Best Profit Futures Banjarmasin

BESTPROFIT – Konsep bisnis aman buat lingkungan

kurir-sepeda-2

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

Celah antara mempertahankan hobi dengan mengkampanyekan lingkungan memang menjadi pertimbangan bagi Hendi Rahmat, Founder Westbike Messenger Service (WMS) dalam menjalankan bisnisnya. Apalagi polusi udara di Jakarta akibat kendaraan bermotor di tengah-tengah kemacetan menjadi satu faktor bisnis kurir sepeda Westbike Messenger Service hadir.

Bisnis digeluti Hendi bersama teman-temannya ini memang bermula dari hobinya akan sepeda fixie. Berawal dari tren sepeda fixie tahun 2010, Hendi pun menjadikan hobinya menjadi pundi-pundi uang. Dia mencoba mencari peluang di tengah-tengah bisnis antar barang dengan menggunakan kendaraan bermotor. Mitra bisnisnya pun merupakan orang-orang berkomitmen dalam menjaga lingkungan.

“Karena sebagian besar yang sudah menjalin kontrak dengan WMS itu mempunyai kesamaan visi dengan kita,” ujar Hendi saat berbincang dengan merdeka.com beberapa waktu lalu. Dia pun menambahkan, kebanyakan mitra bisnisnya itu adalah produsen makanan sehat.
“Dari bahan makanannya, cara memasaknya, sampai pola antarnya pun dibuat sehat dengan menggunakan jasa kurir sepeda kami tersebut. Jadi semacam bisnis ideologis dan healthy life style juga dengan membudayakan bersepeda,”.

Meski saat ini terbilang WMS harus bersaing dengan perusahaan sejenis lebih maju dan mengandalkan kecepatan, namun Hendi tetap optimis jika usahanya ini merupakan peluang besar. Apalagi, WMS sejak awal berdiri memang menjadi salah satu perusahaan Go Green Company.

“Di mana layanan jasanya mengutamakan ‘Environment Friendly’ dan enggak usah menyamakan dengan mereka lah yang menggunakan kendaraan bermotor dalam bisnis yang sama,” tuturnya.

Keunggulan WMS pun dijelaskan Hendi, menurut dia selain sebagai salah satu perusahaan ramah lingkungan, jasa yang ditawarkan pun memberikan solusi pagi pengguna. Dia menuturkan, di tengah-tengah jalanan Jakarta serba macet, WMS menjadi celah untuk masuk sebagai penyedia jasa yang fleksibel. Apalagi dengan moda transportasi sepeda memiliki keunggulan tersendiri di tengah peraturan di Jakarta.

Sepeda bisa menerobos kemacetan Jakarta dengan lebih leluasa ketimbang kendaraan bermotor. Apalagi, dengan menggunakan sepeda, solusi untuk mempersingkat perjalanan juga bisa dilakukan. Caranya adalah dengan memotong rute tujuan.

“Dengan sepeda itu rambu-rambunya bisa lebih fleksibel, dan penggunaan jalan tikus juga berperan untuk memotong rute, jarak dan waktu. Kadang kita juga bisa naik jembatan penyeberangan di jalan-jalan besar, di mana sepeda motor enggak bisa melakukan itu,” katanya.

Buat menjadi unggul, Hendi pun tidak sembarangan dalam merekrut kurir, pengendara (Rider) sepeda bakal mengantarkan barang milik pelanggan. Setiap kurir WMS merupakan orang-orang memang mencintai sepeda sebagai moda transportasi.

Hamzah Mutaqqien alias Jeje misalnya. Kurir pertama juga teman Hendi ini merupakan seorang fixedgear. Dia bergabung dengan WMS setelah sebelumnya bergabung dengan toko sepeda Westbike milik Hendi. Awalnya dia sering membantu Hendi untuk mengantarkan barang atau dokumen yang tertinggal. Berawal dari sana, karirnya sebagai rider WMS dimulai.

“Kesibukan utama gue sekarang di Westbike Messenger Service (WMS) yaitu lebih ke atas yang mengurus ke lapangan atau bisa dibilang ngurusin SDM, kaya seperti pencarian rider baru, penerimaan rider dam penyaringan rider itu sendiri,” kata Jeje.

Buat menjadi rider di WMS bukan hanya dibutuhkan keahlian mengayuh sepeda semata, ada hal lain menjadi pertimbangan. Terutama adalah soal kemampuan memilih rute ketika melakukan pengantaran barang. Karena paling tidak menjadi kurir seperti butuh keahlian mengayuh sepeda dan membaca rute yang akan dilewati.

“Terutama mengenai jalan-jalan tikus, kurir-kurir kami bisa dibilang ‘khatam’ untuk wilayah Jakarta Timur, Barat, Pusat dan Selatan,” kata Hendi.

sumber : merdeka.com