Best Profit Futures Banjarmasin

BESTPROFIT – Rupiah Bergerak Melemah

BESTPROFIT

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

JAKARTA — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (8/9) bergerak melemah sebesar sembilan poin menjadi Rp 13.094, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 13.085 per dolar AS.

“Dolar AS kembali bergerak menguat terhadap mayoritas mata uang utama dunia setelah terdepresiasi cukup dalam pada hari sebelumnya. Namun, penguatan dolar AS masih relatif terbatas karena data Amerika Serikat masih pesimis,” kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis (8/9).

Ariston menambahkan bahwa terbatasnya penguatan dolar AS itu seiring dengan meredanya harapan bank sentral Amerika Serikat untuk menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat ini. “Sentimen penguatan dolar AS masih rapuh menyusul ekonominya masih mencatatkan pelambatan, terutama laporan aktivitas di sektor manufaktur dan jasa, yang lebih lemah dari ekspektasi,” katanya.

Sementara itu, pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk, Rully Nova mengatakan bahwa sentimen dari dalam negeri mengenai cadangan devisa Indonesia yang meningkat akan menahan penguatan dolar AS di pasar valas domestik.

Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Agustus 2016 sebesar 113,5 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Juli 2016 sebesar 111,4 miliar dolar AS.

Baca Juga : IHSG Menguat Tipis

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (8/9) dibuka naik tipis sebesar 1,71 poin di tengah minimnya sentimen positif baru.

IHSG BEI dibuka naik 1,71 poin atau 0,03 persen menjadi 5.383,06. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 2,3 poin (0,25 persen) menjadi 928,03. – Pt Bestprofit Futures

“IHSG bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat. Minimnya sentimen positif baru membuat pelaku pasar saham menahan transaksinya secara agresif,” kata Kepala Riset NH Koorindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis.

Reza menambahkan bahwa bursa saham di kawasan Asia juga bergerak mendatar imbas dari aksi wait and see para pelaku pasar terhadap pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada September ini. “Diharapkan ada kepastian kebijakan dari bank sentral Amerika Serikat mengenai waktu kenaikan suku bunganya,” katanya. – republika.co.id

(Mr-Pt Bestprofit Futures)