Best Profit Futures Banjarmasin

Brexit & Italia Jadi Awan Hitam Bagi Bursa Eropa

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES – Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa-bursa utama Eropa ditutup melemah pada perdagangan hari Kamis (18/10/2018) setelah para pemimpin Uni Eropa (UE) membatalkan rencana mengadakan pertemuan tingkat tinggi khusus untuk menyelesaikan kesepakatan keluarnya Inggris dari zona euro (Brexit) dalam beberapa pekan ke depan.

Indeks FTSE 100 di London terkoreksi 0,39% menjadi 7.026,99, indeks DAX di Frankfurt anjlok 1,07% ke posisi 11.589,21, sementara indeks CAC 40 di Paris melemah 0,55% ke 5.116,79. – PT BEST PROFIT

Indeks Eropa Stoxx 600 ditutup turun sekitar 0,48% dengan berbagai sektor bergerak ke arah yang berbeda.

Fokus pasar tertuju pada pembicaraan Brexit yang sedang berlangsung dan belum menemukan titik temu. Perdana Menteri Inggris Theresa May berbicara di hadapan para pemimpin UE Rabu malam dan meyakinkan mereka bahwa kedua belah pihak masih dapat mencapai kata sepakat, tulis CNBC International. – PT BESTPROFIT

Namun, para pemimpin UE dibuat frustrasi oleh kegagalan Inggris menawarkan usulan baru untuk menyelesaikan pertanyaan terkait perbatasan Irlandia. Kedua belah pihak telah sepakat untuk terus bernegosiasi meskipun telah diputuskan bahwa tidak ada perkembangan yang cukup untuk mengadakan pertemuan lanjutan bulan depan.

Perkembangan terakhir dari Brexit adalah usulan bahwa periode transisi dari penarikan diri penuh hingga pemisahan permanen bisa saja diperpanjang dari 21 bulan yang ditetapkan saat ini. – BEST PROFIT

Selain itu, investor juga memantau rancangan anggaran Italia yang ingin memasukkan defisit hingga 2,4% di 2019, sekitar tiga kali lipat dari angka yang diperbolehkan UE.

Yield obligasi negara Italia bertenor 10 tahun langsung menyentuh level tertingginya sejak Februari 2014 hari Kamis sementara spread atau selisihnya dengan yield obligasi Jerman bertenor sama menyentuh posisi tertinggi sejak 2013. – BEST PROFIT

Indeks saham FTSE-MIB di Italia anjlok 1,89% hari Kamis.

Sumber : CNBC Indonesia