Best Profit Futures Banjarmasin

Category Archives: Bisnis

Ternayata, Wisata Bali Kalahkan Spanyol

PT BESTPROFIT FUTURES – JAKARTA,  Pariwisata Indonesia terus mendapat perhatian dunia. Baru-baru ini, salah satu tempat wisata di Indonesia bisa mengalahkan Spanyol.
BEST PROFIT
Mengutip Travelerstoday, Bali mampu mengungguli Spanyol berdasarkan penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa uang yang disimpan untuk negara Eropa bisa lebih layak dipergunakan di tempat-tempat lain, seperti Thailand, Bali, dan Orlando.

Penelitian ini berdasarkan pertimbangan dari hotel, penyewaan mobil, dan makan, serta uang yang lebih baik dihabiskan di Thailand, Bali, dan Orlando. – PT BESTPROFIT

Travel Supermarket mengatakan Bali dan Orlando telah menunjukkan penurunan harga tahunan terbesar dibandingkan dengan destinasi turis lainnya.  Hal ini berdasarkan harga liburan, perjalanan ke Bali yang lebih murah hingga 16 persen dibanding Spanyol. Apalagi, biaya hidup di Bali bisa dikatakan tidak terlalu tinggi. – BESTPROFIT

Kulinernya pun lebih murah dengan harga 1,50 poundsterling atau seharga Rp2 juta. Sedangkan di Spanyol harga makanan pun memiliki harga yang fantastis.

Padahal, Spanyol telah menjadi situs yang populer bagi wisatawan keluarga. Ini karena pandangan dan tempat wisatanya yang memberi mereka waktu berkualitas, meski harganya mahal. – BEST PROFIT

81 WNI Transfer Rp18,9 T ke Singapura Lewat Standard Chartered

PT BESTPROFIT FUTURES – JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan mengungkapkan asal transfer dana milik WNI dari Standard Chartered Plc sebesar USD1,4 miliar atau sekitar Rp18,9 triliun (kurs Rp13.500) ke Singapura yang diduga untuk mengindari pajak. Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiasteadi mengungkapkan, ada 81 WNI yang melakukan transfer.
BEST PROFIT

Ditjen Pajak mengutarakan pihaknya mendapatkan laporan aliran duit tersebut pertama kali dari hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang disampaikan kepada Menteri Keuangan beberapa bulan lalu. Menurut Ken, dari data hasil analisis tersebut ditemukan adanya transfer dana yang berasal dari 81 WNI nasabah Standard Chartered. – PT BESTPROFIT

Dalam menyikapi hal tersebut, Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi menegaskan akan tetap memperhatikana  UU Perpajakan Pasal 34 dan UU 11/2016 tentang  pasal 21 tentang Tax Amnesty. “Memang ada beberapa warga Indonesia di luar negeri melakukan aktifitas transfer aset senilai USD 1,4 miliar atau setara dengan Rp18,9 triliun le penyedia jasa di Singapura,” ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Senin

Dari kondisi itu, Ken menambahkan, dengan memperhatikan kerahasiaan wajib pajak, maka pihaknya menyampaikan bahwa data tersebut diperoleh dari PPATK melalui Kementrian Keuangan dalam rangka meningkatkan kepatuhan wajib pajak. – BEST PROFIT
“Dalam data yang dimaksud terdapat 81 warga negara Indonesia dengan nilai data USD 1,4 miliar. Jadi ini saya tegaskan bukan satu orang seperti yang diberitakan. Jumlah sebanyak 81 orang,” tegasnya. – BESTPROFIT

Hanya saja, lanjut Ken, setelah dilakukan penelitian bahwa diketahui sebanyak 62 orang telah mengikuti Tax Amnesty. Saat ini sedang dilakukan pendalaman atas data tersebut dan koordinasi dengan PPATK. Hal itu sudah sudah dilakukan sejak 2 bulan lalu.

