Best Profit Futures Banjarmasin

Category Archives: Commodity

Kenaikan Rupiah Diperkirakan Masih Tertahan Sentimen Global

PT BESTPROFIT FUTURES – JAKARTA – Pergerakan rupiah pada perdagangan awal pekan hari ini, Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memperkirakan kenaikan mata uang Garuda tertahan dengan sentimen global. Kembali minimnya sentimen di dalam negeri membuat laju Rupiah kembali melemah.
BEST PROFIT

“Diharapkan sentimen di awal pekan depan dapat lebih positif sehingga laju Rupiah pun kembali menemukan momentum kenaikannya. Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pergerakan Rupiah kembali variatif,” ujar Reza kepada SINDOnews, di Jakarta, Senin.

Sambung dia Rupiah diprediksi akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support Rp13.345/USD dan resisten Rp13.270/USD. Lebih lanjut diterangkan pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) yang berbalik melemah setelah pertemuan The Fed dan adanya imbas kembalinya ketegangan di Semenanjung Korea setelah Korea Utara menyampaikan akan kembali melakukan serangkaian uji coba bom hydrogen tampaknya tidak banyak berimbas pada laju Rupiah. – PT BESTPROFIT

Meski begitu pergerakan Rupiah pasca libur pun cenderung mengalami pelemahan. Minimnya sentimen positif dalam negeri pasca libur dan terdepresiasinya CNY setelah S&P global memberikan rating downgrade terhadap sovereign credit rating Tiongkok turut berimbas pada laju Rupiah yang berbalik melemah. “Selain itu, belum adanya keputusan BI terhadap 7D-RR dalam RDG hingga penutupan pasar membuat pelaku pasar cenderung menjauh,” ungkapnya. – BESTPROFIT

Reza menyampaikan sebelumnya rupiah bergerak masih terimbas kenaikan USD kembali menutup peluang berbalik naik. Minimnya sentimen positif dan masih lebih besarnya perhatian pelaku pasar kepada pertemuan The Fed membuat laju Rupiah melemah. Diharapkan sentimen tersebut dapat mereda sehingga laju Rupiah pun kembali menemukan momentum kenaikannya.- BEST PROFIT

Wall Street Ditutup Melemah usai “Long Weekend”

PT BESTPROFIT FUTURES – NEW YORK, Saham-saham di bursa AS ditutup melemah di akhir perdagangan Selasa waktu setempat atau Rabu  waktu Indonesia setelah long weekend.
BEST PROFIT

Investor melakukan aksi jual seiring dengan kekhawatiran terhadap tensi politik AS dengan Korea Utara.

Pada Minggu lalu, Korea Utara melaksanakan uji coba bom nuklir yang keenam, yang disebut-sebut sebagai bom hidrogen jarak jauh. Hal ini sekaligus menandai naiknya eskalasi ketegangan negara itu dengan AS. – PT BESTPROFIT

Indeks Dow Jones ditutup turun 234,25 poin atau 1,07 persen ke posisi 21.753,31. Sementara itu indeks S&P 500 kehilangan 18,7 poin atau 0,76 persen menjadi 2.457,85 dan indeks Nasdaq Composite ditutup turun 59,76 poin atau 0,93 persen menjadi 6.375,57. – BESTPROFIT

“Korea Utara menjadi isu yang mendapatkan perhatian pasar setidaknya dalam satu-dua bulan terakhir,” ujar vice president global equity research Bel Air Investment Advisors, Los Angeles Aaron Jett, sebagaimana dikutip dari Reuters.

”Hal itu pada dasarnya merupakan risiko yang terjadi pada perdagangan harian. Tidak ada data, tidak ada sesuatu yang fundamental sebagai penggerak pasar. Sehingga, ada aksi jual ketika mendengar sesuatu yang mengkhawatirkan,” lanjut Jett. – BEST PROFIT

Peluncuran rudal Korut & data ekonomi dorong Wall Street menguat

PT BESTPROFIT FUTURES – New York, Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena para investor mencerna dampak peluncuran rudal oleh Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) atau Korea Utara dan data ekonomi utama Amerika Serikat.
BEST PROFIT

Dow Jones Industrial Average bertambah 56,97 poin atau 0,26 persen menjadi berakhir di 21.865,37 poin. S&P 500 naik 2,06 poin atau 0,08 persen menjadi ditutup di 2.446,30 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 18,87 poin atau 0,30 persen menjadi berakhir di 6.301,89 poin.

