Rupiah Jadi Runner-up di Asia, Tapi Masih Harus Waspada

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT

PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mampu menguat pada perdagangan pagi hari awal pekan ini. Prestasi rupiah cukup membanggakan karena mata uang lain Asia lain malah melemah di hadapan greenback.

Pada Senin, US$ 1 sama dengan Rp 15.200 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat 0,1% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu. – BEST PROFIT

Seiring perjalanan pasar, rupiah masih menguat meski apresiasinya menipis. Pada pukul 08:25 WIB, US$ 1 sudah dihargai Rp 15.212 di mana penguatan rupiah tinggal tersisa 0,02%.  – BEST PROFIT

Pada perdagangan akhir pekan lalu, rupiah melemah 0,2%. Rupiah menjadi mata uang terlemah ketiga di Asia kala itu.  – PT BESTPROFIT

Namun pagi ini, kinerja rupiah lumayan bagus. Mayoritas mata uang Asia melemah di hadapan dolar AS, dan selain rupiah hanya yuan China dan won Korea Selatan yang mampu menguat. Bahkan dengan penguatan yang hanya 0,02%, rupiah mampu jadi mata uang terbaik kedua di Benua Kuning, hanya kalah dari yen Jepang.  – PT BEST PROFIT

Tantang Google, Baidu Luncurkan Mesin Penerjemah Berbasis AI

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta, CNBC Indonesia – Raksasa internet China, Baidu meluncurkan sebuah mesin penerjemah yang dapat menerjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Mandarin dan Jerman secara real time berbasis kecerdasan buatan (artificial intellegence/ AI).

Keunggulan mesin penerjemah ini adalah kecepatannya yang dapat menerjemahkan dalam seketika. Kebanyakan mesin penerjemah lain membutuhkan waktu dalam menterjemahkan bahasa.

Inisiatif Baidu ini merupakan cara terbaru untuk menantang Google. Produk ini juga merupakan terobosan bagi Baidu yang telah melakukan investasi besar-besaran dalam AI selama beberapa tahun terakhir, berharap untuk membangun masa depan bisnisnya pada teknologi. – BEST PROFIT

Pemrosesan bahasa dan kemampuan mesin untuk memahami ucapan manusia telah berkembang dengan pesat. Hal ini dilihat sebagai teknologi kunci yang dapat diintegrasikan di sejumlah produk, terutama voice assistants.

Dan teknologi suara dipandang sebagai medan pertempuran besar bagi raksasa teknologi termasuk Amazon, Apple dan Alphabet Google. – BEST PROFIT

Untuk saat ini, alat terjemahan Baidu hanya mampu menerjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Mandarin dan sebaliknya, atau bahasa Inggris dan Jerman.

3 Kerugian Jika Data Center Di Luar Negeri

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta, CNBC Indonesia – Revisi Peraturan Pemerintah (PP) No.82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) menuai polemik. Pangkal masalahnya, pengaturan kembali lokasi pusat data (data center).

Dalam aturan yang berlaku saat ini semua data center harus berlokasi di Indonesia. Namun kementerian komunikasi dan informatika (kemenkominfo) berencana memberikan kelonggaran lokasi data center.

Dalam revisinya, data yang bersifat strategis dan penting bagi negara yang data centernya wajib berada di Indonesia. Sementara data yang berisiko rendah atau data publik bisa di taruh di luar negeri. – BEST PROFIT

Begitu juga data berisiko tinggi juga bisa ditaruh di data center luar negeri asalkan mendapatkan persetujuan dari otoritas yang meregulasi industri tersebut.

Pengamat informasi teknologi, Heru Setiadi, mengatakan pemberian izin data center berada di luar negeri merupakan sebuah langkah yang kurang bijak dan bisa merugikan pemangku kepentingan.

Salah satu sisi negatifnya kemudahan memperoleh data. Regulator dan pihak berkepentingan bisa lebih lama mendapatkan data yang dibutuhkan karena data center ada di luar negeri. – BESTPROFIT
“Perusahaan Over The Top (OTT) agak sombong soal data. Tidak selalu dipenuhi permintaan data dari Indonesia,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (22/10/2018).

Sisi negatif lainnya, kebijakan ini bisa menghambat dan tidak mendorong industri data center di Indonesia. Heru bercerita setelah PP No.82/2012 diberlakukan terjadi investasi di bidang informasi dan teknologi dalam negeri dan data center.