Best Profit Futures Banjarmasin

BESTPROFIT – 2016, rupiah mata uang terbaik kelima di Asia

2016-rupiah-mata-uang-terbaik-kelima-di-asia

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN

Rupiah menjadi mata uang terbaik kelima di Asia sepanjang tahun berjalan. Mata uang resmi Indonesia itu sudah menguat sekitar 1 persen terhadap dolar Amerika Serikat.

Di atasnya ada dolar Singapura yang mengalami apresiasi lebih dari 2 persen, ringgit Malaysia hampir 4 persen, yen Jepang sekitar 8 persen, dan kyat Myanman lebih dari 10 persen.

Keperkasaan kyat menjadi catatan tersendiri. Itu dinilai menjadi pertanda kebangkitan Myanmar setelah satu dekade terisolasi.

Kemenangan Aung San Suu Kyi dalam pemilu terbuka pertama Myanmar sejak 1990 dianggap menjadi pemicu kebangkitan kyat. Investasi asing mulai mengalir ke negeri berjuluk Tanah Emas tersebut.

Sejatinya, Myanmar sudah menjalankan serangkaian reformasi untuk merevitalisasi ekonomi dan masyarakat sejak junta militer resmi bubar pada 2011.

Atas dasar itu, General Electric (GE) menanamkan investasi di Myanmar empat tahun lalu. Tren penguatan kyat sejauh ini membuktikan bahwa keputusan bisnis perusahaan teknologi Amerika Serikat tersebut tepat.

Andrew Lee, pemimpin GE Myanmar, mengatakan, penguatan mata uang penting untuk mengembangkan ekonomi. Sebab, biaya impor kian murah dan menurunkan ongkos pembangunan infrastruktur.

“Apresiasi mata uang bagus untuk ekonomi,” kata pria asli Myanmar tersebut kepada Bloomberg, kemarin.

Sejatinya, Myanmar sudah menjalankan serangkaian reformasi untuk merevitalisasi ekonomi dan masyarakat sejak junta militer resmi bubar pada 2011.

Atas dasar itu, General Electric (GE) menanamkan investasi di Myanmar empat tahun lalu. Tren penguatan kyat sejauh ini membuktikan bahwa keputusan bisnis perusahaan teknologi Amerika Serikat tersebut tepat.

Andrew Lee, pemimpin GE Myanmar, mengatakan, penguatan mata uang penting untuk mengembangkan ekonomi. Sebab, biaya impor kian murah dan menurunkan ongkos pembangunan infrastruktur.

Sejatinya, Myanmar sudah menjalankan serangkaian reformasi untuk merevitalisasi ekonomi dan masyarakat sejak junta militer resmi bubar pada 2011.

Atas dasar itu, General Electric (GE) menanamkan investasi di Myanmar empat tahun lalu. Tren penguatan kyat sejauh ini membuktikan bahwa keputusan bisnis perusahaan teknologi Amerika Serikat tersebut tepat.

Andrew Lee, pemimpin GE Myanmar, mengatakan, penguatan mata uang penting untuk mengembangkan ekonomi. Sebab, biaya impor kian murah dan menurunkan ongkos pembangunan infrastruktur.

“Kami optimistis dengan pemerintahan yang baru. Meskipun kami tahu masih banyak pekerjaan rumah, terutama pembangunan infrastruktur, harus diselesaikan,” kata Lee bersama keluarganya pindah ke Amerika Serikat pada 1979, saat kedikatoran militer berkuasa di Myanmar.

sumber : merdeka.com