Best Profit Futures Banjarmasin

BESTPROFIT – Konsumsi Obat Hipertensi Picu Serangan Jantung

obat-tidur.....

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

Tak sedikit pengidap diabetes yang juga menderita tekanan darah tinggi. Karenanya sangat penting untuk menjaga agar tekanan darah tetap terkendali seperti halnya menjaga kadar gula darah.

Meski demikian, pendekatan yang tepat perlu diketahui agar tidak malah menyebabkan komplikasi yang fatal.

Menurut penelitian berskala besar di Swedia terhadap pasien diabetes dengan tekanan darah tinggi lebih rendah dari 140 sebelum minum obat hipertensi, beresiko tinggi serangan jantung.

Seseorang dianggap menderita hipertensi jika tekanan darah sistolik (bacaan atas) di atas 140 dan tekanan diastolik (bacaan bawah) di atas 90.
Upaya menurunkan tekanan darah secara agresif, misalnya dengan target tekanan sistolik 120, memang bisa menurunkan risiko penyakit jantung. Tetapi pada pasien diabetes, cara tersebut justru meningkatkan risiko serangan jantung.

Walau begitu, perlu diketahui bahwa hipertensi yang tidak diatasi akan menimbulkan masalah lebih besar.

Dalam kajian terhadap 49 penelitian yang emlibatkan 73.738 parisipan dan mayoritasnya menderita diabetes tipe 2, diketahui bahwa terapi penurunan darah tinggi yang agresif ternyata menimbulkan komplikasi.

Pada pasien dengan tekanan darah sistolik di atas 150, target yang dianggap aman adalah menurunkannya menjadi antara 140-150. Dengan target tersebut, risiko kematian akibat serangan jantung dan gagal jantung lebih rendah.

Meski demikian, pendekatan yang tepat perlu diketahui agar tidak malah menyebabkan komplikasi yang fatal.

Menurut penelitian berskala besar di Swedia terhadap pasien diabetes dengan tekanan darah tinggi lebih rendah dari 140 sebelum minum obat hipertensi, beresiko tinggi serangan jantung.

Seseorang dianggap menderita hipertensi jika tekanan darah sistolik (bacaan atas) di atas 140 dan tekanan diastolik (bacaan bawah) di atas 90.

Upaya menurunkan tekanan darah secara agresif, misalnya dengan target tekanan sistolik 120, memang bisa menurunkan risiko penyakit jantung. Tetapi pada pasien diabetes, cara tersebut justru meningkatkan risiko serangan jantung.

Walau begitu, perlu diketahui bahwa hipertensi yang tidak diatasi akan menimbulkan masalah lebih besar.

Dalam kajian terhadap 49 penelitian yang emlibatkan 73.738 parisipan dan mayoritasnya menderita diabetes tipe 2, diketahui bahwa terapi penurunan darah tinggi yang agresif ternyata menimbulkan komplikasi.

Hal sebaliknya justru ditemui pada pasien yang penurunan tekanan darahnya di bawah 140.

“Hasil studi ini menunjukkan, penurunan tekanan darah yang intensif dengan obat hipertensi justru berbahaya bagi orang diabetes,” kata peneliti.

sumber : health.kompas.com