Best Profit Futures Banjarmasin

Category Archives: Commodity

Awas, Risiko Mengintai Pertumbuhan Ekonomi Asia Timur

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta, – Bank Dunia (World Bank/ WB) memperingatkan akan berbagai risiko yang dapat mengancam tren kuat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur yang telah tumbuh pesat dalam 50 tahun terakhir.

Kawasan ini sendiri terbentang dari China dan Jepang hingga Indonesia dan Filipina.

Dalam laporan terbarunya berjudul A Resurgent East Asia, Navigating a Changing World yang dirilis Senin (10/12/2018), WB memperingatkan bahwa tidak ada jaminan kemajuan mengesankan tersebut akan terus berlanjut di masa depan. – PT BEST PROFIT

Model pertumbuhan yang telah mendorong naik perekonomian di kawasan tersebut kini harus beradaptasi dengan perubahan teknologi, melambatnya pertumbuhan perdagangan, dan perubahan di berbagai negara demi mempertahankan kemajuan yang telah dicapai hingga hari ini, tulis WB.

“Negara-negara berkembang di Asia Timur selama ini telah menjadi kawasan paling sukses dalam 25 tahun terakhir. Sejak 2000, PDB-nya (produk domestik bruto) telah naik lebih dari tiga kali lipat, mengentaskan lebih dari satu miliar jiwa dari kemiskinan,” kata Wakil Presiden WB untuk Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa sebagaimana dikutip dari siaran resmi Bank Dunia, Senin. – BESTPROFIT

“Di luar perkembangan ini, negara-negara di kawasan masih memiliki kesenjangan yang signifikan dalam hal produktivitas tenaga kerja, modal manusia, dan standar hidup dibandingkan negara-negara dengan pendapatan tinggi,” tambahnya.

The Fed Ragu-Ragu, Bursa Saham Asia Bersuka Cita

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham utama kawasan Asia kompak dibuka di zona hijau pada perdagangan hari ini: indeks Nikkei naik 0,66%, indeks Shanghai naik 0,16%, indeks Hang Seng naik 0,36%, indeks Strait Times naik 0,81%, dan indeks Kospi naik 0,63%.

Bursa saham Asia bersuka cita seiring dengan indikasi bahwa The Federal Reserve makin ragu-ragu dalam mengeksekusi rencana kenaikan suku bunga acuannya. Wall Street Journal melaporkan bahwa The Fed sedang mempertimbangkan untuk memberikan sinyal wait-and-see terkait kenaikan suku bunga acuan pada pertemuannya bulan ini, seperti dikutip dari CNBC International. – PT BEST PROFIT

Laporan tersebut menyebut bahwa The Fed tidak tahu apa langkah mereka selanjutnya setelah pertemuan bulan ini.

Lantas, hal ini semacam memberikan konfirmasi bahwa stance dari The Fed sudah mengarah ke hawkish. Sebelumnya, pernyataan yang mengindikasikan hal tersebut sempat dilontarkan oleh sang gubernur, Jerome Powell, serta wakilnya, Richard Clarida.

Apalagi, data-data ekonomi di AS juga mengonfirmasi bahwa tekanan sedang menerpa perekonomian AS. Dari sejumlah data ekonomi AS yang dirilis kemarin, nyaris semuanya meleset dari ekspektasi pasar. – PT BESTPROFIT

Penciptaan lapangan kerja non-pertanian di AS versi ADP diumumkan hanya sebanyak 179.000 pada bulan November, jauh di bawah konsensus Reuters yang sebanyak 195.000. Jumlah itu juga jatuh dari capaian bulan sebelumnya sebesar 225.000.

Tenang, Keperkasaan Dolar AS Hanya Sementara

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam dua hari terakhir menjadi mata uang paling lemah di antara mata uang negara negara kawasan.

Pada Rabu, US$ 1 ditutup Rp 14.490 pada perdagangan pasar spot. Rupiah melemah 0,74% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter memandang bahwa pelemahan rupiah terjadi karena faktor teknikal yang berasal dari perkembangan ekonomi global, bukan soal fundamental ekonomi RI. – PT BEST PROFIT

“Pelemahan Rupiah lebih disebabkan terjadinya ‘technical correction’ dipicu oleh risk-off di pasar keuangan global,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah, Rabu.

“Jadi bukan karena adanya perubahan faktor fundamental di dalam negeri,” tegasnya. – PT BESTPROFIT

Rupiah Terpental dari Posisi Elit Mata Uang Asia

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di perdagangan pasar spot awal pekan ini. Sepanjang hari ini, rupiah tidak pernah melemah meski penguatannya agak tertahan.

Pada Senin, US$ 1 kala penutupan pasar spot dihargai Rp 14.235. Rupiah menguat 0,45% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Mengawali perdagangan perdana di bulan penutup 2018, rupiah menguat 0,35% di hadapan greenback. Penguatan rupiah sempat menajam usai rilis data inflasi.

Namun selepas itu, rupiah mulai mengendur. Mata uang Tanah Air memang masih menguat, tetapi apresiasinya menipis. – PT BEST PROFIT

Berikut perjalanan kurs dolar AS terhadap rupiah sepanjang perdagangan hari ini:

Hari ini, mata uang utama Asia mayoritas perkasa di hadapan dolar AS. Hanya tersisa rupee India yang melemah.

Rupiah & Inflasi Makin Baik, Saham Bank Besar Jadi Buruan

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta, Harga saham bank-bank besar melesat pada perdagangan sesi I dan membuat sektor keuangan menjadi pemimpin penguatan Indeks Harga Saham Gabungan.

Harga saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) naik 3,91% ke level Rp 930/saham. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 3,87% ke level Rp 3.760/saham.

Lalu saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 3,53% ke level Rp 8.800/saham. Lalu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melojak 3,38% ke level Rp 7.650/saham. – PT BEST PROFIT

Demikian pula dengan saham PT Maybank Indonesia Tbk (BNII) naik 0,98% ke harga Rp 206/saham. Dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 0,86% ke level Rp 26.275/saham. – PT BESTPROFIT

Hari ini saham perbankan mendapat sentimen positif dari penguatan nilai tukar rupiah dan inflasi yang terkendali. Kedua sentimen tersebut diperkirkan bisa menjadi katalis peningkatan penyaluran kredit bank.