Best Profit Futures Banjarmasin

BESTPROFIT – Bule Jerman bikin heboh jadi pengemis di Bali

BESTPROFIT

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

Seorang pria berkewarganegaraan Jerman ini bikin heboh warga Bali lantaran mengemis di jalanan. Alhasil, pria yang diketahui bernama Benjamin Holgt ini jadi perbincangan di media sosial.

Lewat akun Facebook Abdi Bayu, Rabu, Benjamin mengaku tidak memiliki uang untuk kembali ke negaranya. Dia juga telah menghubungi Konsulat Jenderal Jerman di Bali agar bisa terbang menuju Jerman.

“Namanya Benjamin Holgt dari Klemburg, Jerman. Dia memiliki masalah dengan kakinya, kaki gajah. Keberadaannya mungkin bisa mendapatkan perhatian di media sosial,” demikian dikutip dari akun Facebook Abdi.

Abdi mengaku bertemu dengan Benjamin di persimpangan lampu lalu lintas, tepatnya Jalan Bypass Kediri Tabanan, Bali. Dia berharap banyak orang di media sosial untuk membantunya kembali ke Jerman.

“Jika ingin membantunya, dia selalu berada di sekitar Kediri Tabanan,” lanjutnya.

Baca Juga : Mengemis modus tangan buntung di Pasfes, pria ini raup Rp 200 ribu

Suku Dinas (Sudin) Jakarta Selatan merazia pengemis bermodus tangan buntung yang telah sepekan berada di Jakarta. Pengemis itu ditangkap di sekitar Pasar Festival (Pasfes), Kuningan, Jakarta Selatan.

“Saat petugas kami tanya, ia mengaku berasal dari Bandung. Di sana dia bekerja sebagai petani, baru datang habis Lebaran ini tinggal bersama anak dan istri di Senen, Jakarta Pusat,” kata Kepala Sudin Sosial Jakarta Selatan Mursidin, Jakarta.

Pria yang mengaku bernama Udin (46) itu merupakan seorang pria asal Ciwidey, Bandung, Jawa Barat. Pada saat melakukan penjangkauan terhadap pengemis itu, petugas P3S mendapatkan uang Rp 200 ribu yang berada di kantongnya. Padahal dia masih mengemis selama tiga jam di kawasan Pasar Festival Kuningan.

Dengan mengemis selama pukul 17.00-21.00 WIB, Udin mengaku memperoleh uang sebesar Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu.
“Alasan Udin datang ke Jakarta ingin mengadu nasib. Dari cerita orang di Jakarta banyak orang sukses, itu membuatnya tergoda untuk ke Jakarta. Ia mengaku kalau di kampung susah mencari uang,” ujar Mursidin. – Pt Bestprofit Futures
Dia mengatakan setiap pendatang dari luar daerah Jakarta seharusnya datang dengan berbekal keterampilan baik di sektor formal maupun informal. Dengan kemampuan yang dimiliki, Mursidin mengatakan pendatang baru bisa bekerja sebagai karyawan atau pegawai, berwirausaha dengan menjual makanan seperti bakso, soto, atau mengelola bentuk usaha lainnya.

“Kami tidak melarang warga daerah datang ke Jakarta. Asal memiliki keterampilan, pendidikan, tempat tinggal dan lain sebagainya. Itu untuk menunjang kehidupan mereka bertahan di Jakarta. Jika tidak bisa bertahan di Jakarta, kemungkinan besar mereka menggelandang atau mengemis,” tuturnya.

Mursidin mengimbau agar masyarakat cerdas dalam memberi karena banyaknya modus yang digunakan para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) untuk mendapatkan uang secara instan.

Dia berharap masyarakat dapat menyalurkan bantuan kepedulian lewat lembaga resmi yang bertanggung jawab bukan memberi uang pada PMKS di jalan. – merdeka.com

(Mr-Pt Bestprofit Futures)