Kenaikan Rupiah Diperkirakan Masih Tertahan Sentimen Global

PT BESTPROFIT FUTURES – JAKARTA – Pergerakan rupiah pada perdagangan awal pekan hari ini, Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memperkirakan kenaikan mata uang Garuda tertahan dengan sentimen global. Kembali minimnya sentimen di dalam negeri membuat laju Rupiah kembali melemah.
BEST PROFIT

“Diharapkan sentimen di awal pekan depan dapat lebih positif sehingga laju Rupiah pun kembali menemukan momentum kenaikannya. Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pergerakan Rupiah kembali variatif,” ujar Reza kepada SINDOnews, di Jakarta, Senin.

Sambung dia Rupiah diprediksi akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support Rp13.345/USD dan resisten Rp13.270/USD. Lebih lanjut diterangkan pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) yang berbalik melemah setelah pertemuan The Fed dan adanya imbas kembalinya ketegangan di Semenanjung Korea setelah Korea Utara menyampaikan akan kembali melakukan serangkaian uji coba bom hydrogen tampaknya tidak banyak berimbas pada laju Rupiah. – PT BESTPROFIT

Meski begitu pergerakan Rupiah pasca libur pun cenderung mengalami pelemahan. Minimnya sentimen positif dalam negeri pasca libur dan terdepresiasinya CNY setelah S&P global memberikan rating downgrade terhadap sovereign credit rating Tiongkok turut berimbas pada laju Rupiah yang berbalik melemah. “Selain itu, belum adanya keputusan BI terhadap 7D-RR dalam RDG hingga penutupan pasar membuat pelaku pasar cenderung menjauh,” ungkapnya. – BESTPROFIT

Reza menyampaikan sebelumnya rupiah bergerak masih terimbas kenaikan USD kembali menutup peluang berbalik naik. Minimnya sentimen positif dan masih lebih besarnya perhatian pelaku pasar kepada pertemuan The Fed membuat laju Rupiah melemah. Diharapkan sentimen tersebut dapat mereda sehingga laju Rupiah pun kembali menemukan momentum kenaikannya.- BEST PROFIT

Bumi Akan Kiamat pada 23 September 2017?

PT BESTPROFIT FUTURES – Washington, DC – Beberapa tahun yang lalu, ilmuwan senior angkasa luar NASA, David Morrison mementahkan teori kiamat dan menyebutnya sebagai hoax belaka.
BEST PROFIT

Tidak, tidak ada planet yang disebut Nibiru, katanya. Bukan, itu bukan planet kerdil cokelat yang dikelilingi planet lainnya akan menghancurkan Bumi, tegas Morrison.

“Planet itu tak akan tabrakan menuju Bumi. Orang-orang harus menyudahi kontroverisial itu,” ujar Morrison. – PT BESTPROFIT

Namun, teori tentang Planet Nibiru baru-baru ini kembali mendapat perhatian baru. Ditambah lagi dengan tanggal yang tepat di mana akan terjadi peristiwa astronomi yang akan menciptakan kehancuran pada Bumi atau… kiamat.

Itulah klaim yang diungkapkan David Meade. Ia mengatakan, dalam lima hari ke depan, tepat 23 September 2017, Bumi akan hancur.

Dikutip dari Washington Post pada Senin, sebuah video evangelis Kristen meramalkan Rapture atau Pengangkatan, viral di dunia maya. Dengan musik penuh efek spesial dan grafik tentang kiamat, rekaman yang diunggah di situs berbagi video itu berjudul, September 23, 2017: You Need to See This. – BESTPROFIT

Mengapa 23 September 2017?

Prediksi Maede berdasarkan ayat dan kode angka di Alkitab. Dia tertuju pada angka 33.

“Yesus hidup selama 33 tahun, Nama Elohim, yang merupakan nama Tuhan bagi orang Yahudi, disebutkan 33 kali dalam Alkitab,” kata Meade kepada The Washington Post.

“Angka itu sangat penting secara numerologis. Saya sedang berbicara astronomi. Saya sedang berbicara Alkitab … dan menggabungkan keduanya,” lanjutnya.

Dan 23 September adalah 33 hari sejak Gerhana Matahari 21 Agustus lalu, yang menurut Meade merupakan pertanda.

