Best Profit Futures Banjarmasin

Category Archives: Commodity

Investor Tunggu Data Ekonomi, IHSG Diprediksi Kembali Naik

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

PT BESTPROFIT FUTURES –  Jakarta, CNN Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan kembali ke teritori positif pada hari ini, Rabu, ditopang oleh kondisi fundamental ekonomi dalam negeri yang terbilang cukup baik.
BEST PROFIT

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengungkapkan, pelaku pasar sedang menanti data pertumbuhan ekonomi yang akan rilis pada awal Februari atau esok hari.

“Kondisi fundamental perekonomian yang terjaga cukup stabil juga menjadi daya tarik investasi, hari ini IHSG berpeluang menguat,” ungkap William dalam risetnya.

Dengan demikian, laju IHSG masih bisa dikatakan dalam tren penguatan untuk jangka pendek dan jangka panjang. William memprediksi, IHSG berada dalam rentang support 6.542 dan resistance 6.713. – BEST PROFIT

“Peluang memulai investasi di pasar modal masih terbuka cukup lebar,” terang William.

Sementara itu, analis KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko berpendapat, pelaku pasar dapat memanfaatkan pelemahan IHSG pada penutupan kemarin dengan melakukan akumulasi beli.

Rupiah Menguat Tajam Sukses Memanfaatkan Pelemahan USD

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

PT BESTPROFIT FUTURES – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pagi hari ini melanjutkan penguatan bahkan hampir meninggalkan level Rp13.300/USD. Pulihnya mata uang rupiah terjadi saat USD merosot terendah dalam tiga tahun.
BESTPROFIT

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka berada pada level Rp13.330/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah semakin perkasa dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.362/USD.

Sementara data Bloomberg, rupiah pada awal perdagangan bertengger di level Rp13.319/USD atau jauh lebih baik dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.353/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergerak ke level Rp13.336/USD dengan kisaran level Rp13.317-Rp13.336/USD.

Data SINDOnews dikutip dari Limas, rupiah pagi ini berada di level Rp13.330/USD untuk terus meroket menembus zona hijau. Posisi ini lebih baik dari sebelumnya yang berada di level Rp13.350/USD. – BEST PROFIT

Investor Cermati Risalah Pertemuan The Fed

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta – Harga emas menguat ke level tertinggi dalam tiga bulan lebih pada perdagangan Kamis. Pendorong kenaikan harga emas ini karena investor mulai mencerna risalah pertemuan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (the Fed). Sedangkan untuk paladium menyentuh level tertinggi sepanjang masa karena persediaan terus mengetat.

BESTPROFIT

Mengutip Reuters, Jumat, harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi US$ 1.319,27 per ounce pada pukul 1.45 sore waktu London. Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari naik US$ 3,10 atau 0,24 persen menjadi US$ 1.321,6 per ounce. – BESTPROFIT

Untuk harga paladium naik 1,2 persen menjadi US$ 1.095,24 per ounce setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi pada US$ 1.105,70 per ounce.

Dolar AS mencapai level terendah dalam empat bulan terhadap euro di tengah optimisme mengenai prospek ekonomi di kawasan Eropa. Harga emas emang cenderung melawan pergerakan dolar AS. Dengan pelemahan dolar AS ini mendorong kenaikan harga emas. – BEST PROFIT

Selain itu, pelaku pasar mulai mencerna hasil risalah dari pertemuan Bank Sentral AS yang dilakukan pada pertengahan Desember lalu. Risalah tersebut memberikan petunjuk mengenai kapan Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga kembali di 2018.

“Saat ini pelaku pasar agak ragu Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga acuan seperti yang mereka ungkapkan di awal,” jelas analis TD Securities di Toronto, Daniel Ghali. – PT BESTPROFIT

Ini Penyebab Desember 2017 Alami Inflasi

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

PT BESTPROFIT FUTURES –  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada Desember 2017 terjadi inflasi sebesar 0,71%. Penyebab utama inflasi ini yaitu kenaikan bahan makanan dan tarif angkutan udara pada periode tersebut.

BESTPROFIT

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, pada Desember 2017 inflasi yang terjadi terhadap bahan makanan sebesar 2,26% dengan andil sebesar 0,46%. Beberapa bahan makanan yang memberikan andil terhadap inflasi adalah kenaikan harga beras, ikan segar, telur ayam ras, daging ayam ras, hingga cabai merah. – BEST PROFIT
“Ada beberapa komoditas yang memberikan andil yaitu kenaikan harga beras, ikan segar, dan telur ayam ras masing-masing 0,08% dan daging ayam ras, serta cabai merah 0,06%. Cabai rawit, wortel andilnya sekitar 0,01%-0,02%. Ada sumbangan terhadap deflasi yaitu bawang merah,” katanya di Gedung BPS, Jakarta, Selasa.

Sementara untuk bahan makanan jadi, inflasinya mencapai 0,30% dan andil terhadap inflasi Desember 2017 sebesar 0,05%. Ini terjadi karena ada kenaikan harga untuk nasi dan lauk pauk, rokok kretek, serta rokok kretek filter. – BESTPROFIT

Kenaikan Rupiah Diperkirakan Masih Tertahan Sentimen Global

PT BESTPROFIT FUTURES – JAKARTA – Pergerakan rupiah pada perdagangan awal pekan hari ini, Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memperkirakan kenaikan mata uang Garuda tertahan dengan sentimen global. Kembali minimnya sentimen di dalam negeri membuat laju Rupiah kembali melemah.
BEST PROFIT

“Diharapkan sentimen di awal pekan depan dapat lebih positif sehingga laju Rupiah pun kembali menemukan momentum kenaikannya. Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pergerakan Rupiah kembali variatif,” ujar Reza kepada SINDOnews, di Jakarta, Senin.

Sambung dia Rupiah diprediksi akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support Rp13.345/USD dan resisten Rp13.270/USD. Lebih lanjut diterangkan pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) yang berbalik melemah setelah pertemuan The Fed dan adanya imbas kembalinya ketegangan di Semenanjung Korea setelah Korea Utara menyampaikan akan kembali melakukan serangkaian uji coba bom hydrogen tampaknya tidak banyak berimbas pada laju Rupiah. – PT BESTPROFIT

Meski begitu pergerakan Rupiah pasca libur pun cenderung mengalami pelemahan. Minimnya sentimen positif dalam negeri pasca libur dan terdepresiasinya CNY setelah S&P global memberikan rating downgrade terhadap sovereign credit rating Tiongkok turut berimbas pada laju Rupiah yang berbalik melemah. “Selain itu, belum adanya keputusan BI terhadap 7D-RR dalam RDG hingga penutupan pasar membuat pelaku pasar cenderung menjauh,” ungkapnya. – BESTPROFIT

Reza menyampaikan sebelumnya rupiah bergerak masih terimbas kenaikan USD kembali menutup peluang berbalik naik. Minimnya sentimen positif dan masih lebih besarnya perhatian pelaku pasar kepada pertemuan The Fed membuat laju Rupiah melemah. Diharapkan sentimen tersebut dapat mereda sehingga laju Rupiah pun kembali menemukan momentum kenaikannya.- BEST PROFIT