Best Profit Futures Banjarmasin

BESTPROFIT – Wanita Lebih Berisiko Terserang Migrain

migraine

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

Sebuah studi baru mengungkap, wanita empat kali lebih mungkin untuk terserang migrain ketimbang pria. Apa penyebab migrain dan mengapa migrain lebih mungkin menyerang wanita, para peneliti memang belum bisa memastikan.

Namun hasil dari studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurology ini, membuat wanita perlu lebih waspada agar bisa mendapatkan pengobatan tepat.

Para peneliti mencoba mencari tahu tentang hubungan hormon dan migrain. Di mana, kasus migrain kerap ditemukan pada wanita menjelang hari haid, saat-saat perubahan hormon dalam tubuh terjadi.

Peneliti melibatkan 114 wanita yang mengeluhkan migrain dan 223 wanita yang tidak pernah merasakan migran.

Responden diminta mengisi buku harian tentang sakit kepala harian yang mereka alami. Mereka juga diminta untuk mengumpulkan data hormon dari sampel urine selama siklus menstruasi dalam satu tahun.

Peneliti menemukan, wanita yang kerap mengalami migrain mengalami lonjakan hormon estrogen lebih tinggi ketimbang wanita yang tidak menderita migrain. Sehingga, para peneliti menilai bahwa lonjakan hormon estrogen dinilai menjadi salah satu pemicu timbulnya migrain.

“Fluktuasi estrogen belum bisa dikatakan sebagai penyebab utama migrain, tapi sangat mungkin menjadi faktor pencetus,” kata penulis studi Dr Nanette Santoro dari University of Colorado School of Medicine.

Studi lain yang dipublikasikan dalam jurnal The BMJ menemukan, wanita yang kerap mengalami migrain juga lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit jantung seperti serangan jantung dan stroke, yang pada akhirnya bisa mengurangi harapan hidup.

Peneliti menemukan, wanita yang kerap mengalami migrain mengalami lonjakan hormon estrogen lebih tinggi ketimbang wanita yang tidak menderita migrain. Sehingga, para peneliti menilai bahwa lonjakan hormon estrogen dinilai menjadi salah satu pemicu timbulnya migrain.

“Fluktuasi estrogen belum bisa dikatakan sebagai penyebab utama migrain, tapi sangat mungkin menjadi faktor pencetus,” kata penulis studi Dr Nanette Santoro dari University of Colorado School of Medicine.

Saat ini belum ditemukan obat untuk mengatasi migrain. Umumnya, sakit kepala migrain bisa dikurangi dengan mengonsumsi obat pereda nyeri. Peneliti berharap, pemahaman yang lebih baik tentang apa saja yang dapat memicu migrain akan membuka jalan dalam menemukan “obat” tepat untuk migrain.

sumber : health.kompas.com