Meade menyebut Kitab Wahyu, di mana ia mendeskripsikan gambar yang akan terlihat pada 23 September. Di hari itu, Nibiru seharusnya membalikkan kepalanya yang buruk dan pada akhirnya membawa api, badai, dan berbagai jenis kehancuran lainnya. – BEST PROFIT

Kitab itu menggambarkan seorang wanita berpakaian Matahari, dengan Bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di kepalanya dan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan memerintah semua bangsa dengan tongkat besi saat dia diancam oleh naga berkepala tujuh merah. Wanita itu kemudian menumbuhkan sayap seekor elang dan ditelan Bumi.

Keyakinan tersebut, seperti yang dijelaskan oleh Gary Ray, seorang penulis Unsealed, adalah rasi Virgo — mewakili perempuan — akan berpakaian di bawah sinar Matahari, dalam posisi yang berada di atas Bulan dan di bawah sembilan bintang dan tiga planet. Planet Jupiter, yang akan berada di dalam Virgo — di rahimnya, menurut interpretasi Ray — akan keluar dari Virgo, seolah-olah dia melahirkan.

Meade sendiri mengatakan ia tidak bilang bahwa dunia akan berakhir pada Sabtu ini. Namun, ia mengklaim, ramalan Kitab Wahyu akan terwujud di hari itu, membuat serangkaian kerusakan di Bumi yang akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan.

“Dunia tidak berakhir, namun dunia yang kita kenal akan berakhir,” katanya sambil menambahkan, “Sebagian besar dunia tidak akan sama pada awal Oktober nanti.”

Ramalan Hoax

Prediksi Meade tidak hanya dibilang hoax oleh para ilmuan, tetapi juga tokoh keagamaan.

Adalah Ed Stetzer, seorang pastor dan direktur Wheaton College’s Billy Graham Center yang membawa isu itu ke media.

“Tidak ada apa namanya numerologis dalam Kristen,” kata Stetzer kepada Post.

“Pada dasarnya ini mencampuradukkan ilmu dan momen saja. Ini semacam pembenaran bahwa ada kode nomor rahasia khusus dalam Alkitab yang tidak ada orang lain yang percaya.”

Meski demikian, Meade tidak pernah bilang dirinya adalah ahli angka Kristen. Ia mengklaim bahwa dia adalah peneliti dan belajar astronomi di universitas di Kentucky. Meski demikian, Meade menolak menyebut nama almamaternya demi alasan keamanan.

Dalam website-nya, Meade mengklaim ia bekerja sebagai investigasi forensik dan 10 tahun bekerja untuk perusahaan Fortune 1000. Maede juga menulis beberapa buku. Salah satunya adalah, “Planet X — The 2017 Arrival.”

Pastor Stetzer mengatakan, meski ada sejumlah angka penting di Alkitab, mereka seharusnya tidak dijadikan prediksi bagi pergerakan planet dan kiamat bumi.

“Siapa pun yang bilang kepada Anda mereka telah menemukan kode rahasia di Alkitab, akhiri saja percakapannya,” tulis Stetzer dalam artikel yang dirilis pada Jumat di Christianity Today.

Namun, Stetzer menegaskan bahwa ia tidak bilang umat Nasrani tidak percaya pada ramalan di Alkitab. Hanya saja teori tanpa dasar kerap diulang dan memalukan umat yang percaya akan iman.

“Kami percaya hal aneh lainnya,” ujar Stetzer.

“Seperti bahwa Yesus akan kembali, Dia akan membuat Dunia kembali benar, ya, kami percaya. Hanya saja tak ada yang tahu kapan hari dan jamnya,” lanjutnya.

NASA Membongkar Klaim Kiamat

NASA mencatat tanggal kiamat diprediksi pertama kali pada Mei 2003. Lalu, berubah lagi pada 21 Desember 2012, kalender suku Maya yang bagi beberapa orang dipercaya sebagai kiamat.

David Morrison, seorang ilmuwan NASA memberikan contoh bagaimana menghancurkan klaim sebuah planet bisa menghancurkan Bumi.

“Jika Nibiru seperti apa yang diceritakan para ahli konspirasi yaitu planet yang dipercaya menghancurkan Bumi, para astronom dan ilmuan di NASA sudah melihatnya,” kata Morrison.

