Best Profit Futures Banjarmasin

BEST PROFIT – Saham Apple Merosot, Wall Street Ditutup Melemah

PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN
BEST PROFIT BANJARMASIN
BEST PROFIT BANJARMASIN – NEW YORK – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street di Senin waktu setempat (atau Selasa waktu Indonesia) ditutup melemah tipis seiring penurunan saham Apple Inc.

Sebenarnya, saham-saham sektor energi dan keuangan menguat, namun penguatannya tak mampu mengimbangi penurunan saham Apple sehingga Wall Street harus ditutup melemah.

Saham-saham sektor energi menguat walaupun ada penurunan harga minyak mentah dunia. Minyak mentah dunia melemah akibat kekhawatiran akan kurang akurnya Arab Saudi dan Qatar terkait pandangan dalam Islam. Perseteruan keduanya ditakutkan akan melemahkan produksi minyak dunia.

Sektor energi di indeks S&P 500 naik 0,2 persen setelah sebelumnya turun 4,3 persen dalam dua minggu terakhir.

Sementara itu, saham Apple turun 1 persen ke level 153,93 dollar AS sebelum perusahaan teknologi tersebut mengungkapkan produk dan layanan terbaru dalam konferensi developer tahunannya.

Pada perdagangan saham Senin waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average tercatat turun 22,25 poin atau turun 0,1 persen ke level 21.184,04. – BEST PROFIT BANJARMASIN

Bursa saham di Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat dan mencapai rekor penguatan pada setiap indeks utamanya. Penguatan Wall Street didorong oleh data ekonomi AS yang mengalami percepatan.

Laporan ADP menyebutkan, penyerapan tenaga kerja swasta mencapai 253.000 pekerjaan yang ditambahkan di Mei. Jauh melampaui estimasi 185.000 pekerjaan oleh para analis Reuters.

Laporan tersebut bisa juga jadi cerminan kuatnya laporan gaji pada Jumat (waktu setempat) mendatang. Laporan gaji ini juga memberikan data penambahan jumlah pekerjaan di sektor swasta dan negeri.

Laporan di Jumat tersebut, bisa jadi data bagi bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, untuk menaikkan suku bunga acuan Red Find Rate (FFR).

“Lebih dari segalanya, penguatan Wall Street di Kamis didorong oleh data ketenagakerjaan yang berada di atas ekspektasi,” ujar Paul Springmeyer, investment managing director di the Private Client Reserve at U.S. Bank di Minneapolis, Minnesota.

“Ini akan melengkapi data The Fed, sebab jumlah penambahan tenaga kerjanya sangat-sangat tinggi hingga estimasi Juni,” lanjutnya.

Pada perdagangan saham di Wall Street, Kamis waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 135,53 poin, atau menguat 0,65 persen ke level 21.144,18.

Indeks S&P 500 turun 2,97 poin atau turun 0,12 persen ke level 2.436,1. Sementara indeks Nasdaq Composite turun 10,11 poin atau turun 0,16 persen ke level 6.295,68.

sumber : kompas

BEST PROFIT BANJARMASIN