Best Profit Futures Banjarmasin

BESTPROFIT – Fakta Pulau Ular, tempat paling berbahaya di bumi

ular-tempat-paling-berbahaya-di-bumi

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

Pulau itu berdiri terasing di Samudera Atlantik. Dari jauh, perpaduan tebing karang dan hutan tropis kelihatan sangat indah. Siapa sangka di pulau itu hidup salah satu spesies paling berbahaya di muka bumi.

Orang lokal di Sao Paulo Brasil menyebutnya Ilha da Queimada Grande. Tapi dunia mengenalnya dengan sebutan Snake Island atau Pulau Ular.

Di sinilah hidup Bothrops insularis, atau si viper tombak emas. Namanya didapat karena kepala ular ini berwarna emas jika kena sinar matahari.

Pulau itu berdiri terasing di Samudera Atlantik. Dari jauh, perpaduan tebing karang dan hutan tropis kelihatan sangat indah. Siapa sangka di pulau itu hidup salah satu spesies paling berbahaya di muka bumi.

Orang lokal di Sao Paulo Brasil menyebutnya Ilha da Queimada Grande. Tapi dunia mengenalnya dengan sebutan Snake Island atau Pulau Ular.

Di sinilah hidup Bothrops insularis, atau si viper tombak emas. Namanya didapat karena kepala ular ini berwarna emas jika kena sinar matahari

Racunnya bisa membunuh manusia kurang dari satu jam.

Di pulau seluas 43 hektar ini hidup ribuan ular viper tersebut. Jika tak benar-benar awas, nyawa taruhannya.

“Dulu ada beberapa nelayan yang melihat pisang tumbuh di pulau ini. Mereka berlabuh di pulau untuk mengambilnya. Tapi tak ada yang pernah kembali,” kata seorang nelayan Sao Paulo yang diwawancarai Vice dalam film dokumenter.

Di pulau itu terdapat sebuah mercusuar yang dibangun untuk menerangi perairan di Sao Paulo. Dulu sekali, ada penjaga yang tinggal di sana bersama keluarganya. Namun kabarnya ular membunuh mereka.

Kini mercusuar itu tetap ada. Hanya tak ada penjaga di sana. Meriam dijalankan otomatis dengan baterai. Setiap beberapa bulan sekali, angkatan laut yang bertugas mengganti baterai mercu suar itu. Bukan tugas yang menyenangkan untuk mereka.

snake island 2016 channel.nationalgeographic.com

Namun ternyata jumlah ular di sana terus berkurang. Selain persaingan sulitnya mencari makanan, disinyalir ada orang-orang yang sengaja menangkap viper kepala tombak yang langka itu untuk dijual. Harganya bisa ribuan dollar di pasar gelap.

Karina Rodrigues, seorang peneliti dari Butantan Institute memperkirakan jumlah ular viper di sana kini ‘tinggal’ 1.500 hingga 2.000 ekor

Tetap saja nama Pulau Ular membuat orang bergidik ngeri. Hanya ilmuwan, angkatan laut atau penyelundup satwa yang berani menginjakan kaki di sana.

sumber : merdeka.com