Best Profit Futures Banjarmasin

BESTPROFIT – Komoditi bullish, bursa Asia lanjut mendaki

A woman clad in a kimono is reflected in an electronic board displaying Japan's Nikkei share average outside a brokerage in Tokyo, Japan, April 18, 2016. Tumbling crude oil futures knocked Asian shares on Monday after producers' weekend talks failed to agree a plan to curb the global supply glut, while Tokyo stocks slumped as investors assessed the impact of a devastating earthquake in southwestern Japan. REUTERS/Toru Hanai

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

TOKYO. Bursa Asia memulai hari ini dengan melanjutkan reli kemarin. Dengan demikian, pergerakan positif Bursa Asia sudah berlangsung selama tiga hari beruntun.

Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.53 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,3% dan bergerak menuju level tertingginya sejak April lalu.

Sementara itu, indeks Topix Jepang naik 0,2%, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,2%, dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,8%.

“Sepertinya kita hanya akan mengalami kenaikan suku bunga sebanyak satu kali tahun ini. Hal itu akan berdampak positif bagi pasar saham dan komoditas,” jelas Ric Spooner, chief analyst CMC Markets di Sydney.

Kenaikan Bursa Asia kali ini memang banyak mendapat sokongan dari sektor komoditas. Hal itu tak mengherankan, sebab, pasar komoditas memasuki pasar bullish seiring melonjaknya harga mintak.

Banyak faktor yang menyebabkan Bursa Asia tampak sumringah. Salah satunya, pernyataan Pimpinan the Fed Janet Yellen yang menyatakan akan menaikkan suku bunga acuan secara bertahap jika kondisi ekonomi AS semakin membaik.

Tidak seperti sepuluh hari lalu, Yellen tidak menyebut waktu pasti pelaksanaan kenaikan suku bunga. Dia hanya bilang, “Kemungkinannya (kenaikan suku bunga) dalam beberapa bulan ke depan.”

“Sepertinya kita hanya akan mengalami kenaikan suku bunga sebanyak satu kali tahun ini. Hal itu akan berdampak positif bagi pasar saham dan komoditas,” jelas Ric Spooner, chief analyst CMC Markets di Sydney.

Kenaikan Bursa Asia kali ini memang banyak mendapat sokongan dari sektor komoditas. Hal itu tak mengherankan, sebab, pasar komoditas memasuki pasar bullish seiring melonjaknya harga mintak.

“Sepertinya kita hanya akan mengalami kenaikan suku bunga sebanyak satu kali tahun ini. Hal itu akan berdampak positif bagi pasar saham dan komoditas,” jelas Ric Spooner, chief analyst CMC Markets di Sydney.

Kenaikan Bursa Asia kali ini memang banyak mendapat sokongan dari sektor komoditas. Hal itu tak mengherankan, sebab, pasar komoditas memasuki pasar bullish seiring melonjaknya harga mintak.

Sekadar informasi, The Bloomberg Commodity Index naik 1,1% kemarin dan sudah melonjak 20% dari posisi terendahnya pada Januari lalu. Sementara, harga minyak West Texas Intermediate turun 0,1% menjadi US$ 49,67 per barel setelah melompat 2,2% pada Senin kemarin. Di sisi lain, harga emas naik 0,1% menjadi US$ 1.246 per troy ounce.

sumber : investas.kontan.co.id