Best Profit Futures Banjarmasin

BESTPROFIT – Gaji pegawai magang di Facebook bikin ngiler

BESTPROFIT

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

Bukan rahasia lagi bila menjadi pegawai di perusahaan teknologi raksasa bisa menghasilkan pundi-pundi uang berlimpah. Ternyata tidak sampai itu saja, sebab gaji pegawai magangnya juga sangat besar.

Berdasarkan survei terbaru dari Bloomberg, rata-rata pegawai magang Facebook mengantongi gaji USD 8000 atau sekitar Rp 106 juta per bulan! Tidak salah bila akhirnya situs lowongan kerja Glassdoor menjadikan Facebook sebagai perusahaan dengan gaji pegawai magang tertinggi di dunia.

Dengan angka sebesar itu, pegawai magang di Facebook memiliki gaji dua kali gaji bulanan rata-rata warga Amerika Serikat yang hanya Rp 50 juta.

Dalam waktu tiga bulan bekerja (selama libur musim panas), seorang pegawai magang bisa mendapatkan Rp 300 juta lebih! – PT Bestprofit Futures

Bahkan, bila Facebook memperpanjang masa kerja si pegawai hingga satu tahun, dia bisa mengantongi Rp 1,3 miliar dalam waktu setahun saja! Gaji itu tidak termasuk banyak fasilitas menarik lain, seperti sarapan, makan siang, dan makan malam gratis. – merdeka.com

(Mr-Pt Bestprofit Futures)

Baca Juga Berita Terbaru :

Waduh, ternyata peta yang ini kita pelajari salah!

Sejak di bangku sekolah, kita sudah dibuat familiar dengan bentuk peta yang terpajang di dinding kelas, maupun yang kita pelajari di atlas maupun geografi. Namun tahukah Anda apabila akurasi bentuk peta ternyata tak merepresentasikan bentuk aslinya?

Uniknya Persahabatan Kakek dan Seekor Ayam

Sebuah ikatan persahabatan bisa memiliki keajaiban dan keunikannya sendiri. Seperti ikatan persahabatan antara seorang kakek dengan ayamnya ini. Mungkin agak nggak masuk akal ya, tapi nyatanya pasangan kakek dan ayam ini bisa sangat akur.

Rumah diAmerika ini diklaim sebagai ‘neraka digital’

Pada tahun 2011 lalu, pasangan James dan Therese Arnold pindah ke sebuah rumah peternakan di Potwin, Kansas, Amerika Serikat, dengan maksud menikmati masa pensiun mereka. Namun yang terjadi justru sebaliknya, di rumah itu mereka merasakan ‘neraka digital’ yang sebenarnya.