Best Profit Futures Banjarmasin

Category Archives: Forex

Emas Sempat Naik Ke Ketinggian Historis Selama 6 Tahun Di $1,415

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BEST PROFIT FUTURES – Harga emas pada hari Jumat minggu lalu diperdagangkan stabil pada awal jam perdagangan sesi Amerika Serikat, setelah terdorong naik ke ketinggian selama 6 tahun 3i $1,415.40 di dalam perdagangan semalam untuk kontrak berjangka bulan Agustus. Harga perak hampir menyentuh ketinggian selama 3 bulan dalam perdagangan semalam. Pasar metal berharga mendapatkan  permintaan “safe-haven” menjelang akhir minggu yang sangat tidak pasti. Selain itu, kenaikan metal berharga juga disebabkan oleh efek yang positip yang diperoleh dari Federal Reserve dan European Central Bank yang bersandar kepada kebijakan moneter yang longgar pada minggu lalu. – PT BEST PROFIT

Emas berjangka bulan Agustus terakhir naik $0.60 per ons pada $1,397.40. Harga perak Comex bulan Juli terakhir turun $0.142 pada $15.34 per ons.

Konfrontasi AS-Iran di daerah Teluk Persia mengalami eskalasi pada minggu lalu dengan ditembak jatuhnya “drone” AS oleh Iran. Presiden Trump telah muncul menenangkan situasi dengan mengatakan bahwa penembakan “drone” AS tersebut bisa jadi merupakan kesalahan yang dibuat oleh militer Iran. Laporan semalam mengatakan bahwa AS sudah merencanakan serangan pembalasan, namun misi tersebut dicabut. Namun laporan itu juga mengatakan serangan AS terhadap Iran tetap ada diatas meja. Biarbagaimanapun hal ini kemungkinan akan naik intensitasnya sebelum akhirnya mereda. Para trader di sebagian pasar ada yang meningkatkan posisi trading nya menjelang akhir minggu lalu, karena kekuatiran senjata atau pesawat perang AS akan menyerang militer Iran. – PT BEST PROFIT

Selain itu pasar masih tenggelam di dalam sikap uang-mudah yang diambil oleh Federal Reserve AS dan European Central Bank pada minggu lalu. Pasar saham mengalami rally, imbal hasil obligasi pemerintah telah jatuh, dan juga dolar AS. Komoditi mendapatkan suntikan adrenalin dengan kabar lebih banyak uang yang akan digelontorkan di sistem keuangan dunia yang berarti akan ada lebih banyak permintaan konsumen untuk komoditi.

Saham-saham Amerika Masih Laku Keras Karena Dovish Fed

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BEST PROFIT FUTURES – Bursa saham Amerika masih sangat antusias merespon pernyataan dovish Fed hingga 2 indeks utamanya berhasil cetak rekor tertinggi pada perdagangan yang berakhir beberapa saat lalu Jumat (21/06). Saham berfluktuasi setelah lompatan awal tetapi mempertahankan bias positif sepanjang sesi perdagangan.

Indeks Dow Jones dan S&P 500 sempat mencapai rekor tertinggi baru setelah kemudian ditutup sedikit lebih rendah dari rekor. Dow Jones melonjak 249,17 poin atau 0,9 persen menjadi 26.753,17, Nasdaq naik 64,02 poin atau 0,8 persen menjadi 8.051,34 dan S&P 500 melonjak 27,72 poin atau 1 persen menjadi 2.954,18. –  BEST PROFIT

Secara sektoral, saham emas bergerak tajam lebih tinggi memperpanjang pergerakan kuat sebelumnya dengan  NYSE Arca Gold Bugs Index melonjak hingga 5 persen ke level penutupan terbaik dalam lebih dari setahun.

Mencerminkan kekuatan saham di sektor energi, Philadelphia Oil Service Index melonjak 3,7 persen, sedangkan NYSE Arca Oil Index dan NYSE Arca Natural Gas Index melonjak 2,4 persen dan 2,1 persen. – PT BEST PROFIT

Demikian juga saham perangkat keras komputer, perangkat lunak, perumahan, dan saham bahan kimia juga mengalami penguatan  di tengah minat beli yang besar di bursa Wall Street.

Lompatan saham pada awal perdagangan terjadi karena para pedagang terus bereaksi positif terhadap pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve pada hari Rabu. The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah seperti yang diharapkan, tetapi mengisyaratkan bahwa perubahan suku bunga berikutnya kemungkinan akan menjadi penurunan suku bunga. – BEST PROFIT FUTURES

Rupiah di Atas Angin, Riyal Ditekuk Saat Harga Minyak Naik

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BEST PROFIT FUTURES – Jakarta, Rupiah sedang perkasa pada perdagangan Rabu, riyal Arab Saudi (SAR) berhasil ditekuk meski harga minyak mentah sedang menguat.