Korea Utara meluncurkan sebuah rudal pada Selasa pagi dan rudal tersebut jatuh ke Samudra Pasifik di Hokkaido setelah melewati kepulauan Jepang, kata pemerintah Jepang. – PT BESTPROFIT

Pemerintah Jepang mengatakan akan menyerukan sebuah pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan akan meminta masyarakat internasional untuk bekerja sama dan memberi tekanan lebih terhadap Korea Utara.

Emas turun setelah ketegangan AS-Korut berkurang

PT BESTPROFIT FUTURES – Chicago (ANTARA News) – Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), karena dolar AS menguat setelah ketegangan antara Washington dan Pyongyang berkurang.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 3,6 dolar AS atau 0,28 persen, menjadi menetap di 1.290,40 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.-BESTPROFIT
BEST PROFIT

Emas berjangka naik ke level tertinggi dua bulan pada Jumat lalu, ketika Presiden AS Donald Trump mengeluarkan sebuah ancaman baru ke Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) atau Korea Utara, mengatakan militer AS “locked and loaded” atau “siap siaga untuk berperang” karena DPRK dituduhnya mendorong Semenanjung Korea ke ambang perang nuklir. – PT BESTPROFIT

Pejabat-pejabat tinggi AS akhir pekan lalu diminta untuk meredakan ketegangan dengan Pyongyang, ketika Menteri Pertahanan Jim Mattis dan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson menyatakan bahwa pemerintahan Trump mencari solusi diplomatik untuk mencapai tujuan “denuklirisasi Semenanjung Korea”. – BEST PROFIT

Akibatnya, indeks dolar AS berbalik naik (rebound) pada Senin (14/8) sebesar 0,26 persen menjadi 93,34 pada pukul 17.38 GMT. Indeks tersebut merupakan ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Saat dolar naik, emas berjangka akan turun.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average juga reli. Indeks Dow meningkat 144,25 poin atau 0,66 persen menjadi 22.002,57 poin pada pukul 17.49 GMT, memberikan tekanan tambahan terhadap emas.

Ketika ekuitas naik, emas berjangka biasanya turun, karena investor tidak selalu mencari aset-aset “safe haven”.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 5,2 sen atau 0,3 persen, menjadi ditutup pada 17,129 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober turun 14,8 dolar AS atau 1,5 persen, menjadi menetap di 974,9 dolar AS per ounce.

Ketegangan geopolitik dorong emas berjangka naik

PT BESTPROFIT FUTURES – Chicago, Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup di level tertinggi dalam dua bulan pada Kamis waktu setempat karena perang kata-kata antara Amerika Serikat dan Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) mendukung investasi-investasi safe haven.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 10,8 dolar AS atau 0,84 persen menjadi menetap di 1.290,10 dolar AS per ounce. – PT BESTPROFIT

Para investor melarikan diri dari aset-aset berisiko dan beralih ke aset-aset yang nilainya bisa bertahan atau bahkan naik saat pasar bergejolak seperti emas menyusul makin meningkatnya saling ancam antara Amerika Serikat dan Korea Utara.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa peringatan sebelumnya kepada Korea Utara mungkin tidak cukup keras. Dia juga mengatakan negara bersenjata nuklir itu akan menjadi “sangat, sangat gugup” jika berpikir tentang serangan Amerika Serikat atau sekutu-sekutunya.

Trump mengemukakan itu menanggapi klaim Korea Utara bahwa negara itu telah menyelesaikan rencana untuk menembakkan empat rudal jarak menengah di atas Jepang dan akan mendarat dekat wilayah Amerika Serikat, Guam, yang berada di Pasifik. – BEST PROFIT

Para investor menjadi cemas tentang Korea Utara sejak Selasa (8/8), ketika Trump mengatakan bahwa setiap ancaman dari Pyongyang akan “ditanggapi dengan api dan kemarahan yang dunia belum pernah lihat.”

Selain itu emas juga menambah kenaikan awal dan dolar AS mundur kembali menyusul rilis data Amerika Serikat yang menunjukkan angka lebih dingin untuk inflasi pada tingkat grosir. – BESTPROFIT

Harga-harga sebenarnya turun pada Juli untuk pertama kalinya dalam hampir setahun. Data tersebut bisa memperlambat kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve AS, yang diduga merugikan dolar AS dan menguntungkan emas.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September bertambah 20,2 sen atau 1,2 persen menjadi ditutup pada 17,065 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober naik 9,8 dolar AS atau 1,00 persen, menjadi menetap di 985,9 dolar per ounce, demikian menurut warta kantor berita Xinhua. (UU.A026)