Best Profit Futures Banjarmasin

Category Archives: Post

Waspada, Ada Sinyal Rupiah Bakal Melemah

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta,  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Tanda-tanda depresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF).

Pada Jumat, berikut kurs dolar AS di pasar NDF saat ini dibandingkan kala penutupan pasar spot hari sebelumnya, mengutip Refinitiv: – PT BEST PROFIT

Periode     Kurs 13 Desember (15:53 WIB)     Kurs 14 Desember (07:19 WIB)
1 Pekan     Rp 14.494     Rp 14.503
1 Bulan     Rp 14.539     Rp 14.546
2 Bulan     Rp 14.594     Rp 14.614
3 Bulan     Rp 14.647     Rp 14.669
6 Bulan     Rp 14.844     Rp 14.863
9 Bulan     Rp 15.049     Rp 15.055
1 Tahun     Rp 15.249     Rp 15.266
2 Tahun     Rp 15.999,9     Rp 16.009,9

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF), yang kali terakhir diperbarui pada 13 Desember pukul 15:47 WIB:  – PT BESTPROFIT

Periode     Kurs
1 Bulan     Rp 14.540
3 Bulan     Rp 14.645

5 Fakta di Balik Harga BBM Turun Jelang 2019

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Harga minyak dunia terus turun hingga sempat menyentuh level USD 57 per barel. Atas kondisi tersebut, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memanggil badan usaha penjual Bahan Bakar Minyak ( BBM) agar harga BBM turun bisa segera dilakukan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan, penurunan harga minyak dunia merupakan hal baik untuk kegiatan hilir. Atas kondisi penurunan harga minyak tersebut, seharunya harga BBM non subsidi ikut menyesuaikannya. – PT BEST PROFIT

“Kalau harga minyak turun, harus turun dong,” kata Djoko.

Djoko akan memanggil badan usaha yang melakukan kegiatan penjualan BBM non subsidi, untuk meminta menyesuaikan harga dengan penurunan harga minyak dunia. “Ya nanti semua perusahaan yang jual BBM non subsidi, kita mau panggil untuk nurunin harganya,” tuturnya. – PT BESTPROFIT

Pemerintah sempat berjanji mulai minggu ini akan ada penurunan harga BBM di SPBU baik milik Pertamina atau asing. Berikut sejumlah fakta di balik harga BBM turun tersebut.

1. Penurunan Harga Dimulai Awal Desember

BPF BANJAR – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memanggil badan usaha penjual Bahan Bakar Minyak ( BBM), untuk membahas peluang harga BBM turun menyesuaikan dengan kondisi harga minyak dunia. Mulai awal Desember akan ada badan usaha yang menurunkan harga BBM non subsidi, menyesuaikan dengan kondisi harga minyak dunia yang terus anjlok di bawah USD 60 per barel.

5 Hoaks yang Viral Sepanjang November 2018

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES –  Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui tim anti hoaks di bawah Ditjen Aplikasi Informatika menemukan, ada isu hoaks paling viral sepanjang November 2018.

Kelima isu tersebut banyak dibicarakan di media sosial, berikut adalah isu hoaks yang dimaksud, seperti dikutip Tekno  dari keterangan resmi Kemkominfo.

1. Rekaman Blackbox Lion Air JT610

Kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan laut Karawang, Jawa Barat, pada Senin 29 Oktober 2018 menjadi isu yang banyak diperbincangkan di berbagai ruang publik dan media sosial. – PT BEST PROFIT

Bersamaan dengan kejadian itu, bermunculan pula berbagai isu meliputi berita, foto, dan video disinformasi atau hoaks.

Kabar hoaks ini menimbulkan banyak spekulasi dan keresahan di kalangan masyarakat, apalagi ada cukup banyak jumlah korban di insiden.

Setelah setidaknya 4 isu hoaks tercatat oleh Kominfo di bulan Oktober yang masih ditemukan di bulan November terkait jatuhnya Lion Air PK LQP. Salah satunya adalah video yang diklaim sebagai rekaman black box dari pesawat nahas itu. – PT BESTPROFIT

Kekurangan Obat Kuat, Rupiah Anjlok ke Rp14.615 per Dolar AS

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta, CNN Indonesia — Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.615 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Selasa  pagi ini. Posisi ini melemah 62 poin atau 0,43 persen dibanding Senin yang di Rp14.553 per dolar AS.

Sejalan dengan rupiah, beberapa mata uang Asia turut melemah dari dolar AS. Won Korea Selatan melemah 0,3 persen, ringgit Malaysia minus 0,19 persen, peso Filipina minus 0,17 peren, dan dolar Singapura minus 0,02 persen. – PT BEST PROFIT

Namun, beberapa mata uang lainnya berhasil parkir di zona hijau, seperti dolar Hong Kong yang menguat 0,02 persen, baht Thailand 0,12 persen, dan yen Jepang 0,25 persen.

Begitu pula dengan mata uang utama negara maju, beberapa diantaranya menguat dari dolar AS, seperti franc Swiss 0,14 persen, poundsterling Inggris 0,06 persen, euro Eropa 0,05 persen, dan rubel Rusia 0,04 persen. Namun, dolar Australia melemah 0,03 persen dan dolar Kanada minus 0,03 persen. – BESTPROFIT FUTURES

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan rupiah akan kembali melemah pada hari ini karena minim sentimen positif yang menopang pergerakan mata uang Garuda. Padahal, pada saat bersamaan dolar AS belum lepas dari sentimen negatif. – BEST PROFIT

Awas, Risiko Mengintai Pertumbuhan Ekonomi Asia Timur

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta, – Bank Dunia (World Bank/ WB) memperingatkan akan berbagai risiko yang dapat mengancam tren kuat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur yang telah tumbuh pesat dalam 50 tahun terakhir.

Kawasan ini sendiri terbentang dari China dan Jepang hingga Indonesia dan Filipina.

Dalam laporan terbarunya berjudul A Resurgent East Asia, Navigating a Changing World yang dirilis Senin (10/12/2018), WB memperingatkan bahwa tidak ada jaminan kemajuan mengesankan tersebut akan terus berlanjut di masa depan. – PT BEST PROFIT

Model pertumbuhan yang telah mendorong naik perekonomian di kawasan tersebut kini harus beradaptasi dengan perubahan teknologi, melambatnya pertumbuhan perdagangan, dan perubahan di berbagai negara demi mempertahankan kemajuan yang telah dicapai hingga hari ini, tulis WB.

“Negara-negara berkembang di Asia Timur selama ini telah menjadi kawasan paling sukses dalam 25 tahun terakhir. Sejak 2000, PDB-nya (produk domestik bruto) telah naik lebih dari tiga kali lipat, mengentaskan lebih dari satu miliar jiwa dari kemiskinan,” kata Wakil Presiden WB untuk Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa sebagaimana dikutip dari siaran resmi Bank Dunia, Senin. – BESTPROFIT

“Di luar perkembangan ini, negara-negara di kawasan masih memiliki kesenjangan yang signifikan dalam hal produktivitas tenaga kerja, modal manusia, dan standar hidup dibandingkan negara-negara dengan pendapatan tinggi,” tambahnya.