Best Profit Futures Banjarmasin

BESTPROFIT – siswa-siswi SMA sukses ciptakan baterai buah pare

pareee

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

Selama ini kamu tentu sudah mengenal buah pare. Buah ini punya rasa yang agak pahit dan biasa digunakan untuk berbagai masakan. Namun tahukah kamu, bahwa buah pare ternyata nggak cuma bisa dimakan? Beberapa siswa-siswi SMP Negeri 2 Takalar berhasil menemukan kegunaan menarik dari pare, yaitu untuk menjadi sumber energi.

Siswa-siswi yang masih duduk di kelas IX ini sukses membuat baterai dari buah pare. Berdasarkan penelitian mereka, ternyata buah pare mengandung senyawa basa yang bisa menggantikan serbuk karbon dalam baterai. Senyawa basa pada buah pare ini mengandung ion OH- yang bisa menghasilkan sumber listrik.

Uniknya, baterai ini juga bisa dibuat dengan mudah oleh orang lain. Nurul Izza Fajriani dan kedua temannya membuat baterai pare dengan cara menggantikan serbuk karbon dalam baterai dengan buah pare yang sudah dicacah dan diperas. Ternyata ketika diuji cobakan untuk menghidupkan jam, penunjuk jam langsung bergerak tanda menyala, demikian juga untuk menyalakan lampu. Listrik dari baterai pare ini memiliki tegangan antara 1,3 sampai 1,4 volt, nyaris sama dengan rata-rata baterai bertegangan 1,5 volt.

Penelitian untuk temuan ini dilakukan para siswa keren ini dengan bimbingan pengajar IPA di sekolah mereka. Mereka juga mendemonstrasikan produk mereka dalam pameran pendidikan USAID PRIORITAS di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Siswa-siswi yang masih duduk di kelas IX ini sukses membuat baterai dari buah pare. Berdasarkan penelitian mereka, ternyata buah pare mengandung senyawa basa yang bisa menggantikan serbuk karbon dalam baterai. Senyawa basa pada buah pare ini mengandung ion OH- yang bisa menghasilkan sumber listrik.

Uniknya, baterai ini juga bisa dibuat dengan mudah oleh orang lain. Nurul Izza Fajriani dan kedua temannya membuat baterai pare dengan cara menggantikan serbuk karbon dalam baterai dengan buah pare yang sudah dicacah dan diperas.

Ternyata ketika diuji cobakan untuk menghidupkan jam, penunjuk jam langsung bergerak tanda menyala, demikian juga untuk menyalakan lampu. Listrik dari baterai pare ini memiliki tegangan antara 1,3 sampai 1,4 volt, nyaris sama dengan rata-rata baterai bertegangan 1,5 volt.

Penemuan ini memberi harapan baru, karena buah pare bisa ditanam dengan mudah dimana-mana di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia punya alternatif solusi baru untuk mengatasi terbatasnya sumber daya listrik. Dari penemuan ini juga, bisa dilakukan penelitian lanjutan untuk mengolah pare menjadi penghasil listrik yang lebih besar. Apakah kamu tertarik untuk melakukan penelitian lanjutan juga?

sumber : merdeka.com