Best Profit Futures Banjarmasin

BESTPROFIT – Hati-hati, Hipertensi Bisa Bikin ‘Mr P’ Loyo

Periksa Dokter

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang bisa menyebabkan komplikasi penyakit lainnya, seperti stroke, jantung, dan ginjal.

Akan tetapi, yang belum banyak orang ketahui, hipertensi ternyata juga meningkatkan faktor risiko seorang pria mengalami disfungsi ereksi (DE).

Wakil Ketua 1 Perhimpunan hipertensi Indonesia dr. Tunggul D Situmorang, Sp.PD-KGH mengungkapkan, hipertensi yang tidak terkontrol dengan baik bisa menyebabkan arteriosklerosis atau penebalan dan pengerasan dinding pembuluh darah.

“Arteriosklerosis ini termasuk pembuluh darah yang berperan pada proses ereksi,” kata Tunggul dalam diskusi di Jakarta.

Tunggul menjelaskan, sebelum terjadi arteriosklerosis, sebenarnya sudah terjadi kerusakan pada endotel pembuluh darah atau disebut endothelial dysfunction. Kerusakan ini menyebabkan perubahan fungsi dan struktur pembuluh darah yang juga berdampak pada disfungsi ereksi.

Penggunaan obat hipertensi, lanjut Tunggul, sebenarnya juga dicurigai memengaruhi fungsi seksual. Namun, belum ada bukti yang cukup mengenai hal ini. Menurut Tunggul, untuk menghindari hal itu, maka dipilih obat antihipertensi golongan lain, sepert ACE inhibitor, Calsium Channel Blocker atau Aldosterone Receptor Blocker.

Tunggul mengungkapkan, masalah hipertensi dapat menyebabkan disfungsi ereksi telah didukung bukti penelitian. Berdasarkan penelitian Giuliano dan kawan-kawan tahun 2004, dari 3906 responden yang hipertensi, sebanyak 67 persen mengalami disfungsi ereksi.

Sementara itu, penelitian Doumas dan kawan-kawan di Yunani tahun 2006 menemukan 35,2 persen pasien hipertensi mengalami disfungsi ereksi yang berkaitan dengan usia, jangka waktu terkena hipertensi, dan obat hipertensi.

“Untuk mencegah hipertensi dengan disfungsi ereksi, tentu dengan mengendalikan tekanan darah dengan baik. Pilih juga obat anti-hipertensi yang aman, yang tidak menyebabkan risiko DE. Jangan lupa, modifikasi gaya hidup,” kata Tunggul.

Tunggul mengungkapkan, masalah hipertensi dapat menyebabkan disfungsi ereksi telah didukung bukti penelitian. Berdasarkan penelitian Giuliano dan kawan-kawan tahun 2004, dari 3906 responden yang hipertensi, sebanyak 67 persen mengalami disfungsi ereksi.

Sementara itu, penelitian Doumas dan kawan-kawan di Yunani tahun 2006 menemukan 35,2 persen pasien hipertensi mengalami disfungsi ereksi yang berkaitan dengan usia, jangka waktu terkena hipertensi, dan obat hipertensi.

Terlebih penting lagi, rutinlah mengecek tekanan darah dan melakukan pola hidup sehat untuk mencegah hipertensi.

Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan pria mencapai atau mempertahankan ereksi. Penyebab ‘Mr P’ loyo pun dipengaruhi banyak faktor, antara lain usia, kebiasaan merokok, dan kelebihan berat badan.

sumber : health.kompas.com