Best Profit Futures Banjarmasin

Cara Realme Sodok Pasar Ponsel Dunia dalam 2 Tahun

PT. BESTPROFIT FUTURES

ebb9cd8f-b147-4c72-9428-9c0fa9971db3_169

PT. BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Berdasarkan data dari Counterpoint, Realme berhasil masuk ke jajaran lima besar di 13 pasar dari 61 pasar hanya dalam kurun waktu 2 tahun setelah didirikan. Di umurnya yang baru menginjak 2 tahun, ponsel asal China itu telah memiliki 45 juta pengguna. Di mana lebih dari 15 juta pengguna didapat pada semester pertama 2020. Chief Marketing Officer Realme Global,  Xu Qi Chase membeberkan beberapa strategi Realme untuk berkembang dengan sangat cepat. Pertama-tama, secara global Realme menerapkan strategi untuk menghadirkan produk yang terjangkau dan menargetkan Generasi Z. BESTPROFIT


“Target utama kita adalah Generasi Z. Kita tawarkan performa ‘Leap Forward’ dan desain yang tren. Generasi Z juga sangat terlibat dalam acara  dan mereka suka dengan desain kami,” kata Chase dalam wawancara khusus dengan CNNIndonesia.com, Jumat (4/9). Oleh karena itu, Realme juga menggunakan e-commerce sebagai ujung tombak untuk menjual produk ke Generasi Z. Selain itu, Chase juga mengatakan Generasi Z mempromosikan produk-produk Realme dari mulut ke mulut. Chase mengatakan Realme telah mengadopsi strategi pemasaran yang fleksibel. Pendekatan ini telah menunjukkan keunggulan besar untuk secara cepat meluncurkan produk kepada konsumen. Realme juga menggunakan berbagai kanal pemasaran mulai dari live streaming di berbagai media sosial dan pemasaran dengan menggunakan influencer.  PT. BESTPROFIT

“Semua orang adalah duta Realme, strategi telah memungkinkan kami untuk membuat produk Realme tetap populer. Menariknya, Anda dapat melihat banyak staf toko yang secara proaktif mempromosikan produk kami di akun media sosial pribadinya dan bahkan membuat video unboxing dan ulasan. Sebagai merek yang muda, kami akan terus mengeksplorasi format penjualan baru,” ujar Chase. Chase menyebut strategi ini sebagai pemasaran yang fleksibel. Pendekatan penjualan ini menunjukkan keunggulan besar terutama ketika pandemi Covid-19. Dengan strategi ini Realme bisa menyesuaikan dan mengubah waktu secara fleksibel sehingga bisa memberi informasi terbaru kepada konsumen tentang produk baru kami.

Di pandemi Covid-19 ini, Realme diuntungkan oleh kerja sama bersama dengan e-commerce lokal maupun global, seperti Amazon, Flipkart, Shopee hingga Lazada.

“Selama pandemi, bisnis kami telah diuntungkan dari model berat e-commerce karena pergerakan konsumen dari offline ke pasar online. Karena kami memiliki kemitraan jangka panjang dengan banyak platform e-commerce global dan lokal, seperti FlipKart, Amazon, hingga  Lazada, kami menikmati banyak sumber daya mereka,” kata Chase.  Chase mengatakan strategi ini membuat Realme dinobatkan menjadi merek smartphone dengan pertumbuhan tercepat di dunia oleh Counterpoint. Data Counterpoint juga menunjukkan Realme kini telah hadir di 61 pasar di dunia dan menduduki peringkat Top 5 di 13 pasar.

Rinciannya adalah, peringkat kedua di Filipina, peringkat ketiga di Malaysia; peringkat keempat di Thailand, Kamboja, Mesir, India, Pakistan dan Australia; peringkat kelima di Vietnam, Indonesia, Myanmar, Singapura dan Ukraina. Di Asia Tenggara, Realme menempati urutan keempat dengan pangsa pasar 12 persen. PT. BEST PROFIT

“Setelah dua tahun berdiri, Realme telah mencapai tonggak sejarah dengan 45 juta pengguna di seluruh dunia dan telah memperoleh lebih dari 15 juta pengguna baru di semester pertama 2020 saja,” tutur Chase.

Tantangan di pasar Asia Tenggara, khususnya Indonesia
Chase menjelaskan tantangan utama di pasar Asia Tenggara adalah masalah geografi. Indonesia dan Filipina, misalnya, terdiri dari ribuan pulau, dan preferensi konsumen terhadap suatu produk sangat bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Oleh karena itu, Realme selalu mendengarkan pendapat konsumen untuk menghadirkan produk yang tepat sasaran.

“Geografi pasar Asia Tenggara relatif rumit. Ini mengharuskan kami untuk mengadopsi strategi yang ditargetkan dan benar-benar membuat produk dari sudut pandang pengguna, sehingga mendapatkan pengakuan dari pengguna lokal,” kata Chase. Oleh karena itu, Realme berupaya untuk mengoptimalkan lokalisasi produk dan pemasaran untuk memahami semua pasar global.

Realme  bersikeras untuk membangun tim pemasaran lokal yang dapat dengan cepat memahami budaya lokal dan mengidentifikasi kebutuhan nyata pengguna lokal. Selain itu, kami juga melokalisasi pendekatan pemasaran untuk memenuhi budaya anak muda setempat. Metode pemasaran baru seperti KOL dan live streaming, yang lebih mungkin menjangkau kaum muda, semakin sering digunakan, sementara investasi di media besar telah menurun,” kata Chase. BEST PROFIT

Menanggapi pandemi Covid-19, Chase mengatakan saat ini pasar memang lesu. Chase menjelaskan di masa lalu, pandemi SARS telah memicu ledakan e-commerce karena keinginan konsumsi yang akan muncul meski telah ditekan.  Mengacu dari hal itu, Chase percaya pasar akan pulih sendirinya di kala Covid-19 ini. “Kami yakin pasar akan pulih dan masih memiliki peluang pengembangan yang potensial, sehingga pelemahan sebenarnya merupakan peluang bagi kami,” ujar Chase.

Sumber : cnnindonesia

Tinggalkan Balasan