Best Profit Futures Banjarmasin

BESTPROFIT – Mahasiswa Korsel Digembleng Jadi Tentara Cyber

BESTPROFIT

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

Seoul, Menghadapi serangan cyber masif dari Korea Utara, Korea Selatan mempersiapkan para mahasiswa menjadi tentara cyber. Bahkan ada kurikulum khususnya, yang diajarkan di universitas elit semacam Korea University.

Dikutip detikINET dari Reuters, kurikulum pertahanan cyber yang didanai Kementerian Pertahanan Korsel, memberi pelatihan gratis bagi mahasiswa yang berminat. Sebagai timbal balik, mahasiswa harus bekerja 7 tahun di divisi cyber tentara Korsel, khususnya untuk melawan Korut.

Korut dan Korsel secara teknis memang masih berperang setelah perang Korea 1950-53 hanya diakhiri dengan gencatan senjata. Meski Korut gencar mengembangkan roket atau senjata nuklir, Korsel menyatakan serangan besar justru terjadi di dunia maya. Korut memiliki tentara cyber yang kuat.
Program pertahanan cyber di universitas dimulai pemerintah Korsel sejak tahun 2011. Salah satu mahasiswa yang ikut program ini, dengan nama samaran Noh, mengatakan dia memang sudah lama tertarik pada keamanan cyber dan didorong ayahnya untuk ikut serta.

“Ini bukan buang-buang waktu melainkan bagian dari proses untuk membangun karirku. Menjadi tentara cyber berarti juga mengabdi untuk negeriku,” katanya saat diwawancarai di sebuah ruangan pelatihan, yang penuh dengan komputer.

Korsel memang salah satu negara dengan teknologi termaju di dunia. Sehingga jaringan komputer di sana mengendalikan banyak hal penting, dari pembangkit tenaga listrik atau perbankan. Itulah yang sering diincar oleh Korut.

Tahun lalu, Korsel memperkirakan tentara cyber Korut meningkat dua kali lipat menjadi 6.000 orang sehingga membuat Korsel kian waspada. Salah satunya bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memperkuat pertahanan cyber dan mengadakan pelatihan untuk white hacker.

Serangan cyber Korut kadang merusak. Contohnya pada minggu lalu, kepolisian Korsel menyatakan hacker Korut membobol lebih dari 140 ribu komputer di perusahaan dan lembaga pemerintahan Korsel dan menanam program jahat.

Di tahun 2013, Korut dituding melancarkan serangan cyber ke bank dan media Korsel sehingga sistem komputernya lumpuh selama seminggu. Korut membantah tuduhan tersebut.

Pelatihan Gratis

Program pertahanan cyber di universitas Korsel memilih hanya 30 mahasiswa per tahun, hampir semuanya pria. Selain biayanya gratis, mereka yang terpilih juga diberi biaya hidup sekitar Rp 6 juta sebulan, selama berlangsungnya masa pelatihan.

Mereka yang lolos seleksi akan mempelajari bermacam teknik hacking, matematika, hukum sampai kriptografi. Ada pula simulasi khusus untuk melancarkan serangan atau mempertahankan diri dari serangan cyber.

Seleksinya sendiri cukup ketat, meliputi wawancara selama tiga hari dan pemeriksaan fisik yang melibatkan militer. Meski jumlah tentara cyber Korsel ini kalah dengan Korut, kemampuan mereka diklaim lebih baik.

“Hacker dalam jumlah kecil namun berbakat dan dilatih dengan baik bisa mengalahkan musuh. Mereka harus memiliki skill untuk merespons cepat jika serangan cyber terjadi,” sebut profesor Jeong Ik-rae dari Korea University.

sumber : inet.detik.com