“Planet akan terlihat cerah dan mudah terlihat dengan mata telanjang. Jika di atas sana, Anda bisa melihatnya. Kita semua bisa melihatnya. … Jika Nibiru itu nyata dan itu adalah planet dengan massa besar, maka itu pasti akan mengganggu orbit Mars dan Bumi. Kami akan melihat perubahan pada orbit tersebut karena benda nakal ini masuk ke sistem intersolar,” kata Morrison dalam sebuah video.

Orang yang percaya kiamat juga mengatakan bahwa Nibiru berada pada orbit 3.600 tahun. Itu berarti telah masuk melalui tata surya semenjak dahulu.

“Itu berarti kita melihat tata surya akan berbeda pada hari ini,” jelas Morrison.

“Gravitasinya akan mengacaukan orbit planet dalam yaitu Bumi, Venus, Mars, mungkin akan menghancurkan Bulan sepenuhnya,” bebernya.

“Sebaliknya, sekarang ini dalam sistem intersolar, kita melihat planet dengan orbit stabil. Kita melihat Bulan mengelilingi Bumi. ”

Jika Nibiru bukan planet dan, sebenarnya, adalah planet kerdil coklat, seperti yang diklaim, lagi-lagi, kita pasti sudah melihatnya.

“Semua yang saya katakan akan lebih buruk lagi jika benda besar seperti planet kerdil coklat tengah menuju ke Bumi,” ucap Morrison. “Jika iya ada, pasti sudah dilacak oleh para astronom selama satu dekade atau lebih, dan itu pasti sudah benar-benar mempengaruhi objek planet.”

Beberapa orang menyebut Nibiru “Planet X,” seperti yang Meade lakukan dalam judul bukunya.

Lagi-lagi Morrison membantahnya. Ilmuan NASA tersebut mengatakan bahwa itu adalah nama yang diberikan astronom ke planet atau benda yang mungkin belum ditemukan.

Sebagai contoh, ketika ilmuwan ruang angkasa mencari planet di luar Neptunus, mereka menyebut Planet X. Dan begitu ditemukan, ia menjadi Pluto.

Stetzer, sang pastor, mendorong orang-orang Kristen untuk bersikap kritis, terutama di era informasi yang dirusak oleh berita-berita palsu.

Konsumen Indonesia Punya iPhone X, Pengguna Wajib Lapor Pajak

PT BESTPROFIT FUTURES – JAKARTA – Apple baru saja meluncurkan jajaran iPhone teranyarnya, yakni iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan iPhone X. Namun seperti diketahui, Apple membanderol iPhone X dengan harga yang sangat tinggi bila dibanding jajaran samrtphone yang ada di pasaran.
BEST PROFIT

Tercatat iPhone X adalah seri iPhone termahal yang pernah dirilis Apple. Di Amerika Serikat (AS), iPhone X 64 GB dijbanderol seharga USD 999 angka sekitat RP 13 juta bila dikonversi ke rupiah. Sedangkan versi 256 GB mencapai USD 1.149, atau sekitar Rp 15 juta.

Menariknya, meski belum dapat diketahui kapan perangkat teranyar dari Apple ini masuk ke Indonesia. Namun Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) sudah siap ‘menyambutnya.’ – PT BESTPROFIT

Hal ini terungkap melalui akun Twitter Ditjen Pajak. Dalam cuitnya disebutkan bila calon pembeli yang ingin memiliki iPhone X untuk tidak lupa melaporkan pembelian iPhone X di kolom SPT Tahunan.

Tidak ketinggalan, Ditjen Pajak mengunggah foto berupa iPhone X dan tulisan yang memperjelas kewajiban pengguna untuk mencatat iPhone X di kolom harta SPT Tahunan PPh 2017. – BESTPROFIT
Sebagai informasi, tugas pengguna hanya mendaftarkan tanpa harus membayar tambahan pajak. Harga saat peluncuran iPhone X di AS tentu tidaklah sama dengan harga yang akan dipasarkan di Indonesia.

iPhone X diprediksi mencapai lebih dari Rp 20 juta saat masuk Indonesia. Meskipun mahal, iPhone X memang dibekali beragam fitur canggih. –  BEST PROFIT