Pada pukul 15:20 WIB, riyal diperdagangkan di level Rp 3.805, atau melemah sekitar 0,34% di pasar spot, mengutip data dari Refinitiv.

Kabar baik dari rencana pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping berhasil dimanfaatkan oleh rupiah. Sentimen investor global membaik merespon kabar tersebut dan kembali melirik aset-aset yang memiliki imbal hasil tinggi seperti rupiah. – PT BEST PROFIT

Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan kebijakan moneter Kamis besok. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di 6%. Sementara, suku bunga acuan di Arab Saudi sebesar 3%, setengah kali di Indonesia, yang membuat berinvestasi di rupiah menjadi lebih menguntungkan.

Sementara itu, harga minyak mentah menguat pada hari ini, minyak jenis WTI naik 0,3% sementara jenis Brent sebesar 0,32%, mengutip data dari CNBC International. Harapan akan berakhirnya perang dagang AS-China menjadi pemicu kenaikan harga minyak mentah. Jika perang dagang berakhir, laju perekonomian global akan kian cepat, dan permintaan akan minyak mentah berpotensi meningkat. –   BEST PROFIT

Arab Saudi merupakan negara yang mengandalkan harga minyak mentah untuk mendongkrak ekonominya, sehingga pergerakan harga minyak mentah juga akan mempengaruhi nilai tukar riyal.

Review Forex 18/06: Dolar AS Melaju 5 Hari Berturut Jelang Pengumuman Fed

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BEST PROFIT FUTURES – Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika beberapa saat lalu Rabu (19/06), Dolar AS kembali menguat untuk sesi kelima berturut-turut karena para investor  tetap ragu untuk membuat posisi  yang signifikan karena menunggu pernyataan kebijakan moneter Federal Reserve.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya ditutup menguat 0,07% dari penutupan sebelumnya ke posisi 97.64 setelah sempat naik ke posisi tinggi di 97,77 dan turun ke posisi terendah 97,37. – PT BEST PROFIT

Pertemuan dua hari The Fed berakhir hari ini, dimana meskipun Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah, pernyataan yang menyertainya ditunggu-tunggu karena kemungkinan akan memberikan petunjuk tentang keputusan suku bunga di masa depan.

Kemudian Presiden AS Donald Trump menuduh Eropa melakukan manipulasi mata uang dengan merespon komentar Draghi, itu membuat pasar Eropa lebih tinggi dan tidak adil bagi AS.

Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi dalam Forum ECB tentang Perbankan Sentral di Sintra, Portugal mengatakan  bank sentral masih memiliki ruang untuk memotong suku bunga dan langkah-langkah untuk meredam efek samping dari suku bunga rendah. Pasca komentar Draghi tersebut, kurs euro jatuh ke $ 1,1197, anjlok sekitar 0,2%. Euro juga anjlok terhadap Yen, Pound Sterling dan franc Swiss juga. – BEST PROFIT

Harga Minyak Amerika di Asia Turun Lagi Karena Kekhawatiran Ekonomi Global

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BEST PROFIT FUTURES – Harga minyak mentah di perdagangan sesi Asia hari Selasa  masih lemah oleh  meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan tanda-tanda bahwa pertumbuhan ekonomi sedang dilanda ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina.

Harga minyak mentah berjangka acuan internasional atau minyak Brent turun 15 sen atau 0,25 persen dari perdagangan sebelumnya ke posisi $60,86 per barel. Perdagangan sebelumnya minyak jenis Brent ini sudah turun 1,7% dari harga akhir pekan lalu karena kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global. – PT BEST PROFIT FUTURES

Demikian juga harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di posisi $51,72 , yang turun 13 sen atau 0,25 persen dari perdagangan sebelumnya. Harga perdagangan sebelumnya sudah turun 1,1% dari perdagangan akhir pekan.

Ketegangan di Timur Tengah bertambah setelah Menteri Pertahanan AS  Patrick Shanahan mengumumkan pada hari Senin pengerahan sekitar 1.000 tentara ke Timur Tengah untuk tujuan defensif terhadap  ancaman dari Iran. – PT BEST PROFIT FUTURES

Federal Reserve New York mengatakan pada hari Senin bahwa ukuran pertumbuhan bisnis di negara bagian New York membukukan rekor penurunan bulan ini ke level terlemah dalam lebih dari 2-1/2 tahun, menunjukkan kontraksi mendadak dalam aktivitas regional. Sentimen bisnis AS telah merosot karena ketegangan  perdagangan  antara China dan Amerika Serikat dan pada tanda-tanda kemunduran di pasar tenaga kerja.